EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Nila Salin Pati Didorong Masuk Pasar Ekspor Global

Sumber dok kemendesa.go.id

Nila Salin Pati Didorong Masuk Pasar Ekspor Global

Dengan kolaborasi Kemendes PDT, KKP, dan swasta, desa-desa di Kabupaten Pati diproyeksikan menjadi pionir ekspor ikan nila salin, mengatasi kendala teknis dan memaksimalkan kesejahteraan petambak secara berkelanjutan.

Agus DJ oleh Agus DJ
25 Juli 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menargetkan Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi sentra ekspor ikan nila salin nasional. Potensi ini dilihat dari luas lahan dan hasil panen tahunan yang signifikan.

Saat kunjungan kerja pada Kamis, 24 Juli 2025, Mendes Yandri menyebutkan bahwa luas lahan budidaya mencapai 1.885 hektare. Total hasil panen tahun 2024 tercatat 7,5 ton, meskipun masih menggunakan metode konvensional.

Ia menilai, pengembangan sistem modern akan meningkatkan efisiensi budidaya. Rencana ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pelaku usaha yang tergabung melalui skema program Kemendes PDT dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kiranya nanti Pati akan jadi prioritas dari program-program itu. Pati desanya 400 lebih nanti akan kami prioritaskan kerjasamakan,” ujar Yandri saat berada di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati.

Kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Presiden Prabowo Subianto yang memerlukan pasokan protein hewani secara berkelanjutan.

Berita Menarik Pilihan

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Komitmen Hilirisasi dan Distribusi

Kemendes PDT telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan KKP dan pihak swasta. Tujuannya ialah mempercepat hilirisasi serta memperkuat distribusi hasil panen melalui rantai pasok yang efisien.

Langkah strategis ini dinilai penting agar harga jual ikan nila salin di tingkat petani tidak merugikan. Petambak lokal juga akan terhubung langsung dengan pembeli potensial tanpa pihak ketiga.

“Bapak Presiden ingin sekali menggeser air mata kemiskinan menjadi air mata kebahagiaan. Ini tidak akan terlaksana kalau tidak ada kolaborasi,” ucap Yandri menegaskan.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan nasional perlu dimulai dari desa. Karena itu, keterlibatan gubernur, bupati, camat hingga kepala desa harus menjadi satu kesatuan dalam ekosistem pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wamendes Ahmad Riza Patria, Dirjen Perikanan Budidaya KKP Haeru Rahayu, serta Bupati Pati Sudewo. Mereka melakukan panen langsung ikan nila salin di Desa Dororejo.

Kendala Teknis Direspons Cepat

Tiga persoalan utama yang ditemukan dalam proses budidaya adalah terkait pakan, teknis, dan pemasaran hasil panen. Ketiganya langsung dibahas dalam pertemuan lapangan bersama para petambak.

Kemendes PDT dan KKP memastikan akan mengirim pelatih teknis ke desa. Selain itu, akses pasar akan dibuka selebar mungkin agar para petani tidak terjebak harga murah saat panen raya.

“Memang perlu pendampingan dan pemberdayaan. Kami datang ke sini bukan hanya untuk melihat tapi juga berpikir ke depan,” kata Yandri saat mendampingi panen di lokasi.

Hilirisasi produk akan diintegrasikan dengan pengembangan teknologi budidaya. Ini termasuk inovasi terhadap pakan yang efisien, serta pengemasan hasil panen yang memenuhi standar ekspor.

Ikan nila salin sendiri merupakan hasil rekayasa teknologi dari ikan air tawar yang dibudidayakan di air payau. Karakteristik ini menjadikannya lebih adaptif terhadap kadar garam tinggi.

Potensi Ekspor dan Keunggulan Nila Salin

Keunggulan ikan nila salin antara lain siklus budidaya yang lebih cepat, harga pasar yang relatif stabil, dan minim risiko kematian akibat perubahan kadar garam. Hal ini menambah peluang sebagai komoditas ekspor unggulan.

Dengan semua keunggulan tersebut, Kabupaten Pati diproyeksikan menjadi model desa swasembada dan ekspor. Program ini diharapkan menciptakan efek domino terhadap ketahanan ekonomi lokal.

Menteri Yandri menegaskan kembali bahwa kunci sukses terletak pada kemitraan yang terbangun kuat antar pemangku kepentingan. Ia menyebut program ini harus simultan dengan pelatihan, infrastruktur, dan regulasi yang memihak rakyat desa.

“Jadi produk di desa bisa kita maksimalkan,” ujarnya di hadapan warga dan petambak yang hadir di lokasi panen.

Pengembangan budidaya ikan nila salin di Kabupaten Pati menjadi proyek strategis yang didorong pemerintah pusat sebagai model desa ekspor nasional. Dengan luas lahan signifikan dan dukungan kementerian terkait, proyek ini dinilai mampu menopang kebutuhan protein nasional.

Permasalahan teknis yang muncul, seperti pakan dan distribusi, langsung ditangani melalui pelatihan serta integrasi pasar. Langkah ini penting agar petambak mendapatkan keuntungan maksimal tanpa melalui tengkulak.

Keunggulan nila salin sebagai komoditas ekspor, ditambah komitmen pemerintah dalam penguatan desa, memberi harapan baru bagi masyarakat. Pati pun diposisikan sebagai pusat transformasi ekonomi berbasis desa yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

Tags: budidaya air payauDesa Dororejo.desa swasembadaekspor desahilirisasiikan nila salinKabupaten PatiKKPkolaborasi pemerintahMendes Yandripembangunan desa.pemberdayaan petambakPrabowo SubiantoProgram MBG
Post Sebelumnya

Peneliti Muda Didorong Tembus Jurnal Q1 dan Q2

Post Selanjutnya

BNI Pimpin Transformasi Inklusi Keuangan Digital Indonesia

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

Post Selanjutnya
BNI Pimpin Transformasi Inklusi Keuangan Digital Indonesia

BNI Pimpin Transformasi Inklusi Keuangan Digital Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.