EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA LINGKUNGAN
Menteri LH Ungkap RI Punya Senjata Ini untuk Tekan Emisi Karbon Global

Menteri LH Ungkap RI Punya Senjata Ini untuk Tekan Emisi Karbon Global

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk 286 juta jiwa, menjadikan Indonesia memegang peran penting dalam agenda global untuk tantangan perubahan iklim.

Ray oleh Ray
27 Agustus 2025
Kategori LINGKUNGAN, NASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Indonesia memiliki banyak ‘senjata’ untuk mengurangi emisi gas rumah kaca global. Misalnya yang paling banyak menyerap karbon adalah mangrove dan gambut.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk 286 juta jiwa, menjadikan Indonesia memegang peran penting dalam agenda global untuk tantangan perubahan iklim. Dia menyebut Indonesia memiliki keunggulan komperatif dari sisi geografis untuk pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Diperlukan langkah-langkah yang nyata dan terintegrasi. Kita memiliki keunggulan komperatif luar biasa,” ungkap Hanif saat memberikan sambutan secara virtual di acara Forum Nasional Pekan Iklim Bali 2025, Denpasar, Senin lalu (25/8/2025).

Pertama adalah Indonesia memiliki hutan mangrove dengan luas 3,4 juta hektare dengan habitatnya seluas 700 ribu hektare. Menurut Hanif, dengan memiliki hutan mangrove cukup besar, Indonesia berperan penting untuk mengurangi karbon global secara maksimal.

“Keberadaan mangrove sebesar 3,4 juta hektare yang hampir ada di seluruh provinsi kecuali provinsi yang ada di pegunungan, ekosistem ini sangat penting keberadaannya. Mangrove dengan kapasitas kemampuannya mampu penyerapan emisi luar biasa tidak kita ganggu dengan alasan apapun. Kita memiliki mangrove 20% dari mangrove dunia, ini sesuatu jumlah yang sangat besar,” bebernya.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Kemudian selain itu, Hanif mengungkapkan Indonesia juga memiliki ekosistem gambut seluas 13,1 juta-13,4 juta hektare di hampir 7-8 provinsi di Indonesia.

“Ini memiliki serapan karbon yang sangat besar. Bahkan lebih dari 56,6 juta ton karbon tersimpan di ekosistem gambut,” ucapnya.

Namun demikian katanya hari ini gambut Indonesia mengalami masalah serius yaitu munculnya hampir 300 lebih Km kanal-kanal yang membelah lahan gambut untuk perkebunan. Kanal-kanal ini berdampak pada kekeringan lahan gambut.

“Ini menjadi perhatian serius kita. Keberadaan ekosistem ini tidak boleh dinafikan maka diharapkan Indonesia mampu berkontribusi sangat besar dan contoh dunia untuk penanganan emisi gas rumah kaca,” sebutnya.

Lalu, Indonesia juga memiliki hutan cukup besar, yakni 12,7 juta hektare yang tersebar hampir di seluruh provinsi. Indonesia juga punya padang lamun hingga coral reef atau terumbu karang dengan luasanya cukup besar. Ini sangat penting bagi Indonesia mengurangi gas emisi rumah kaca global dengan caranya sendiri.

“Indonesia berkomitmen untuk mengurangi gas rumah kaca dengan caranya sendiri sebesar 31,89% dan upaya dukungan internasional sebesar 43,20%,” serunya.

Tags: emisiindonesiakarbonlingkunganmenteri
Post Sebelumnya

Hiu Orange Super Langka Tiba-Tiba Muncul di Laut

Post Selanjutnya

Iran Siap Balas Australia Soal Antisemit

Ray

Ray

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Iran Siap Balas Australia Soal Antisemit

Iran Siap Balas Australia Soal Antisemit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.