Jakarta, Ekoin.co — Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 kembali menempatkan nama Hector Souto dalam sorotan. Namun alih-alih menikmati pujian, pelatih asal Spanyol itu justru menegaskan satu hal dirinya tak mau disebut sebagai pencetak sejarah.
Tembus Final Asia untuk Pertama Kalinya
Timnas Futsal Indonesia memastikan tiket ke final setelah menyingkirkan Jepang dengan skor dramatis 5-3 lewat babak tambahan di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Hasil tersebut menjadi pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaan di Piala Asia Futsal. Pada edisi sebelumnya di Kuwait 2022, langkah Merah Putih terhenti di perempat final—juga oleh Jepang—dengan kekalahan tipis 2-3.
“Sejarah Dibuat Pemain, Bukan Saya”
Rangkaian prestasi tersebut membuat Hector Souto kerap dijuluki “pembuat sejarah” oleh publik dan media. Namun, label itu ditolak sang pelatih.
“Saya tidak membuat sejarah. Saya bukan pencetak sejarah,” tegas Souto dalam konferensi pers usai semifinal.
“Tim saya yang membuat sejarah. Ini bukan soal satu orang, tapi kerja semua pihak,” lanjutnya.
Souto bahkan mengakui mulai merasa lelah dengan narasi yang memusatkan pencapaian tim hanya kepadanya.
Prestasi Beruntun di Era Souto
Sejak menangani Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto memang mencatatkan deretan capaian penting. Ia membawa Indonesia menjuarai Piala AFF 2024, meraih emas perdana futsal di SEA Games 2025, hingga kini menembus final Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya.
Meski demikian, ia menegaskan pencapaian itu adalah hasil proses panjang dan kolektif.
Apresiasi untuk Pemain yang Tak Tampil
Souto juga memberi kredit kepada para pemain yang tak masuk skuad Piala Asia Futsal 2026, namun berkontribusi besar sepanjang perjalanan tim.
“Hari ini Evan (Soumilena) ada di tribun. Guntur Sulistyo ada di rumah. Ada Dipo, Kareth, Anshori, Albagir. Mereka semua bagian dari tim ini,” ujar Souto.
Menurutnya, fondasi kuat Timnas Futsal Indonesia dibangun oleh banyak nama, bukan hanya mereka yang tampil di lapangan.
Pesan Realistis untuk Suporter
Lebih lanjut, Souto mengingatkan publik agar tetap realistis menyikapi perjalanan Timnas Futsal Indonesia ke depan.
“Kami bangga dengan apa yang sudah dicapai. Kami berusaha mendorong Indonesia ke standar internasional,” kata Souto.
“Tapi fans juga harus mengerti, kami selalu berusaha memberi yang terbaik. Kadang kami menang, kadang kami kalah,” pungkasnya.





