TEHERAN, EKOIN.CO – Menteri Pertahanan Iran Brigjen Aziz Nasirzadeh menegaskan bahwa rudal yang ditembakkan ke Israel dalam perang 12 hari pada Juni lalu bukanlah senjata terbaru. Menurutnya, Iran masih menyimpan persenjataan baru yang jauh lebih dahsyat jika Israel kembali melancarkan serangan.
Gabung WA Channel EKOIN
Iran Tegaskan Kekuatan Rudal
Dalam pernyataan pada Rabu (20/8/2025) yang dikutip dari Press TV, Nasirzadeh menuturkan bahwa seluruh rudal yang menghantam Israel merupakan produksi lama dari Kementerian Pertahanan Iran. Ia memperingatkan bahwa senjata terbaru milik Teheran memiliki kemampuan jauh melampaui serangan sebelumnya.
“Dalam perang selama 12 hari itu, kita menghadapi kekuatan yang mendapat dukungan penuh. Republik Islam Iran tidak hanya menghadapi rezim Zionis, tetapi juga seluruh logistik, intelijen, dan dukungan dari Amerika Serikat,” kata Nasirzadeh.
Menurutnya, dunia telah menyaksikan bagaimana rudal-rudal Iran sukses mengenai target di berbagai lokasi Israel. Ia menambahkan, produksi rudal tersebut murni berasal dari dalam negeri, tanpa ketergantungan impor senjata.
Iran disebut meluncurkan lebih dari 550 rudal balistik dan 1.000 drone selama konflik. Video dan foto yang beredar di media sosial memperlihatkan rudal Teheran menghantam sasaran dengan tepat.
Israel Tertekan Pertahanan Rudal
Nasirzadeh menyinggung bahwa Israel mengerahkan sistem pertahanan terbaiknya, mulai dari THAAD, MIM-104 Patriot, Iron Dome, hingga Arrow. Namun, efektivitas pertahanan disebut tidak maksimal.
“Meski menggunakan semua sistem ini, rezim Zionis hanya berhasil menangkis sekitar 40 persen rudal kita pada hari-hari awal perang,” ungkapnya.
Pada tahap akhir perang, ia mengklaim hingga 90 persen rudal Iran berhasil mengenai target. Menurutnya, kecenderungan ini menunjukkan kemampuan Israel kian melemah, sedangkan pengalaman Iran semakin bertambah.
Jika pola tersebut berlanjut, Nasirzadeh menyebut Angkatan Bersenjata Iran akan unggul di masa depan. Ia menegaskan, setiap ancaman dari Israel akan dijawab dengan rudal baru yang lebih ampuh.
Serangan Balasan Iran
Konflik berlangsung sejak 13 hingga 24 Juni 2025, dimulai dari serangan Israel ke Iran yang menargetkan fasilitas militer, nuklir, dan sipil. Beberapa panglima militer serta ilmuwan nuklir Iran turut menjadi korban.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan besar-besaran, termasuk operasi pada 23 Juni yang menghantam pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar. Operasi tersebut diberi nama “Kabar Baik Kemenangan” dengan melibatkan lebih dari 30 rudal dan drone.
Pangkalan Israel Jadi Sasaran
Data radar yang dipublikasikan The Telegraph pada Juli lalu menunjukkan enam rudal Iran berhasil menghantam lima pangkalan militer Israel. Analisis dari Oregon State University menyebut target serangan berada di wilayah utara, tengah, dan selatan Israel.
Pangkalan udara Tel Nof di pusat Israel tercatat sebagai salah satu sasaran utama. Selain itu, pangkalan intelijen Glilot di utara Tel Aviv serta fasilitas logistik Zipporit dekat Nazareth juga menjadi target.
Dua pangkalan lainnya dirahasiakan oleh otoritas Israel karena alasan sensor militer. Pemerintah Israel memang melarang publikasi detail mengenai fasilitas militer untuk mencegah evaluasi strategis Iran.
Sementara itu, otoritas Israel belum memberikan data resmi terkait kerusakan akibat serangan rudal. Namun laporan satelit menguatkan bahwa sejumlah infrastruktur strategis mengalami dampak serius.
Perang 12 hari antara Iran dan Israel memperlihatkan bahwa rudal lama Iran saja mampu menembus pertahanan canggih Israel.
Iran menegaskan masih memiliki rudal baru yang lebih dahsyat untuk digunakan jika konflik kembali pecah.
Efektivitas sistem pertahanan udara Israel dipertanyakan setelah banyak rudal Iran menghantam target vital.
Kekuatan rudal domestik menjadi simbol kemandirian militer Iran dalam menghadapi Israel maupun Amerika Serikat.
Dengan eskalasi yang terus meningkat, kawasan Timur Tengah berpotensi menghadapi babak baru ketegangan bersenjata. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





