EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM HIKMAH
Generasi Iklim Bermain dan Belajar Jaga Lingkungan

Sumber dok kemenag.go.id

Generasi Iklim Bermain dan Belajar Jaga Lingkungan

Dalam aksi yang berlangsung di TIM Jakarta ini, Kementerian Agama menekankan pentingnya program ekoteologi di madrasah, mendorong guru menjadi duta lingkungan, serta membentuk generasi muda yang beriman dan mencintai bumi secara nyata.

Agus DJ oleh Agus DJ
28 Juli 2025
Kategori HIKMAH, LINGKUNGAN, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Ratusan anak dan keluarga memadati kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Sabtu pagi (26/7/2025). Aksi Generasi Iklim (AGI) bertema Sehari Bermain Bersama Anak digelar untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Acara ini terselenggara atas kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta organisasi internasional Save the Children.

Berbagai aktivitas edukatif dihadirkan, mulai dari permainan ramah lingkungan, lokakarya pengelolaan sampah, hingga dongeng interaktif bertema pelestarian alam. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi yang dipandu oleh relawan.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Thobib Al Asyhar, turut hadir mewakili Menteri Agama. Dalam konferensi pers, ia menggarisbawahi pentingnya keterlibatan pendidikan dalam menyelamatkan lingkungan.

“Kementerian Agama memiliki program prioritas Ekoteologi yang menjadi bagian dari Trilogi Cinta: cinta kepada Tuhan, sesama, dan alam. Ini bukan hanya konsep, tetapi menjadi spirit utama dalam pengelolaan pendidikan di madrasah, pesantren, maupun lembaga pendidikan lainnya,” ujarnya.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Pendidikan Sebagai Pilar Kesadaran Iklim

Menurut Thobib, program ekoteologi bukan sekadar teori. Pihaknya telah mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan dalam kegiatan pendidikan secara menyeluruh di lingkungan madrasah.

Ia memaparkan beberapa langkah nyata seperti gerakan zero waste, larangan penggunaan botol plastik sekali pakai, pemilahan sampah, dan gerakan bebas kertas yang diterapkan di berbagai madrasah.

“Semua ini untuk membentuk kesadaran ekologis sejak dini,” tegas Thobib di hadapan media. Ia menambahkan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari pembangunan karakter generasi masa depan.

Thobib juga menyebutkan inisiatif Menteri Agama dalam memimpin gerakan menanam pohon matoa secara nasional saat pencanangan pesantren internasional di kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok.

Ia menilai gerakan tersebut sebagai simbol konkret dari komitmen menjaga lingkungan. Aksi menanam pohon dianggap sebagai pesan nyata kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian bumi.

Guru Madrasah Jadi Duta Ekoteologi

Thobib menekankan bahwa guru dan tenaga kependidikan (tendik) merupakan kunci utama perubahan. Menurutnya, mereka bukan hanya pengajar, tetapi agen transformasi sosial yang berperan menanamkan nilai ekologi.

“Kami akan mendorong seluruh guru dan tendik madrasah untuk menjadi duta ekoteologi. Mereka adalah pionir yang bisa menyuarakan dan menanamkan kesadaran bahwa perubahan iklim bukan isu masa depan, tapi ancaman nyata hari ini—dari banjir, longsor, kebakaran hutan, hingga munculnya penyakit menular yang semakin meluas,” kata Thobib.

Ia menyatakan komitmen Kemenag dalam menjadikan madrasah sebagai institusi strategis untuk membentuk generasi yang beriman dan berwawasan ekologis. Perpaduan nilai spiritual dan kesadaran lingkungan menjadi fondasi kuat untuk perubahan jangka panjang.

Acara ini diakhiri dengan kegiatan simbolis permainan ramah lingkungan bersama anak-anak dan penanaman bibit pohon. Para peserta membawa pulang edukasi penting tentang mencintai bumi mulai dari rumah masing-masing.

Aksi Generasi Iklim di Taman Ismail Marzuki menjadi momen penting yang menegaskan perlunya sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam merespons isu lingkungan. Anak-anak diperkenalkan pada konsep mencintai bumi dengan cara yang menyenangkan dan mendalam.

Melalui pendekatan ekoteologi, Kementerian Agama menunjukkan keseriusan membangun kesadaran iklim sejak dini. Gerakan ini tidak hanya menyentuh ranah spiritual, tetapi juga mendorong praktik konkret yang ramah lingkungan di madrasah dan pesantren.

Dengan keterlibatan para guru sebagai duta ekoteologi, diharapkan tumbuh generasi Indonesia yang tidak hanya taat beragama, tetapi juga peduli lingkungan. Sebab mencintai alam adalah bagian dari ibadah yang harus dijaga sepanjang waktu.(*)

Tags: 26 Juli 2025.Aksi Generasi IklimDepokduta iklimEkoteologiguru madrasahJakartaKemenagKemenko PMKKementerian PPPAmadrasahpendidikan lingkunganperubahan iklimpohon matoaSave The ChildrenTaman Ismail MarzukiUIIIZero Waste
Post Sebelumnya

Budaya Jadi Andalan Baru Pariwisata Nasional

Post Selanjutnya

FGD Nasional Bahas Keselamatan Wisata Indonesia

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
FGD Nasional Bahas Keselamatan Wisata Indonesia

FGD Nasional Bahas Keselamatan Wisata Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.