NEW DELHI, EKOIN.CO – Pemerintah India resmi menyetujui pembelian jet tempur ringan Tejas dengan nilai kontrak mencapai USD7,6 miliar atau sekitar Rp123 triliun. Kesepakatan besar ini diumumkan pada Kamis (21/8), dengan produksi akan dilakukan oleh Hindustan Aeronautics Ltd (HAL), perusahaan milik negara yang bergerak di bidang kedirgantaraan dan pertahanan.
Gabung WA Channel EKOIN
Langkah ini dianggap sebagai dorongan besar bagi inisiatif “Buatan India” yang digalakkan pemerintah. Selain memperkuat armada udara, proyek Tejas juga diharapkan membawa manfaat luas bagi usaha kecil dan menengah di sektor pertahanan domestik.
Jet Tempur Tejas untuk Modernisasi Pertahanan
Pesanan jet tempur Tejas Mark 1A sebanyak 97 unit akan membantu Angkatan Udara India (IAF) menggantikan pesawat MiG-21 yang sudah menua. Pesawat MiG-21 dijadwalkan pensiun secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan.
Produksi jet ini diperkirakan selesai dalam beberapa tahun mendatang, dengan lebih dari 65 persen komponennya dibuat langsung di India. Hal ini menunjukkan upaya nyata pemerintah memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.
Menurut laporan ANI News, pembelian ini merupakan pesanan besar pertama setelah hampir lima tahun. India kini menegaskan fokusnya pada modernisasi armada militer untuk mengimbangi tantangan regional yang semakin kompleks.
Buatan India dan Strategi Pertahanan Baru
HAL, sebagai produsen utama, memiliki rekam jejak panjang dalam produksi jet tempur, helikopter, hingga mesin jet. Keputusan pembelian Tejas diharapkan tidak hanya memperkuat Angkatan Udara, tetapi juga membuka peluang kerja baru di sektor manufaktur pertahanan.
Selain itu, proyek ini dinilai akan menghasilkan peluang bisnis signifikan bagi rantai pasok industri kecil dan menengah. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari program Tejas dapat dirasakan lebih luas, tidak hanya terbatas pada lingkup militer.
Sejalan dengan langkah tersebut, India juga meningkatkan belanja pertahanan tahun ini. Pada Mei lalu, pemerintah mengalokasikan USD175 juta untuk pengembangan pesawat tempur menengah canggih atau Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA).
Pesawat siluman multiperan AMCA nantinya akan digunakan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut India. Kehadiran Tejas bersama AMCA diyakini mampu meningkatkan daya saing pertahanan India di kawasan Asia Selatan.
Keputusan pembelian ini juga mempertegas arah kebijakan India untuk mengurangi ketergantungan terhadap pesawat buatan Amerika Serikat maupun Rusia. Dengan mengutamakan produksi dalam negeri, India berupaya memposisikan diri sebagai pemain kunci di sektor teknologi militer global.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





