EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Mengulas Fenomena Budaya Korea dan Pengaruhnya di Kancah Global Lewat Animasi ‘K-Pop Demon Hunters’

Mengulas Fenomena Budaya Korea dan Pengaruhnya di Kancah Global Lewat Animasi ‘K-Pop Demon Hunters’

Film animasi "K-Pop Demon Hunters" telah memicu fenomena budaya global, di mana lencana harimau tradisional di Museum Nasional Korea ludes terjual akibat popularitas karakter di film tersebut, menunjukkan bagaimana konten yang dibuat oleh diaspora Korea di luar negeri dapat berhasil membawa elemen budaya tradisional Korea ke kancah internasional. Keberhasilan ini juga terlihat dari bagaimana masyarakat Indonesia menggunakan K-Pop sebagai sarana untuk mengekspresikan kreativitas dan menjembatani pertukaran budaya dengan Korea, membuktikan bahwa K-Pop kini telah menjadi milik bersama masyarakat dunia.

Ray oleh Ray
26 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, RAGAM, SENI & BUDAYA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Belum lama ini, berita dari Korea Selatan menghebohkan publik dengan laporan tentang ludesnya lencana harimau di toko suvenir Museum Nasional Korea. Kehabisan stok ini dipicu oleh kemunculan karakter ‘Kkachi Horangi’ atau Harimau Magpie yang semakin populer berkat film animasi “K-Pop Demon Hunters (KPDH)”. Fenomena ini menjadi bukti nyata bagaimana film tersebut berhasil mempopulerkan budaya tradisional Korea hingga dikenal secara global.

Meskipun KPDH sukses mengangkat budaya Korea ke tingkat internasional, film ini bukan sepenuhnya produk Korea. Sutradara sekaligus penulis naskah KPDH, Maggie Kang, merupakan warga negara Korea-Kanada, sementara penyanyi dan penulis Original Soundtrack (OST) “Golden”, EJAE, berkewarganegaraan Korea-Amerika. Film ini memang melibatkan kontribusi orang Korea dalam pengisian suara dan musik, tetapi produksi dan distribusinya dilakukan oleh perusahaan asing.

Dalam sebuah wawancara, Maggie Kang menyampaikan pandangannya, “KPDH dibuat dalam bahasa Inggris, namun dari segi kebudayaan, film ini 100% film Korea. Saya bahkan lebih bangga lagi karena telah memproduksi film ini dalam bahasa Inggris. Ini artinya budaya Korea telah berkembang sejauh itu.” Pernyataan ini menegaskan bahwa KPDH mengemas budaya Korea secara menarik, menjadikannya diminati tidak hanya oleh masyarakat Korea, tetapi juga oleh penonton dari seluruh dunia.

Budaya Korea yang ditampilkan dalam KPDH sangat beragam, mulai dari budaya modern seperti idola K-Pop, ramyeon cup, dan gimbap, hingga elemen tradisional seperti pengobatan herbal, Kkachi Horangi (Harimau Magpie), dan Saja (malaikat pencabut nyawa). Melalui film ini, terlihat bagaimana K-Pop kini tidak lagi menjadi budaya eksklusif milik Korea, melainkan telah menjadi bagian dari budaya populer global.

Fenomena seniman asal Korea yang berkarya di luar negeri dan meraih popularitas internasional bukanlah hal baru. Misalnya, pada tahun 2021, aktris Youn Yuh-jung memenangkan penghargaan “Best Supporting Actress” di Academy Award ke-93 berkat perannya dalam film “Minari” yang disutradarai oleh Lee Isaac Chung. Lalu ada Steven Yeun yang meraih penghargaan di 81st Golden Globe Awards dan 75th Primetime Emmy Awards di tahun 2024 untuk perannya dalam serial Netflix “BEEF” yang disutradarai oleh Lee Sungjin. Selain itu, serial Apple TV “Pachinko” di tahun 2022, yang diangkat dari novel karya Min Jin Lee, diproduseri oleh Soo Hugh dan disutradarai oleh Justin Chon, keduanya warga negara Korea-Amerika.

Berita Menarik Pilihan

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

Berbeda dengan karya-karya sebelumnya yang seringkali menceritakan perjuangan imigran Korea di negara asing, film KPDH menyajikan cerita yang berpusat pada seorang artis K-Pop dengan latar tempat yang sudah akrab bagi penonton global, seperti Namsan Seoul Tower. Kisah ini menunjukkan pergeseran fokus, dari narasi perjuangan menjadi representasi budaya yang sudah diterima luas.

Kemajuan serupa juga terlihat di Indonesia. Pada tanggal 19 Juli lalu, Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) menggelar “K-Pop Cover Dance Festival (KCDF) in Indonesia” di Jakarta. Acara ini menampilkan 14 tim dance cover yang sebagian besar anggotanya adalah generasi Z. Mereka tidak hanya menampilkan tarian K-Pop, tetapi juga menambahkan koreografi orisinal mereka sendiri, sebuah kreativitas yang disambut hangat oleh penonton.

Interaksi ini menciptakan jembatan komunikasi yang unik. Masyarakat Indonesia memahami budaya Korea melalui tarian yang mereka pelajari, sementara masyarakat Korea juga dapat mengenal budaya generasi Z Indonesia dari koreografi yang diciptakan oleh para peserta. Fenomena ini menunjukkan bahwa K-Pop telah menjadi sarana untuk menjalin persahabatan dan menemukan kesamaan di antara generasi muda kedua negara.

Tags: budaya Koreabudaya populerbudaya tradisionalEJAEglobalJakartaK-PopK-Pop Cover Dance FestivalK-Pop Demon HuntersKCCIKCDFKkachi HorangiKorea SelatanKorean Cultural Center IndonesiaKPDHlencana harimauMaggie KangMuseum Nasional KoreaPachinkoSajaSteven YeunYoun Yuh-jung
Post Sebelumnya

Mengenal Virus Campak yang Sebabkan 17 Anak di Sumenep Meninggal

Post Selanjutnya

Peralihan ke Kendaraan Listrik, Moeldoko: Negara Bisa Hemat Subsidi Triliunan Rupiah

Ray

Ray

Berita Terkait

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

oleh Danang F Pradhipta
7 Februari 2026
0

​Solo, Ekoin.co – Persis Solo tengah menjadi sorotan utama dalam bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Di tengah...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Gelandang tim nasional Indonesia, Ivar Jenner, resmi memulai petualangan barunya di sepak bola Tanah Air setelah bergabung...

Potongan narasi video "Cukur Kumis" yang viral di platform TikTok dalam beberapa hari terakhir. Hingga kini, kabar mengenai penangkapan pemeran dalam video tersebut belum memiliki dasar hukum resmi dan diimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada konten hasil rekayasa. (Foto: Ilustrasi)

Identitas Masih Jadi Tanda Tanya, Mengapa Kabar Penangkapan Wanita Berhijab Ini Begitu Cepat Dipercaya?

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Video cukur kumis sendiri masih beredar dalam berbagai versi potongan ulang. Otoritas mengingatkan masyarakat agar menunggu klarifikasi resmi sebelum menarik...

Post Selanjutnya
Peralihan ke Kendaraan Listrik, Moeldoko: Negara Bisa Hemat Subsidi Triliunan Rupiah

Peralihan ke Kendaraan Listrik, Moeldoko: Negara Bisa Hemat Subsidi Triliunan Rupiah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.