EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
AIC 2025 Bahas Masa Depan Masyarakat Adat Indonesia

Sumber dok ugm.ac.id

AIC 2025 Bahas Masa Depan Masyarakat Adat Indonesia

Forum AIC 2025 menyoroti ketimpangan struktural yang dihadapi masyarakat adat dalam pembangunan nasional dan perlunya pelibatan aktif komunitas lokal dalam kebijakan.

Agus DJ oleh Agus DJ
22 Juli 2025
Kategori EDUKASI, RAGAM, SENI & BUDAYA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kolaborasi akademik lintas negara kembali menjadi sorotan dalam pertemuan tahunan Australia-Indonesia in Conversation (AIC) 2025 yang digelar di Melbourne, Australia, Rabu (9/7). Acara tersebut menjadi momen penting bagi para akademisi Indonesia dan Australia untuk membedah isu pembangunan dan masyarakat adat.

Diskusi kali ini mengangkat tema besar “Persimpangan antara Pembangunan dan Representasi Masyarakat Adat”. Kegiatan ini menjadi penanda lima tahun kerja sama antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan University of Melbourne (UoM).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh para pimpinan institusi dan perwakilan diplomatik dari kedua negara. Hadir di antaranya Prof. Jennifer Balint selaku Deans UoM Arts, Dr. Siswo Pramono selaku Duta Besar RI untuk Australia dan Rod Brazier sebagai Duta Besar Australia untuk Indonesia.

Diskusi panel pertama menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai institusi. Di antaranya Dr. Bahruddin dari Fisipol UGM dan James Blackwell dari Australian National University yang hadir sebagai pembicara utama.

Bahruddin menekankan bahwa masyarakat adat masih tertinggal dalam pembangunan nasional. “Sudah saatnya pembangunan juga memprioritaskan masyarakat adat agar tidak mengalami ketertinggalan dari semua aspek,” tegasnya dalam siaran pers yang diterima wartawan, Senin (21/7).

Berita Menarik Pilihan

Indonesia Tembus Semifinal BATC 2026, Ester Nurumi Tutup Drama Sengit Lawan Thailand

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia 2026 Hector Souto Tolak Sebutan Pencetak Sejarah

Kolaborasi Akademik dan Tantangan Keadilan Sosial

Ia menambahkan bahwa banyak pembangunan masih berorientasi pada wilayah urban. Padahal, masyarakat suburban, pedalaman, dan 3T memiliki kebutuhan berbeda yang sering kali diabaikan.

Senada dengan hal itu, Dekan Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas’udi, menggarisbawahi pentingnya forum seperti AIC sebagai ruang kontribusi akademik dalam diskursus kebijakan pemerintah.

Menurutnya, tantangan global seperti krisis demokrasi dan ketegangan geopolitik perlu dijawab dengan kolaborasi lintas negara yang kuat. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap semua pihak yang telah menjaga keberlangsungan kerja sama ini.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim dari kedua institusi yang telah menunjukkan komitmen dan dedikasi luar biasa,” ujar Wawan.

Ia menegaskan bahwa AIC adalah bentuk konsistensi dua negara dalam membangun dialog strategis dan keberlanjutan tata kelola yang inklusif dan adil.

Suara Masyarakat Adat dan Representasi Budaya

Diskusi juga mempertemukan berbagai suara yang mewakili lapisan masyarakat dan budaya. Dr. Justin Wejak dan Prof. Kristen Smith dari University of Melbourne mengulas bagaimana representasi budaya sering kali tidak sejajar dengan pembangunan ekonomi.

Seniman dan pengelola program budaya asal Makassar, Abdi Karya, serta akademisi dari Universitas Negeri Makassar, Nur Abdiansyah, menyoroti ketimpangan akses dan peran masyarakat adat dalam proses pembangunan daerah.

Dr. Fina Itriyati dari UGM menambahkan bahwa regulasi kebijakan sering kali mengabaikan dinamika lokal masyarakat adat, sehingga menimbulkan ketegangan antara pemerintah dan komunitas.

