Blora, Ekoin.co – Kebakaran hebat melanda sebuah sumur minyak milik masyarakat di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (17/8) siang. Peristiwa ini mengakibatkan satu orang tewas dan empat korban lainnya mengalami luka bakar serius. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Farida Laela, yang memastikan kondisi para korban saat ini.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Menurut dr. Farida, para korban mengalami luka bakar 70-90 persen. “Berdasarkan catatan IGD, satu orang meninggal dunia dan empat warga mengalami luka bakar 70-90 persen. Saat ini korban luka sedang dalam proses rujukan,” ujarnya ketika ditemui di Blora, Minggu (17/8).
Kasi Humas Polres Blora, AKP Gembong Widodo, menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 12.51 WIB setelah sebelumnya sumur minyak mengalami blow out. Peristiwa ini memicu semburan api besar yang langsung menjalar ke titik pengeboran minyak.
“Kobaran api langsung membesar dan melalap area pengeboran. Warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri,” kata AKP Gembong. Hingga sore hari, api masih menyala dan petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman.
Upaya Penanganan di Lokasi
Api yang membumbung tinggi menyulitkan proses penanganan. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Petugas juga mendapat bantuan dari aparat kepolisian dan TNI guna mengamankan lokasi.
Kondisi medan di sekitar sumur minyak ilegal tersebut cukup menyulitkan. Akses jalan yang sempit membuat mobil pemadam bergerak terbatas. Meski demikian, upaya terus dilakukan agar api tidak meluas ke permukiman warga.
Pihak kepolisian juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya warga yang mendekat terlalu dekat ke sumber api yang masih menyala.
BACA JUGA
Beban Negara, PGRI Kritik Pernyataan Menteri
Hingga malam hari, proses pemadaman masih berlangsung. Petugas berupaya mencegah agar kobaran api tidak menyebar lebih luas ke area perkebunan dan pemukiman yang berada di dekat lokasi.
Investigasi Penyebab Kebakaran
Aparat kepolisian kini tengah menyelidiki penyebab pasti kebakaran sumur minyak ilegal tersebut. Sumur yang terbakar diketahui merupakan sumur minyak milik masyarakat yang sudah lama dioperasikan secara tradisional.
Kasat Reskrim Polres Blora sedang melakukan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi. Polisi juga akan berkoordinasi dengan ahli migas untuk memastikan faktor teknis yang menyebabkan terjadinya blow out.
Sementara itu, pemerintah daerah setempat turut memberikan perhatian terhadap peristiwa ini. Aparat desa bersama tim gabungan membantu evakuasi korban dan memastikan kebutuhan darurat bagi warga sekitar lokasi.
Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden kebakaran sumur minyak di Jawa Tengah. Sebelumnya, beberapa kejadian serupa juga tercatat menelan korban jiwa. Pola yang sama, yaitu pengeboran ilegal tanpa standar keamanan, menjadi perhatian utama pihak berwenang.
Korban luka yang sudah dirujuk kini mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit terdekat. Tim medis menyatakan kondisi mereka cukup kritis sehingga memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit rujukan dengan fasilitas penanganan luka bakar lengkap.
Kebakaran ini juga menimbulkan kerugian material yang besar. Selain menelan korban jiwa, peralatan pengeboran tradisional di sekitar lokasi habis dilalap api. Warga yang sebelumnya bekerja di area tersebut kini harus menghentikan aktivitas mereka.
Dampak lingkungan akibat kebakaran masih dalam pengamatan. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan berpotensi mengganggu kualitas udara di sekitar desa. Tim gabungan juga melakukan pemantauan terhadap kemungkinan pencemaran di area persawahan.
Masyarakat sekitar berharap agar penanganan segera dilakukan secara tuntas. Beberapa warga mengaku trauma akibat kobaran api yang tiba-tiba membesar. Situasi panik membuat banyak orang meninggalkan barang berharga demi menyelamatkan diri.
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan api dapat sepenuhnya dipadamkan. Petugas pemadam kebakaran bersama tim gabungan masih terus berjibaku di lapangan untuk mengendalikan situasi.
Saran dari pemerintah agar masyarakat tidak lagi melakukan pengeboran minyak secara ilegal semakin ditegaskan. Aparat menekankan pentingnya keselamatan kerja serta perlunya regulasi yang lebih ketat dalam mengawasi aktivitas pengeboran tradisional.
Kebakaran sumur minyak Blora ini menjadi pengingat betapa pentingnya standar keamanan dalam kegiatan eksplorasi minyak, sekalipun dilakukan secara tradisional. Insiden ini sekaligus menegaskan perlunya langkah pencegahan yang lebih konkret agar kejadian serupa tidak berulang.





