EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda HIBURAN
Ciri Gagal Ginjal Terlihat dari Urine

Ciri Gagal Ginjal Terlihat dari Urine

Perubahan warna, tekstur, atau jumlah urine dapat menjadi tanda awal gagal ginjal. Deteksi dini melalui pemeriksaan urine mampu mencegah kerusakan ginjal permanen.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
15 Agustus 2025
Kategori HIBURAN, KESEHATAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Perubahan pada warna, tekstur, maupun jumlah urine dapat menjadi sinyal awal adanya masalah kesehatan serius, termasuk gagal ginjal. Menurut para ahli, mengenali tanda-tanda ini sejak dini bisa membantu mencegah kerusakan ginjal lebih parah.
[Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v]

Warna Urine dan Hubungannya dengan Gagal Ginjal

Warna urine normal umumnya berkisar dari kuning pucat hingga kuning tua, bergantung pada asupan cairan harian. Semakin banyak konsumsi air putih, warna urine cenderung lebih jernih. Sebaliknya, kurang minum air membuat urine tampak lebih pekat.

Dokter spesialis nefrologi Pringgodo Nugroho menjelaskan, perubahan pada urine dapat menjadi indikator adanya gangguan ginjal. “Salah satu gejala yang diperhatikan itu urine, apakah ada perubahan. Pertama, kalau urine berbusa banyak, biasanya ada protein di urine yang seharusnya tidak ada,” ujarnya, dikutip dari CNBC Indonesia.

Ginjal yang sehat berfungsi menyaring darah dan membuang limbah tubuh melalui urine. Pada penderita gagal ginjal, kemampuan ini menurun, menyebabkan cairan dan zat sisa menumpuk di dalam tubuh.

Perubahan warna atau tekstur urine sering kali merupakan tanda bahwa ginjal mulai kehilangan fungsinya. Karena itu, perhatian terhadap detail kecil ini dapat menjadi langkah preventif yang penting.

Berita Menarik Pilihan

Pandji Pragiwaksono Datang ke Polda Metro untuk Sampaikan Hasil Obrolan Bersama MUI

Vika Kolesnaya Alami Baby Blues, Billy Syahputra Ungkap Caranya Hadapi Sang Istri

Ciri-Ciri Gagal Ginjal yang Terlihat dari Urine

Beberapa gejala urine yang patut diwaspadai antara lain:
Pertama, sering bangun malam untuk buang air kecil. Peningkatan frekuensi kencing, terutama pada malam hari, dapat menjadi tanda awal gagal ginjal. Namun, sebagian penderita justru mengalami kesulitan buang air kecil, dengan warna urine yang lebih pucat dari biasanya.

Kedua, urine berbusa seperti telur kocok. Kondisi ini menandakan adanya protein berlebih, terutama albumin, yang bocor ke dalam urine. Fenomena ini disebut proteinuria dan merupakan sinyal bahwa fungsi ginjal terganggu.

Ketiga, urine berwarna gelap atau kemerahan. Warna cokelat tua atau merah dapat mengindikasikan adanya darah dalam urine. Pada peradangan ginjal, sel darah merah sering kali ikut keluar bersama urine.

Keempat, perubahan tekstur dan jumlah urine. Volume urine yang menurun drastis atau sebaliknya menjadi terlalu encer dalam jangka panjang patut diwaspadai sebagai tanda potensi gagal ginjal.

Selain pengamatan langsung, diagnosis pasti hanya bisa ditegakkan melalui pemeriksaan laboratorium. Tes urine akan mengidentifikasi adanya eritrosit (sel darah merah) atau leukosit (sel darah putih) yang seharusnya tidak ditemukan pada ginjal sehat.

Memantau kondisi urine tidak memerlukan biaya besar, tetapi dapat berdampak besar pada pencegahan penyakit ginjal. Langkah sederhana ini sering kali menjadi penyelamat jika dilakukan tepat waktu.

Para ahli menekankan pentingnya pemeriksaan medis segera jika terdapat perubahan urine yang mencurigakan. Penundaan pemeriksaan dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen.

Kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda gagal ginjal masih tergolong rendah. Padahal, deteksi dini memberi peluang lebih besar untuk mencegah komplikasi yang mengancam nyawa.

Menjaga pola hidup sehat, mengontrol tekanan darah, serta membatasi konsumsi garam dan gula juga berperan penting dalam melindungi fungsi ginjal.

Pemeriksaan rutin bagi kelompok berisiko, seperti penderita diabetes dan hipertensi, sangat dianjurkan untuk memantau kesehatan ginjal.

Edukasi publik mengenai pentingnya memeriksa urine secara berkala perlu terus digencarkan, terutama di daerah dengan akses terbatas ke layanan kesehatan.

Peningkatan kesadaran ini diharapkan dapat menekan angka kasus gagal ginjal di Indonesia.

Dengan memahami sinyal dari tubuh, masyarakat dapat mengambil langkah cepat sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

Pemerintah dan tenaga medis diharapkan dapat bekerja sama memperluas kampanye deteksi dini gangguan ginjal melalui pemeriksaan urine sederhana.

Kesimpulannya, perhatian pada detail kecil seperti perubahan warna dan tekstur urine adalah investasi kesehatan yang sangat berharga.

Masyarakat perlu lebih peka terhadap perubahan pada urine karena hal tersebut bisa menjadi tanda awal gagal ginjal. Pemeriksaan laboratorium menjadi langkah lanjutan untuk memastikan diagnosis.

Langkah sederhana seperti memperbanyak minum air putih dan menjaga pola makan sehat dapat membantu melindungi fungsi ginjal.

Deteksi dini memberi peluang besar untuk mencegah komplikasi serius akibat gagal ginjal.

Pemeriksaan rutin sangat dianjurkan bagi orang dengan faktor risiko tinggi.

Edukasi kesehatan publik menjadi kunci untuk menurunkan angka kasus gagal ginjal di masa depan. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: deteksi dinigagal ginjalginjalkesehatanpenyakiturine
Post Sebelumnya

7 Kebiasaan Sepele yang Merusak Otak

Post Selanjutnya

Mengenal Alaska, Wilayah yang Dijual Rusia ke AS

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pandji Pragiwaksono Datang ke Polda Metro untuk Sampaikan Hasil Obrolan Bersama MUI

Pandji Pragiwaksono Datang ke Polda Metro untuk Sampaikan Hasil Obrolan Bersama MUI

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Di tengah sorotan publik dan rentetan laporan hukum terkait pertunjukan Mens Rea, Pandji Pragiwaksono memilih langkah yang...

Kebahagiaan menyambut kelahiran anak pertama tak selalu berjalan mulus. Billy Syahputra dan istrinya, Vika Kolesnaya, merasakan langsung fase adaptasi emosional yang kerap dialami pasangan baru setelah persalinan.

Vika Kolesnaya Alami Baby Blues, Billy Syahputra Ungkap Caranya Hadapi Sang Istri

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

Faktor lain yang memperkuat tekanan emosional Vika adalah kerinduan kepada ibunya yang berada di Belarus. Sebagai anak perempuan satu-satunya, ia...

Pinkan Mambo Bikin Sensasi di Awal 2026, Ngamen dan Jualan

Pinkan Mambo Bikin Sensasi di Awal 2026, Ngamen dan Jualan

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Mengawali tahun 2026, Pinkan Mambo kembali mencuri perhatian publik dengan pilihan hidup yang jauh dari pakem selebritas...

IMS 2026 Resmi Dibuka, 180 Merek Otomotif Serbu JIExpo Kemayoran

Mau ke IIMS 2026? Simak Jadwal, Harga Tiket, dan Daftar Fasilitas Gratis untuk Lansia

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Pameran yang berlangsung sampai 15 Februari tersebut tidak sekadar menampilkan produk otomotif terbaru, tetapi juga memadukan unsur hiburan dan gaya...

Post Selanjutnya
Mengenal Alaska, Wilayah yang Dijual Rusia ke AS

Mengenal Alaska, Wilayah yang Dijual Rusia ke AS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.