EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Merz Desak Israel Segera Lakukan Gencatan Senjata

Merz Desak Israel Segera Lakukan Gencatan Senjata

Merz mendesak Netanyahu segera hentikan perang. Jerman ingin bantuan sampai ke seluruh Gaza.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
20 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Berlin
EKOIN.CO – Kanselir Jerman Friedrich Merz secara langsung mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera melaksanakan gencatan senjata dengan kelompok Hamas di Jalur Gaza. Seruan ini disampaikan Merz dalam pembicaraan via sambungan telepon pada Jumat, 18 Juli 2025, yang juga menyinggung pentingnya distribusi bantuan kemanusiaan secara adil dan aman kepada warga sipil Palestina di wilayah konflik tersebut.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Dalam pernyataan resmi dari kantor Kanselir Jerman yang dikutip dari AFP, disebutkan bahwa Merz mengharapkan gencatan senjata segera diberlakukan. Ia juga menegaskan perlunya pembebasan semua sandera yang ditahan Hamas, termasuk mereka yang berkewarganegaraan Jerman, tanpa syarat dan penundaan.

Lebih lanjut, Merz menyampaikan pandangan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza telah mencapai titik yang tidak dapat lagi ditoleransi. Ia menyerukan agar penyaluran bantuan dilakukan secara manusiawi serta menjangkau seluruh wilayah Gaza yang terdampak, tanpa diskriminasi.

Dorongan Jerman untuk Gencatan Senjata

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Kanselir Merz juga mendesak agar semua pihak mulai merancang tatanan pascaperang yang adil dan berkelanjutan. Menurutnya, hal ini harus memperhatikan hak warga Palestina untuk menentukan nasib sendiri, sekaligus menjamin keamanan Israel. Ia menolak segala bentuk pencaplokan wilayah, termasuk di Tepi Barat.

“Tidak boleh ada langkah-langkah menuju pencaplokan Tepi Barat,” demikian bunyi pernyataan dari kantor Kanselir. Merz memperingatkan bahwa tindakan semacam itu hanya akan memperpanjang konflik dan memperburuk ketegangan regional.

Dalam konferensi pers yang digelar sebelumnya di Berlin, Merz menegaskan posisi Jerman dalam isu ini. Ia menyatakan bahwa pemerintahnya tetap berkomitmen terhadap prinsip keadilan dan penyelesaian damai bagi kedua pihak, Israel maupun Palestina.

Distribusi Bantuan Kemanusiaan Jadi Fokus

“Peristiwa di Gaza tidak lagi dapat diterima,” ujar Merz saat menjawab pertanyaan jurnalis. Ia mengungkapkan bahwa Jerman sedang mengupayakan pengiriman bantuan kemanusiaan secara aktif dan konsisten bagi warga Palestina yang terdampak konflik berkepanjangan.

“Kami melakukan segala yang kami bisa untuk menegakkan keadilan bagi kedua belah pihak, di mana posisi kami,” lanjut Merz. Ia menegaskan bahwa Jerman tidak akan berpihak secara sepihak dan tetap memedulikan korban dari semua sisi.

Menurut Merz, penderitaan masyarakat Palestina yang kini menghadapi krisis pangan dan malnutrisi parah menjadi perhatian utama pemerintah Jerman. Oleh karena itu, dia menyatakan bahwa penyaluran bantuan harus dilakukan sesegera mungkin dan tanpa hambatan.

Komitmen Jerman ini muncul seiring meningkatnya kecaman internasional terhadap kondisi di Jalur Gaza, termasuk dari lembaga-lembaga kemanusiaan dan PBB yang menyebut bahwa lebih dari separuh warga Gaza kini mengalami kelaparan akut.

Sumber dari Kementerian Luar Negeri Jerman menyebutkan bahwa Jerman telah menyalurkan puluhan juta euro untuk mendukung program bantuan pangan dan kesehatan di Gaza melalui badan-badan internasional, termasuk UNRWA dan Palang Merah Internasional.

