EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda BERANDA
Perang Thailand-Kamboja Meletus, 14 Orang Tewas Konflik Perbatasan Memanas

Perang Thailand-Kamboja Meletus, 14 Orang Tewas Konflik Perbatasan Memanas

Perang meletus di perbatasan Thailand-Kamboja. Serangan udara dan roket menewaskan 14 orang

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
25 Juli 2025
Kategori BERANDA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bangkok EKOIN.CO – Perang antara Thailand dan Kamboja pecah secara tiba-tiba di sepanjang perbatasan kedua negara pada Kamis, 24 Juli 2025, dan menyebabkan sedikitnya 14 orang tewas hingga Jumat pagi. Insiden tersebut terjadi di kawasan sengketa perbatasan yang telah memicu ketegangan selama beberapa bulan terakhir.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Pasukan militer kedua negara terlibat dalam baku tembak intensif yang diperparah dengan serangan udara dari pihak Thailand. Jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat dikerahkan untuk menggempur sasaran di wilayah Kamboja, menurut laporan otoritas Thailand.

Menteri Kesehatan Thailand Somsak Thepsuthin menyatakan bahwa serangan Kamboja terhadap fasilitas sipil, termasuk rumah sakit, merupakan tindakan yang harus digolongkan sebagai kejahatan perang. Pernyataan ini disampaikan kepada wartawan di Bangkok pada Jumat siang.

Bentrokan Sengit di Wilayah Sengketa Perbatasan

Berita Menarik Pilihan

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

Bentrokan pertama terjadi pada Kamis pagi di sekitar kuil kuno Ta Muen Thom, yang terletak di sepanjang perbatasan antara provinsi Surin di Thailand dan Oddar Meanchey di Kamboja. Lokasi ini merupakan titik konflik yang telah lama disengketakan oleh kedua negara.

Menurut Kementerian Pertahanan Thailand, pertempuran terus berlanjut di enam wilayah perbatasan lainnya, yang mencakup daerah-daerah strategis dan permukiman sipil. Serangan udara dan roket dilaporkan menghantam target-target militer dan infrastruktur sipil.

Militer Thailand menyebut bahwa dari enam jet tempur F-16 yang dikerahkan, salah satunya berhasil menghancurkan sasaran militer di wilayah Kamboja. “Kami telah menggunakan kekuatan udara terhadap target militer sesuai rencana,” kata Wakil Juru Bicara Militer Thailand, Richa Suksuwanon, kepada wartawan, seperti dikutip dari ABC News.

Pihak berwenang Thailand melaporkan bahwa korban tewas terdiri atas satu tentara dan 13 warga sipil dari tiga provinsi berbeda. Sementara itu, Kamboja menyatakan bahwa empat warga sipil mengalami luka-luka akibat serangan yang dilancarkan.

Latar Belakang Ketegangan dan Tudingan Saling Serang

Perselisihan perbatasan antara Thailand dan Kamboja telah berlangsung selama beberapa dekade, namun kembali meningkat sejak Mei 2025. Insiden saling tembak antar pasukan di wilayah perbatasan yang diklaim oleh kedua negara menjadi pemicu utama eskalasi terbaru ini.

Wilayah yang diperebutkan termasuk area dengan nilai sejarah dan ekonomi penting, seperti situs kuil kuno dan jalur perdagangan lokal. Masing-masing negara bersikukuh bahwa wilayah tersebut adalah bagian dari kedaulatan mereka.

Militer Thailand menuduh Kamboja memulai serangan terlebih dahulu, sementara pemerintah Kamboja menuding Thailand melanggar wilayahnya dan menggunakan kekuatan militer berlebihan. Ketegangan semakin meningkat dengan tuduhan bahwa Kamboja menyerang rumah sakit di wilayah Thailand.

Menurut sumber militer Thailand, bentrokan bersenjata tidak hanya melibatkan tentara, tetapi juga mengancam warga sipil di wilayah perbatasan. Evakuasi telah dilakukan di beberapa desa di provinsi Surin dan Sisaket.

Media lokal melaporkan bahwa suasana panik melanda warga yang tinggal di sekitar zona konflik. Pemerintah Thailand telah menetapkan status darurat militer di beberapa daerah dan memperingatkan kemungkinan eskalasi lanjutan.

Hingga Jumat pagi, belum ada pernyataan resmi dari Perdana Menteri kedua negara terkait langkah penyelesaian konflik. Namun, sejumlah organisasi internasional menyerukan agar kedua pihak segera menahan diri dan menghentikan aksi militer.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan ASEAN untuk meredakan situasi. Sementara itu, Kamboja mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggelar sidang darurat.

