EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Sejarah Panjang Penetapan Awal Bulan Kamariah

Sumber dok kemenag.go.id

Sejarah Panjang Penetapan Awal Bulan Kamariah

Sejarah penetapan awal bulan Kamariah di Indonesia memiliki jejak panjang sarat tradisi dan ilmu pengetahuan. Kemenag menegaskan pentingnya sinkronisasi hisab dan rukyat demi persatuan umat.

Agus DJ oleh Agus DJ
31 Agustus 2025
Kategori EDUKASI, HIKMAH, PERISTIWA, RAGAM, SOSIAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Semarang EKOIN.CO – Sejarah penetapan awal bulan Kamariah di Indonesia kembali ditegaskan oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui kegiatan Sinkronisasi Hisab Kalender Hijriah Indonesia yang berlangsung di Kota Semarang, Sabtu (30/8/2025). Dalam acara ini, Tim Hisab Rukyat Kemenag mengungkap perjalanan panjang hisab dan rukyat yang telah melekat dalam kehidupan umat Islam Nusantara.

Tim Hisab Rukyat Kemenag, Ahmad Izzudin, menjelaskan bahwa sejak masa lampau, hisab dan rukyat sudah menjadi fondasi penting dalam penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Tradisi ini tidak hanya berkembang dari aspek keagamaan, tetapi juga bertransformasi menjadi pedoman resmi negara dalam menjaga kesatuan umat Islam di Indonesia.

Menurut Izzudin, penetapan awal bulan Kamariah telah melalui proses panjang yang menyatukan tradisi, ilmu pengetahuan, hingga regulasi modern. “Sejarah mencatat bagaimana tradisi ini berkembang, bertransformasi, dan akhirnya menjadi pedoman resmi dalam penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah,” tegasnya.

Sejarah Hisab Rukyat di Nusantara

Penggunaan hisab dan rukyat di Indonesia sudah berlangsung sejak era Kesultanan Demak. Saat itu, tokoh seperti Tumenggung Ario Purbaningrat berperan penting menengahi perbedaan di kalangan masyarakat muslim dengan menggelar halaqah ulama.

Hasil pengamatan rukyat dan perhitungan hisab kemudian disampaikan ke bupati untuk diumumkan kepada masyarakat. Tanda resmi diumumkan dengan menabuh bedug dan menyalakan mercon sebagai pertanda dimulainya bulan baru. Tradisi ini masih terjaga hingga kini, salah satunya melalui ritual Ndandangan di Kudus yang terus dilaksanakan sejak 1549.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Setelah Indonesia merdeka, penetapan awal bulan hijriah resmi berada di bawah kewenangan Kemenag. Pada 1972, dibentuk Badan Hisab Rukyat yang melibatkan para ahli hisab, astronomi, perwakilan ormas Islam, BMKG, dan Badan Informasi Geospasial.

Dari Tradisi ke Regulasi Resmi

Badan Hisab Rukyat inilah yang melahirkan mekanisme sidang isbat menjelang Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Proses sidang melibatkan pemaparan data hisab, laporan rukyatulhilal dari seluruh provinsi, hingga pengesahan hasil sidang oleh Menteri Agama.

Mekanisme ini berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 02 Tahun 2004. Selain itu, digunakan pula kriteria imkanur rukyah, yakni tinggi hilal minimal tiga derajat dengan elongasi 6,4 derajat sebagai acuan penetapan.

Upaya penyeragaman semakin diperkuat dengan forum-forum nasional maupun internasional. Pada 2011, serangkaian musyawarah dilakukan, termasuk Musyawarah Penyelarasan Rukyat dan Taqwim Islam MABIMS di Bali pada 2012 dan diskusi unifikasi kalender hijriah di Jakarta pada 2015.

Hasil dari proses panjang tersebut adalah kesepakatan pada Desember 2021 yang mulai diimplementasikan di Indonesia sejak 2022. Menurut Izzudin, langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah menjaga persatuan umat.

