Jakarta, EKOIN.CO – Dalam upaya mempercepat transformasi ekonomi nasional berbasis sains dan teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 akan digelar pada 8 hingga 10 Agustus 2025. Acara akan berlangsung di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Kota Bandung, Jawa Barat.
Mengangkat tema “Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi Melalui Penguasaan Sains dan Teknologi”, konvensi ini diharapkan menjadi forum strategis nasional dan internasional. Sebanyak 3.000 peserta dijadwalkan hadir dari berbagai sektor.
Peserta akan mencakup ilmuwan, teknokrat, CEO BUMN, pelaku industri strategis nasional, pengambil kebijakan, dan diaspora Indonesia. Forum ini dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat kemajuan teknologi nasional.
KSTI 2025 akan menjadi tonggak penyusunan roadmap industri nasional, sejalan dengan strategi pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan.
Integrasi Riset dan Industri Prioritas
Konvensi akan menitikberatkan pada delapan sektor prioritas nasional, seperti pangan, energi, kesehatan, pertahanan, dan maritim. Selain itu, sektor hilirisasi industri, digitalisasi termasuk kecerdasan buatan, dan manufaktur maju turut diutamakan.
Penyelenggara berharap integrasi antara riset akademik, pendidikan tinggi, dan kebutuhan industri dapat terwujud konkret dalam forum ini. Setiap sektor dipilih berdasarkan kebutuhan strategis menuju kemandirian teknologi nasional.
Berbagai kegiatan akan digelar, mulai dari diskusi panel, executive session, hingga sharing session dengan akademisi dunia dan peraih Nobel. Pameran hasil riset dan inovasi dari lembaga riset Indonesia juga akan ditampilkan.
Sebagai puncak kegiatan, KSTI 2025 akan memberikan BRIN Award kepada institusi dan karya ilmiah yang dinilai memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan iptek nasional.
Komitmen ITB dalam Transformasi Nasional
Sebagai tuan rumah, ITB menegaskan kesiapannya untuk mendukung arah kebijakan transformasi nasional. “Kami percaya bahwa KSTI 2025 bukan sekadar konvensi, tetapi momentum penting untuk menyatukan langkah strategis bangsa dalam membangun masa depan industri,” ujar Dr. N. Nurlaela Arief, MAB., IAPR.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini dapat menjadi jembatan antara pengetahuan dan implementasi di lapangan. ITB disebut akan memfasilitasi kolaborasi akademik, pemerintah, dan sektor swasta secara menyeluruh.
Kemdiktisaintek menyampaikan bahwa konvensi ini merupakan bagian dari transformasi kebijakan nasional dalam sains dan teknologi. Fokus utamanya adalah menyusun kebijakan yang lebih berpihak pada riset terapan dan inovasi.
Konvensi ini diharapkan mampu mempercepat pemetaan kebutuhan teknologi industri hingga tahun 2035. Diharapkan pula muncul sinergi nyata antarlembaga untuk memperkuat kapasitas inovasi nasional.
Informasi lebih lanjut mengenai acara tersedia di laman resmi https://ksti2025.kemdiktisaintek.go.id/index.html. Untuk pendaftaran perusahaan peserta pameran atau sponsorship, dapat menghubungi email: humas@itb.ac.id.
Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 merupakan upaya strategis dalam menyatukan kekuatan sains, teknologi, dan industri demi pertumbuhan ekonomi nasional yang merata dan berkelanjutan. Melalui kerja sama ITB dan Kemdiktisaintek, forum ini diharapkan menjadi motor penggerak inovasi dan roadmap industri nasional.
Partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan akan memperkaya substansi diskusi dan memperkuat jejaring kolaboratif nasional maupun global. Kehadiran ilmuwan dan teknokrat dari berbagai negara menjadi nilai tambah dalam menciptakan sinergi ilmu pengetahuan lintas batas.
KSTI 2025 juga menjadi kesempatan emas bagi pelaku riset dan industri di Indonesia untuk memperkenalkan teknologi unggulan kepada publik dan pemerintah. Momentum ini akan menjadi bagian dari tonggak penting menuju Indonesia Emas 2045.(*)





