EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
Nostradamus Ramal Perang Indonesia Australia Tahun 2037

Nostradamus Ramal Perang Indonesia Australia Tahun 2037

Ramalan perang antara Indonesia dan Australia makin ramai dibicarakan. Perang besar itu disebut bakal pecah pada tahun 2037.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
31 Juli 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Ramalan tentang perang besar antara Indonesia dan Australia kembali menjadi perbincangan luas setelah nama peramal terkenal Nostradamus kembali muncul ke permukaan. Prediksi konflik ini dikabarkan akan terjadi pada tahun 2037 dan diperkirakan berlangsung di wilayah Laut Hindia dan sekitarnya, termasuk kawasan sengketa seperti Pulau Pasir. Banyak pihak menyebut ramalan ini cukup membuat khawatir, mengingat ketegangan antara kedua negara memang memiliki akar persoalan nyata.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Nama Nostradamus, peramal asal Prancis, disebut-sebut telah menuliskan ramalan mengenai potensi konflik tersebut dalam karyanya Les Propheties yang diterbitkan pada tahun 1555. Dalam salah satu bagiannya, ia mengungkapkan tentang perang besar yang akan melibatkan negara-negara di belahan selatan bumi, dan hal ini dikaitkan dengan posisi geografis Indonesia dan Australia yang berada di bagian selatan dunia.

Nostradamus dan prediksi konflik bersenjata

Dalam ramalannya, Nostradamus menuliskan bahwa akan terjadi bentrokan hebat antara dua kekuatan besar dari selatan. Frasa ini menimbulkan banyak spekulasi, terutama di kalangan pemerhati geopolitik dan penggemar teori konspirasi. Sejumlah pihak mengaitkan pernyataan tersebut dengan ketegangan aktual yang terjadi antara Indonesia dan Australia akibat klaim wilayah di Pulau Pasir, atau dikenal juga sebagai Ashmore Reef oleh Australia.

Pulau kecil tersebut telah lama menjadi titik sengketa, dengan kedua negara mengklaim hak atas sumber daya alam dan zona ekonomi eksklusif di sekitarnya. Seiring waktu, isu ini berkembang menjadi persoalan politik dan keamanan regional. Meskipun belum ada indikasi nyata bahwa konflik akan memburuk, ramalan Nostradamus dianggap memperkuat kekhawatiran tersebut.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Ketegangan nyata di Laut Hindia

Ketegangan di Laut Hindia dan sekitarnya tidak bisa diabaikan. Dalam beberapa tahun terakhir, Australia diketahui meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut, termasuk latihan militer gabungan dengan negara-negara sekutu. Di sisi lain, Indonesia juga melakukan langkah serupa dengan memperkuat penjagaan perbatasan maritim serta pengawasan terhadap pelanggaran wilayah.

Menurut sejumlah pengamat, potensi konflik antara kedua negara memang ada, terutama jika sengketa wilayah tidak segera diselesaikan secara diplomatis. Namun, hingga kini, pemerintah kedua negara menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur damai. Pernyataan ini dimaksudkan untuk meredam spekulasi dan ketakutan publik atas kemungkinan perang besar.

Sementara itu, ramalan Nostradamus tetap menjadi perbincangan hangat di media sosial dan berbagai forum diskusi. Banyak netizen menyoroti tahun 2037 sebagai tahun yang disebut dalam prediksi tersebut, meski belum ada penjelasan pasti mengenai relevansi angka tersebut dengan situasi saat ini. Para ahli sejarah dan budaya tetap mengingatkan bahwa ramalan seperti ini harus disikapi dengan bijak.

Mereka juga menekankan bahwa banyak ramalan Nostradamus yang bersifat ambigu dan multiinterpretatif. Oleh sebab itu, keterkaitan langsung dengan situasi geopolitik kontemporer seringkali menjadi bentuk penyesuaian narasi. Namun demikian, berita tentang ramalan ini terus menyebar dan mengundang reaksi beragam dari masyarakat.

