Tel Aviv, EKOIN.CO- Tel Aviv menghadapi ancaman serius setelah Iran menegaskan kesiapan meluncurkan rudal kiamat ke jantung Israel, sementara Mesir mengerahkan puluhan ribu tentaranya ke perbatasan Gaza. Situasi perang Hamas–Israel semakin panas dengan banyak negara mulai menunjukkan sikap tegas terhadap Tel Aviv.
Gabung WA Channel EKOIN untuk update terkini.
TEL AVIV, EKOIN.CO – Ketegangan perang Hamas–Israel terus meningkat. Iran secara terang-terangan mengancam akan menghantam Tel Aviv dengan rudal kiamat, jika Israel tidak menghentikan operasi militernya di Gaza. Ancaman ini menimbulkan kekhawatiran besar di kawasan, terutama setelah Mesir juga menurunkan kekuatan militer di perbatasan.
Mesir kerahkan tentara hadapi Israel
Pemerintah Mesir mengumumkan pengerahan sekitar 40.000 pasukan ke perbatasan Gaza. Langkah ini disebut sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina dan peringatan kepada Israel agar tidak melakukan pencaplokan wilayah.
Media regional melaporkan bahwa pengerahan besar-besaran tersebut menjadi salah satu manuver militer terbesar Mesir dalam beberapa tahun terakhir. Cairo menegaskan komitmennya untuk mencegah eskalasi yang lebih luas di wilayah tersebut.
Kehadiran puluhan ribu tentara Mesir di perbatasan juga menjadi sinyal kuat bahwa Tel Aviv kini menghadapi tekanan dari berbagai arah. Situasi ini dinilai semakin menyulitkan Israel yang sudah terlibat konflik panjang di Gaza.
Sementara itu, pejabat Israel menolak memberikan komentar resmi terkait pengerahan militer Mesir, namun sumber keamanan menyebutkan bahwa Tel Aviv tengah meningkatkan kewaspadaan di kawasan Sinai.
Iran siagakan rudal kiamat
Di sisi lain, Iran mengumumkan kesiapan penuh militernya menghadapi kemungkinan bentrok langsung dengan Israel. Pasukan Teheran disebut dalam posisi siaga tinggi, dengan rudal balistik jarak jauh yang mampu menghantam Tel Aviv hanya dalam hitungan menit.
Ancaman rudal kiamat dari Iran menjadi perhatian besar dunia internasional. Jika serangan benar terjadi, maka bukan hanya Tel Aviv yang terancam, tetapi stabilitas keamanan global juga bisa terguncang.
Sejumlah analis menilai langkah Iran merupakan sinyal politik sekaligus strategi untuk menekan Israel di tengah meningkatnya simpati internasional terhadap Gaza.
Sementara itu, mayoritas warga Amerika Serikat kini justru berbalik mendukung Palestina. Survei terbaru menunjukkan meningkatnya dukungan terhadap pengakuan negara Palestina, sebuah tren yang berlawanan dengan sikap resmi Washington yang masih berpihak pada Israel.
Di Australia, Perdana Menteri Anthony Albanese juga melontarkan kritik keras terhadap Israel. Hubungan kedua negara memanas setelah PM Benjamin Netanyahu dianggap menghina dan merendahkan Australia dalam pernyataan publiknya.
Kemarahan Australia ini menambah daftar panjang negara yang mulai bersikap lebih tegas terhadap Israel. Hal tersebut semakin memperkuat isolasi diplomatik yang kini dihadapi Tel Aviv di tengah perang berkepanjangan.
Dengan Mesir yang siap mengerahkan pasukan, Iran yang menyiapkan rudal kiamat, dan opini publik internasional yang mulai berbalik arah, posisi Israel dinilai semakin sulit. Situasi tersebut berpotensi mengubah arah konflik Hamas–Israel ke level yang lebih berbahaya.
Ketegangan di Timur Tengah memasuki fase baru dengan ancaman rudal kiamat Iran terhadap Tel Aviv. Mesir menambah tekanan dengan pengerahan 40.000 tentaranya di perbatasan Gaza.
Sikap Australia dan perubahan opini publik Amerika Serikat turut memperlihatkan pergeseran dukungan internasional terhadap Palestina. Israel kini semakin terpojok dalam arena diplomatik.
Ancaman rudal kiamat membuat Tel Aviv berada dalam kondisi siaga penuh. Sementara itu, dunia menanti apakah Iran benar-benar akan menindaklanjuti ancamannya.
Mesir pun tampak tidak segan untuk menghadapi Israel secara langsung jika pencaplokan Gaza dilakukan. Situasi ini menimbulkan risiko pecahnya perang skala lebih luas.
Masyarakat internasional diharapkan dapat mendorong solusi damai agar krisis tidak berujung pada bencana besar di kawasan. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