“Sinkronisasi ini bukan hanya berbicara tentang sains dan syariat, tetapi juga tentang persaudaraan umat. Penyatuan ini membuka jalan kalender hijriah tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional dan global,” jelasnya.

Peran teknologi modern turut memperkuat akurasi penetapan. Penggunaan teleskop digital, citra CCD, hingga simulasi hilal memungkinkan hasil rukyat yang lebih presisi. Hal ini membuat keputusan tidak hanya bertumpu pada tradisi, tetapi juga hasil sains yang teruji.

Ke depan, Kemenag menegaskan komitmennya memperkuat literasi publik terkait hisab dan rukyat. “Ini bukan hanya soal melihat hilal pada akhirnya, tetapi juga bagaimana literasi falak dapat dipahami masyarakat luas,” pungkas Izzudin.

Pakar falak menilai penguatan edukasi publik menjadi penting agar masyarakat memahami alasan ilmiah dan syariat di balik penetapan. Dengan begitu, setiap keputusan sidang isbat dapat diterima dengan lebih tenang.

Keselarasan antara tradisi dan sains menjadi ciri khas Indonesia dalam menetapkan awal bulan Kamariah. Dari masa Kesultanan Demak hingga era digital saat ini, pendekatan ini terus dijaga sebagai warisan sekaligus inovasi.

Langkah ini juga mencerminkan bagaimana pemerintah berupaya menyeimbangkan kebutuhan syariat dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Sinkronisasi ini diharapkan menjadi pijakan penting menuju unifikasi kalender Islam di tingkat internasional.

Dengan kesepakatan yang telah dicapai, Kemenag berkomitmen untuk terus menghadirkan transparansi dalam setiap proses penetapan. Hal ini bertujuan mengurangi polemik di masyarakat dan menjaga ukhuwah Islamiyah.

Selain itu, kerja sama lintas lembaga seperti BMKG, ormas Islam, dan lembaga astronomi akan terus diperkuat. Sinergi ini memastikan bahwa penetapan awal bulan Kamariah dapat berjalan lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tradisi panjang yang berpadu dengan kemajuan teknologi menjadikan hisab dan rukyat di Indonesia bukan sekadar ritual, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah yang memperkaya identitas bangsa.

Dengan fondasi yang kuat dari masa lalu dan dukungan teknologi modern, penetapan awal bulan Kamariah di Indonesia diharapkan terus menjadi rujukan dan model bagi negara lain di kawasan.

Upaya ini tidak hanya memperkuat kebersamaan umat Islam di Indonesia, tetapi juga membuka ruang kerja sama lebih luas dengan dunia Islam dalam menyatukan kalender hijriah.

Pada akhirnya, sejarah panjang penetapan awal bulan Kamariah di Indonesia mencerminkan perpaduan antara tradisi, regulasi, dan sains. Semua itu menjadi dasar penting dalam menjaga harmoni dan persaudaraan umat di tengah keberagaman.

Sebagai langkah ke depan, penting bagi masyarakat untuk lebih memahami dasar ilmiah dan spiritual dari hisab dan rukyat. Literasi publik yang kuat akan membuat umat semakin solid dalam menerima keputusan resmi negara.

Dengan cara ini, perjalanan panjang penetapan awal bulan Kamariah tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga panduan masa depan yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan kebersamaan. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: bulan kamariahhisab rukyatkalender HijriahKemenagSemarangtradisi Islam
Post Sebelumnya

Prabowo Kumpulkan Elite Parpol Demi Stabilitas

Post Selanjutnya

Deklarasi Damai Karawang Teguhkan Komitmen Kebersamaan

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Gelandang tim nasional Indonesia, Ivar Jenner, resmi memulai petualangan barunya di sepak bola Tanah Air setelah bergabung...

Post Selanjutnya
Deklarasi Damai Karawang Teguhkan Komitmen Kebersamaan

Deklarasi Damai Karawang Teguhkan Komitmen Kebersamaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.