Namun, pengiriman bantuan tersebut dinilai masih terhambat oleh blokade dan pembatasan akses yang diberlakukan oleh Israel. Hal ini mendorong Merz untuk secara langsung menekan Netanyahu agar mempermudah jalur logistik bagi bantuan kemanusiaan.

Pemerintah Jerman juga mendorong komunitas internasional agar bersama-sama mengawasi proses distribusi bantuan agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang terlibat konflik.

Sejak awal 2025, Jerman menjadi salah satu negara Eropa yang paling vokal dalam menyerukan penyelesaian damai di Gaza. Pemerintah Jerman menyatakan siap menjadi mediator jika diminta oleh kedua pihak.

Netanyahu, menurut media pemerintah Israel, belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan Kanselir Merz. Namun, sejumlah pejabat Israel menyatakan bahwa mereka tetap mempertimbangkan langkah-langkah diplomatik jika Hamas menghentikan serangan roket.

Kondisi di lapangan di Jalur Gaza masih belum menunjukkan perbaikan berarti. Laporan terakhir dari World Food Programme mencatat lebih dari 80% penduduk Gaza hidup dalam kondisi rawan pangan ekstrem.

Sementara itu, kelompok-kelompok HAM di Eropa juga terus mendesak pemerintahan di Berlin agar mengambil tindakan lebih konkret, termasuk kemungkinan pemberlakuan embargo senjata terhadap Israel bila kekerasan terus berlanjut.

Tekanan terhadap Israel dari mitra-mitra baratnya semakin kuat, mengingat dampak jangka panjang konflik ini terhadap stabilitas kawasan. Para pengamat menyebut bahwa peran negara-negara besar seperti Jerman bisa menjadi kunci untuk membuka kembali perundingan damai.

Dalam laporan terpisah, AFP menyebutkan bahwa Jerman telah melakukan kontak diplomatik intensif dengan Mesir dan Qatar, dua negara yang sebelumnya pernah menjadi fasilitator negosiasi antara Israel dan Hamas.

Langkah Merz ini dinilai konsisten dengan kebijakan luar negeri Jerman yang mengedepankan diplomasi dan perlindungan terhadap hak asasi manusia dalam setiap konflik internasional.

Jerman juga menekankan pentingnya pelibatan PBB dalam pengawasan gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza pascaperang agar konflik serupa tidak terulang di masa depan.

desakan Jerman ini menandai peningkatan tekanan diplomatik terhadap Israel dan menunjukkan keprihatinan internasional yang mendalam terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. Merz menegaskan bahwa penyelesaian damai harus segera dicapai melalui dialog dan diplomasi yang konstruktif.

Pernyataan Merz mencerminkan tekad Jerman untuk memainkan peran lebih aktif dalam isu Timur Tengah, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Langkah ini diharapkan dapat mempengaruhi kebijakan negara-negara Barat lainnya.

Tindakan ini juga menyoroti tanggung jawab komunitas global dalam mencegah eskalasi lebih lanjut dan mengakhiri penderitaan warga sipil yang terus menjadi korban konflik.

Dengan meningkatnya perhatian internasional, peluang untuk menghidupkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah menjadi semakin besar. Namun, semua pihak harus menunjukkan kemauan politik yang sama kuat untuk mewujudkan solusi jangka panjang.

Diperlukan pemantauan yang ketat atas implementasi gencatan senjata, distribusi bantuan, dan rekonstruksi agar tidak ada lagi celah yang dimanfaatkan untuk memperpanjang konflik.(*)

 

Tags: bantuan kemanusiaanFriedrich MerzGazagencatan senjataNetanyahuPalestina
Post Sebelumnya

RUU KUHAP Dinilai Berpotensi Timbulkan Tumpang Tindih Kewenangan Polri dan Kejagung

Post Selanjutnya

Perang Dagang AS vs Eropa, Tarif Pesawat hingga Wiski Terancam Naik

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Perang Dagang AS vs Eropa, Tarif Pesawat hingga Wiski Terancam Naik

Perang Dagang AS vs Eropa, Tarif Pesawat hingga Wiski Terancam Naik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.