EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Apple Tingkatkan Investasi di AS, Harga iPhone Terancam Naik Drastis

Apple Tingkatkan Investasi di AS, Harga iPhone Terancam Naik Drastis

Pemerintahan Donald Trump berhasil mendorong Apple untuk meningkatkan investasi di Amerika Serikat (AS) sebesar US$100 miliar selama empat tahun ke depan. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Apple akan memindahkan sebagian rantai produksinya ke AS, yang dapat berdampak pada kenaikan harga iPhone secara signifikan, berkisar antara 25% hingga lebih dari dua kali lipat, seperti yang diprediksi oleh beberapa analis. Meski demikian, pihak Apple belum memberikan detail spesifik apakah investasi tersebut akan digunakan untuk produksi iPhone, serta masih ada tantangan besar terkait biaya, tenaga kerja, dan kualitas produksi.

Ray oleh Ray
7 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kebijakan pemerintahan Donald Trump untuk meningkatkan fasilitas manufaktur di Amerika Serikat (AS) nampaknya mulai membuahkan hasil. Apple telah mengumumkan penambahan investasi signifikan dari US$500 miliar menjadi US$600 miliar selama empat tahun mendatang di AS. Meskipun demikian, CEO Apple, Tim Cook, belum secara gamblang menyatakan bahwa investasi baru tersebut secara spesifik untuk membangun pabrik iPhone. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar terkait masa depan harga perangkat ikonik tersebut.

Sejatinya, wacana pembangunan pabrik iPhone di AS sudah lama menjadi sorotan, bahkan sejak era kepemimpinan Barrack Obama. Namun, selama ini, Apple masih mengandalkan rantai pasokan di Tiongkok. Belakangan ini, Apple mulai melakukan diversifikasi produksi iPhone ke negara lain, seperti India, seiring dengan ancaman tarif tinggi yang dilayangkan oleh Trump. Langkah ini, bagaimanapun, belum sepenuhnya memuaskan presiden.

Trump menegaskan kembali keinginannya agar iPhone diproduksi di AS, bukan di Tiongkok atau India. Bahkan, ia mengancam akan menerapkan tarif tambahan sebesar 25% untuk iPhone yang dijual di AS, tetapi diproduksi di negara lain. Hubungan antara Trump dan Tim Cook pun dapat digambarkan sebagai pasang surut sejak Trump dilantik untuk masa jabatan keduanya pada Januari 2025.

Pertanyaan besar pun muncul: apa dampaknya jika iPhone benar-benar diproduksi di AS?

Menurut Profesor Emeritus Duke University, Gary Gereffi, pendekatan yang paling realistis adalah dengan merekonstruksi rantai pasokan, di mana Apple bisa mengalihkan manufaktur komponen utama ke Amerika Utara. Namun, tantangan lain muncul dari segi tenaga kerja. Profesor bisnis Universitas Johns Hopkins, Tinglong Dai, dikutip dari Wall Street Journal, berpendapat, “Kita mengalami kekurangan tenaga kerja yang sangat parah. Dan telah kehilangan seni manufaktur skala besar.” Sebagai perbandingan, pabrikan perakit iPhone di Tiongkok, Foxconn, memperkerjakan 300.000 pekerja, sedangkan perekrutan tenaga kerja di AS akan menjadi salah satu masalah terbesar.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Selain masalah tenaga kerja, biaya produksi juga menjadi persoalan. Analis Bank of America Securities, Wamsi Mohan, mengatakan bahwa iPhone 16 Pro yang saat ini dijual seharga US$1.199 bisa mengalami kenaikan harga hingga 25%, menjadi sekitar US$1.500, hanya karena biaya tenaga kerja yang lebih mahal di AS. Perkiraan yang lebih ekstrem disampaikan oleh analis Wedbush, Dan Ives, seperti dikutip dari CNBC International. Ia memperkirakan harga iPhone buatan pabrik AS bisa mencapai US$3.500. Ives mengestimasi Apple harus mengeluarkan US$30 miliar selama tiga tahun ke depan hanya untuk memindahkan 10% dari rantai pasokannya ke AS.

Dai juga menambahkan, “AS memiliki kapasitas memproduksi komponen smartphone di sejumlah area, namun bukan yang terbaik.” Ini mengindikasikan bahwa kualitas produk bisa saja menurun, setidaknya pada awal pabrikan AS beroperasi. Perlu diingat bahwa Apple merancang produknya di California, tetapi proses produksi dan perakitan mengandalkan manufaktur kontrak seperti Foxconn. Jika Apple berhasil membujuk mitra-mitra manufaktur untuk memproduksi iPhone di AS, proses pembangunan fasilitas dan pemasangan alat akan memakan waktu bertahun-tahun. Selain itu, tidak ada jaminan bahwa kebijakan perdagangan tidak akan berubah di masa mendatang. Sampai saat ini, detail perinci terkait investasi Apple masih belum jelas, apakah akan benar-benar digunakan untuk produksi iPhone atau hal lainnya.

Tags: Amerika SerikatAppleBank of America SecuritiesChinaDan IvesFoxconnGary Gereffiharga iPhoneIndiainvestasiiPhonePabrikrantai pasokanTim CookTinglong DaiWall Street JournalWamsi Mohan
Post Sebelumnya

KPK Panggil Nadiem Makarim Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Google Cloud

Post Selanjutnya

Kaledonia Baru Bakal Menjadi ‘Negara’ Baru, Didukung Penuh oleh Presiden Macron

Ray

Ray

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Kaledonia Baru Bakal Menjadi ‘Negara’ Baru, Didukung Penuh oleh Presiden Macron

Kaledonia Baru Bakal Menjadi 'Negara' Baru, Didukung Penuh oleh Presiden Macron

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.