Sejauh ini, pertempuran belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Militer Thailand telah memperkuat kehadiran pasukan di perbatasan dan mengerahkan sistem pertahanan udara tambahan untuk mengantisipasi serangan balasan dari Kamboja.

Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengungkapkan keprihatinan atas situasi kemanusiaan yang memburuk, terutama dengan ribuan warga yang mulai mengungsi dari zona konflik ke wilayah aman di Thailand dan Kamboja.

Pengamat militer dari Asia Defense Forum menyatakan bahwa keterlibatan jet tempur dalam konflik ini menunjukkan tingginya eskalasi dan risiko meluasnya perang di kawasan Asia Tenggara. Mereka memperingatkan dampak jangka panjang jika konflik tidak segera diakhiri.

Dampak ekonomi juga mulai terasa dengan terganggunya aktivitas perdagangan lintas batas dan meningkatnya harga komoditas di wilayah terdampak. Pemerintah Thailand telah membentuk satuan tugas khusus untuk menangani dampak konflik terhadap warga sipil.

Di sisi lain, media Kamboja menuduh Thailand melakukan agresi militer yang membahayakan kedaulatan nasional mereka. Pihak Kamboja mengklaim memiliki bukti video bahwa serangan udara Thailand menghantam fasilitas sipil.

konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja menewaskan sedikitnya 14 orang dan mencederai beberapa lainnya, serta memicu kepanikan di wilayah perbatasan. Perselisihan wilayah yang berlarut-larut menjadi latar belakang utama pecahnya perang ini.

Ketegangan yang meningkat sejak Mei 2025 akhirnya memuncak dalam bentuk serangan udara dan baku tembak. Kedua pihak saling menuding dan belum ada tanda-tanda bahwa konflik akan segera mereda.

Dampak sosial dan ekonomi sudah mulai dirasakan oleh warga sipil, sementara lembaga internasional mendesak agar gencatan senjata segera diberlakukan demi mencegah krisis kemanusiaan.

Masyarakat internasional menyoroti potensi meluasnya perang dan menyerukan dialog diplomatik yang difasilitasi ASEAN atau PBB. Opsi penyelesaian damai harus segera dipertimbangkan.

yang dapat diajukan antara lain mendorong perundingan langsung antara kedua negara untuk membahas batas wilayah, menghentikan segala bentuk agresi militer, dan melibatkan mediator internasional.

Selain itu, perlu adanya perlindungan maksimal terhadap warga sipil dan fasilitas umum, terutama rumah sakit dan sekolah, yang terdampak konflik.

Pemerintah kedua negara diharapkan transparan dalam menyampaikan informasi kepada publik serta memperkuat koordinasi kemanusiaan di lapangan.

Langkah strategis lain adalah mempercepat evakuasi warga dari zona konflik dan menyediakan bantuan logistik serta psikologis bagi para pengungsi.

Kerja sama regional menjadi krusial agar perang ini tidak meluas dan mengganggu stabilitas Asia Tenggara secara menyeluruh. (*)

Tags: F-16JEt tempurKambojaperangperbatasanThailand
Post Sebelumnya

Permainan Tradisional Ramaikan Festival Anak Indonesia Hebat

Post Selanjutnya

Thailand Ultimatum Kamboja Hentikan Serangan Perbatasan

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Kemenangan 2-0 ini membawa Macan Kemayoran naik ke posisi dua klasemen sementara BRI Super League. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

oleh Danang F Pradhipta
30 Januari 2026
0

​"Kami datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kami tahu main di sini (Tangerang) selalu sulit, tapi hari ini efektivitas penyelesaian akhir...

BSI Maslahat dan IPB Perkuat Akses Pendidikan dan Sarana Keagamaan bagi Mahasiswa. Sumber dok bsimaslahat.or.id

BSI Maslahat Dukung Pendidikan Lewat Bantuan Rp6 Miliar di IPB

oleh Agus DJ
28 Januari 2026
0

Bogor, Ekoin.co - BSI Maslahat Dukung Pendidikan di Indonesia dengan melakukan kolaborasi strategis bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Institut...

Kehadiran konsep hiburan tradisional di tengah kawasan elite ini memicu perdebatan luas terkait etika ruang publik dan legalitas perizinan usaha di awal tahun 2026. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

PIK 2 Rasa Pantura: Ketika Kawasan Elit Jakarta Utara Tergoda ‘Servis’ Kopi Pangku

oleh Admin EKOIN.CO
23 Januari 2026
0

Di satu sisi, fenomena ini dianggap sebagai keunikan urban, namun di sisi lain, desakan untuk penertiban mulai bermunculan seiring dengan...

Post Selanjutnya
Thailand Ultimatum Kamboja Hentikan Serangan Perbatasan

Thailand Ultimatum Kamboja Hentikan Serangan Perbatasan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.