Para pembicara sepakat bahwa pelibatan aktif komunitas adat dalam perencanaan pembangunan sangat krusial untuk mencegah konflik lahan dan kultural.

“Penting adanya ruang dialog dan representasi masyarakat adat dalam kerangka hukum dan kebijakan nasional,” kata Fina Itriyati di sela diskusi.

Pertemuan AIC 2025 menjadi refleksi penting atas bagaimana pembangunan belum sepenuhnya inklusif terhadap masyarakat adat. Ketimpangan akses, representasi, dan ketertinggalan wilayah terluar masih menjadi tantangan besar bagi kebijakan pembangunan nasional. Kolaborasi akademik seperti ini menjadi jalan untuk mengangkat isu-isu yang jarang disuarakan di ruang publik maupun pemerintahan.

Para pembicara dan institusi yang hadir mendorong pembaruan pendekatan pembangunan yang berorientasi pada keadilan sosial dan keberlanjutan budaya. Pelibatan masyarakat adat tidak lagi bisa dianggap pelengkap, melainkan harus menjadi bagian utama dari perencanaan jangka panjang.

Dengan mempertahankan kerja sama lintas institusi dan negara, forum AIC membuktikan bahwa dunia akademik bisa menjadi penggerak perubahan kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan. Langkah ini sejalan dengan semangat demokrasi dan keadilan sosial yang terus diperjuangkan oleh bangsa Indonesia dan Australia.(*)

Tags: AIC 2025Bahruddindiplomasi Indonesia-Australia.Fina ItriyatiFisipol UGMJames Blackwellkawasan 3Tkeadilan sosialkolaborasi akademikmasyarakat adatpembangunan berkelanjutanrepresentasi budayaUniversity of MelbourneWawan Mas’udi
Post Sebelumnya

UNIQLO Luncurkan Program GMP Bersama UGM

Post Selanjutnya

Perkuat Komunikasi Publik, UGM Hadirkan Dua Narasumber Nasional

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Ester Nurumi Tri Wardoyo saat berhasil memastikan poin penentu bagi kemenangan tim putri Indonesia atas Thailand di babak perempat final BATC 2026. Indonesia akan menghadapi tantangan berat melawan Korea Selatan di babak semifinal besok. (Foto: Humas PBSI/Ekoin.co)

Indonesia Tembus Semifinal BATC 2026, Ester Nurumi Tutup Drama Sengit Lawan Thailand

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Tanpa memberikan banyak celah, Ester menyudahi perlawanan lawan dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-16. Hasil ini sekaligus memastikan...

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memberikan instruksi di pinggir lapangan saat laga semifinal melawan Jepang di Indonesia Arena. Meski sukses membawa Indonesia ke final Piala Asia untuk pertama kalinya, Souto menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah keringat para pemainnya secara keseluruhan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia 2026 Hector Souto Tolak Sebutan Pencetak Sejarah

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Hasil tersebut menjadi pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaan di Piala Asia Futsal. Pada edisi sebelumnya di Kuwait 2022, langkah Merah...

Penyerang Persik, Adrian Luna menjadi tumpuan saat menjalani tiga laga kandang. (iG Persik)

Ambisi Papan Atas Persik Kediri: Marcos Reina Torres Bidik ‘Sapu Bersih’ Laga Kandang Februari

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Persik dijadwalkan menjalani tiga laga kandang beruntun di Stadion Brawijaya, masing-masing menghadapi Dewa United (7 Februari), PSIM Yogyakarta (13 Februari),...

Anthony Ginting menjadi penentu kemenangan tim beregu Indonesia saat mengalahkan Malaysia dalam kejuaraan beregu di Tiongkok (IG PBSI)

Pupus Sudah Harapan Malaysia, Ginting Pastikan Tetangga Tak Berkutik di Partai Penentu

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Pada gim kedua, Kong tampil lebih agresif dan memimpin sejak awal. Ginting tertinggal di interval dan harus mengakui keunggulan lawannya...

Post Selanjutnya
Perkuat Komunikasi Publik, UGM Hadirkan Dua Narasumber Nasional

Perkuat Komunikasi Publik, UGM Hadirkan Dua Narasumber Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.