Dalam perkembangan lainnya, sejumlah analis pertahanan mengatakan bahwa penting untuk tetap menjaga stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Mereka mengingatkan bahwa situasi global saat ini rentan terhadap konflik baru jika tidak ditangani secara serius, terutama di wilayah yang memiliki potensi sengketa seperti Laut Hindia.

Ketegangan maritim juga turut menjadi sorotan dalam berbagai pertemuan diplomatik regional. Beberapa negara menyerukan agar semua pihak menghormati hukum internasional dan menjaga kebebasan navigasi di kawasan tersebut. Hal ini termasuk sengketa yang melibatkan Indonesia dan Australia.

Sejumlah kalangan menilai bahwa pemberitaan mengenai ramalan perang besar ini bisa berdampak pada persepsi publik, terutama jika tidak diimbangi dengan informasi yang objektif dan komprehensif. Oleh karena itu, media dan pemerintah diminta untuk memberi klarifikasi dan edukasi kepada masyarakat.

Beberapa pengamat juga mengungkapkan pentingnya memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Australia dalam bidang pertahanan dan keamanan. Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah eskalasi yang tidak diinginkan di masa mendatang, termasuk kemungkinan kesalahpahaman terkait kegiatan militer di kawasan sengketa.

Kendati demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari kedua pemerintah mengenai kaitan antara ramalan tersebut dengan kebijakan luar negeri atau pertahanan masing-masing negara. Isu ini tetap berada di ranah diskursus publik dan tidak masuk dalam agenda resmi negara.

Bagi sebagian kalangan, ramalan Nostradamus tetap menjadi bagian dari warisan sejarah yang menarik untuk dibahas. Namun mereka menegaskan bahwa masa depan hubungan antarnegara ditentukan oleh kebijakan yang rasional dan dialog yang konstruktif, bukan oleh prediksi masa lalu.

dari pemberitaan ini adalah bahwa ramalan perang besar antara Indonesia dan Australia masih bersifat spekulatif dan tidak memiliki dasar fakta konkret. Meski demikian, masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi konflik yang bisa terjadi akibat sengketa wilayah, namun tetap mengutamakan penyelesaian damai.

bagi kedua negara adalah untuk meningkatkan intensitas dialog bilateral, menyelesaikan perbedaan melalui hukum internasional, serta memperkuat kerja sama di bidang pertahanan guna mencegah kesalahpahaman. Selain itu, penting bagi publik untuk menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh ramalan atau isu yang belum tentu akurat.

Pemerintah dan media diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya stabilitas kawasan serta menjelaskan posisi resmi negara terkait isu-isu strategis. Langkah ini akan membantu menciptakan pemahaman yang lebih baik dan memperkuat kepercayaan publik terhadap upaya diplomatik.

Di sisi lain, penelitian akademik dan kajian kebijakan terkait Laut Hindia perlu ditingkatkan, sehingga isu strategis ini dapat dikaji secara ilmiah dan tidak hanya berdasarkan prediksi atau mitos. Pendekatan ini akan memperkaya diskursus publik dengan perspektif yang lebih rasional dan solutif.

Terakhir, penting bagi semua pihak untuk menjaga kedamaian dan stabilitas kawasan melalui kerja sama regional serta menghormati norma internasional. Dengan demikian, potensi konflik dapat ditekan dan kehidupan masyarakat di kawasan tetap aman serta sejahtera. (*)


 

Tags: AustraliaindonesiaLaut HindiaNostradamusperangPulau Pasir
Post Sebelumnya

Saudi: Dua Negara Kunci Perdamaian Gaza Putri Reema Desak Akhiri Konflik Palestina

Post Selanjutnya

Australia Teken Pernyataan Akui Palestina

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Australia Teken Pernyataan Akui Palestina

Australia Teken Pernyataan Akui Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.