EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Kebakaran Hutan Terbesar dalam Sejarah Korea Selatan: 26 Orang Tewas​

Kebakaran Hutan Korea Selatan Terbesar sepanjang Sejarah, Korban Tewas 26 Orang © Bisnis.com

Kebakaran Hutan Terbesar dalam Sejarah Korea Selatan: 26 Orang Tewas​

Kebakaran hutan yang melanda wilayah tenggara Korea Selatan telah menewaskan 26 orang dan menghancurkan situs-situs bersejarah, termasuk Kuil Gounsa yang didirikan pada tahun 681.​

Ibhent oleh Ibhent
27 Maret 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Korea Selatan, EKOIN.CO – Kebakaran hutan yang melanda wilayah tenggara Korea Selatan telah menewaskan sedikitnya 26 orang, menjadikannya bencana kebakaran hutan terburuk Sepanjang sejarah negara ini.
Api pertama kali muncul di wilayah Uiseong pada Jumat, 21 Maret 2025, dan dengan cepat menyebar ke arah timur, hampir mencapai pesisir akibat embusan angin kencang dan kondisi kering yang memperburuk situasi. Hingga Kamis, 27 Maret 2025, lebih dari 33.000 hektare hutan telah terbakar atau masih dalam kepungan api, melampaui rekor sebelumnya sebesar 24.000 hektare pada Maret 2000.

Kebakaran ini tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan situs-situs bersejarah. Salah satunya adalah Kuil Gounsa yang didirikan pada tahun 681, yang mengalami kerusakan parah akibat kobaran api. Selain itu, desa warisan UNESCO seperti Desa Rakyat Hahoe terancam oleh penyebaran api yang cepat.

Dalam upaya memadamkan api, lebih dari 120 helikopter telah dikerahkan di tiga wilayah utama yang terdampak. Militer juga telah mengalokasikan bahan bakar penerbangan guna memastikan helikopter pemadam dapat terus beroperasi. Namun, upaya pemadaman menghadapi tantangan besar akibat angin kencang dan kondisi kering yang terus berlanjut.​

Badan Meteorologi Korea memperkirakan hujan ringan di bagian barat daya negara itu. Namun, curah hujan yang diprediksi kurang dari lima milimeter dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap upaya pemadaman. Menteri Layanan Kehutanan Korea, Lim Sang-seop, menyatakan dalam konferensi pers, “Jumlah curah hujan yang diperkirakan terlalu kecil untuk memberikan bantuan berarti dalam upaya memadamkan api.” ​

Para ahli menyebut kebakaran di Uiseong meluas dengan cara yang sangat tidak biasa, baik dalam skala maupun kecepatannya. Perubahan iklim yang semakin ekstrem diprediksi akan meningkatkan frekuensi serta intensitas kebakaran hutan secara global. Menurut laporan kelompok ilmiah independen Climate Central, peningkatan suhu akibat perubahan iklim buatan manusia memperparah kondisi kering musiman, mengubah lanskap menjadi bahan bakar yang mudah terbakar, serta menciptakan ancaman kebakaran yang lebih besar di berbagai belahan dunia. (*)

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

​

Tags: 26 korban tewasangin kencanghelikopter pemadamKebakaran hutankondisi keringKorea SelatanKuil Gounsaperubahan iklimsitus bersejarahUiseong
Post Sebelumnya

Ramai Imbauan Tak Sembarangan Sentuh Anak saat Lebaran, Dokter Bilang Gini

Post Selanjutnya

Presiden Prabowo Apresiasi Peran Baznas dalam Kesejahteraan Masyarakat di Acara Zakat Istana 2025

Ibhent

Ibhent

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Presiden Prabowo Apresiasi Peran Baznas dalam Kesejahteraan Masyarakat di Acara Zakat Istana 2025

Presiden Prabowo Apresiasi Peran Baznas dalam Kesejahteraan Masyarakat di Acara Zakat Istana 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.