EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Ekonom: Pemerintah Harus Cepat Pulihkan Rasa Aman dan Selesaikan Akar Masalah

Ekonom: Pemerintah Harus Cepat Pulihkan Rasa Aman dan Selesaikan Akar Masalah

Pemerintah didesak untuk memulihkan rasa aman dan menyelesaikan akar masalah seperti tingginya pengangguran dan masuknya produk impor yang memicu demonstrasi. Di sisi lain, gejolak ini juga memengaruhi pasar keuangan, yang menuntut pemerintah mengedepankan empati, keadilan, serta komunikasi yang baik dalam setiap pengambilan kebijakan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan pelaku pasar.

Ray oleh Ray
2 September 2025
Kategori EKONOMI, LINGKUNGAN, NASIONAL, PERISTIWA, SOSIAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Di tengah memanasnya situasi sosial pasca-demonstrasi yang meluas di berbagai daerah, para ekonom mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah cepat dan terukur. Respons ini dinilai penting untuk mencegah dampak negatif jangka panjang terhadap perekonomian nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Raden Pardede, seorang ekonom senior sekaligus pendiri CReco Research Institute. Menurutnya, langkah pertama yang harus segera dilakukan pemerintah adalah memulihkan kembali rasa aman di tengah masyarakat, khususnya di kota-kota besar. Rasa aman ini sangat krusial mengingat aktivitas ekonomi di beberapa wilayah kini mulai terganggu.

Raden mengungkapkan bahwa kekhawatiran masyarakat tidak hanya seputar keamanan fisik, tetapi juga menyangkut masa depan pekerjaan, kelangsungan bisnis, serta penghasilan. Hal ini terekam dari aktivitas sehari-hari yang ikut terdampak. “Tadi misalkan mau beli makanan di warung, saya minta tolong dibeli ini, ternyata mereka juga tutup karena kebetulan perkantoran juga menjadi banyak yang tutup. Jadi ini berdampak,” tutur Raden dalam acara Closing Bell CNBC TV, Senin (1/9/2025).

Raden menambahkan, “Oleh karena itu memang ini harus segera diatasi secepat mungkin. Karena kalau tidak dampaknya kepada kita semua, kepada masyarakat, kepada pengusaha, ekonomi kita, kita semua yang akan jadi korban,”.

Lebih lanjut, Raden juga menekankan pentingnya pemerintah untuk menyelesaikan akar masalah dari gejolak sosial yang terjadi. Ia menyoroti tingginya tingkat pengangguran di kalangan anak muda, kualitas pekerjaan yang belum memadai, dan masuknya produk-produk impor yang membanjiri pasar domestik. Ia berpendapat bahwa hal-hal tersebutlah yang menjadi pemicu utama kekecewaan masyarakat hingga akhirnya meledak dalam bentuk demonstrasi.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

“Kita nggak bisa hanya menyatakan jangan demonstrasi, tapi kalau perut sudah lapar, kemudian merasa juga sulit dapat pekerjaan, saya pikir itu tidak akan menyelesaikan masalah kalau kita hanya menyatakan jangan berdemo, kemudian kita menjaga keamanan. Itu tidak cukup hanya itu,” ujarnya.

Dalam upaya mengatasi masalah tersebut, Raden menyarankan pemerintah untuk merelokasi belanja negara ke proyek-proyek padat karya yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Contohnya, perbaikan rumah tidak layak huni, infrastruktur kampung, jalan lingkungan, dan proyek drainase.

“Nggak perlu membeli rumah. Jadi kita bisa langsung, oke beli semen, beli batu, beli kayu. Itu langsung bisa dikerjakan bersama-sama oleh teman-teman kita yang muda-muda di kampung itu. Mereka dapat pekerjaan dan mereka juga dapat income dari situ. Nah demikian juga jalan-jalan diperbaiki. Itu dulu yang menurut saya dari sisi saya yang bisa kita buat dalam tempo singkat ini,” imbuhnya.

Dampak gejolak sosial ini juga dirasakan di sektor keuangan. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut menjadi wake up call bagi pemerintah dan seluruh pemangku kebijakan. Fakhrul mengingatkan tentang pentingnya mengembalikan kepercayaan masyarakat dan pelaku pasar terhadap pemerintah.

Seperti yang diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari yang sama ditutup turun 1,21% atau 94,42 poin ke level 7.736,07. Di saat bersamaan, nilai tukar rupiah bertengger di kisaran Rp 16.400 per dolar AS.

“Trust ini hanya bisa dicapai ketika pengambilan kebijakan dilaksanakan dengan proses yang baik, dikomunikasikan dengan baik dan tetap menjaga empati masyarakat. Ini harus jadi prioritas,” ujar Fakhrul dalam keterangan resminya.

Ia juga menambahkan, meskipun saat ini sistem keuangan masih stabil dan likuid, arah ke depan sangat bergantung pada konsistensi dan kejelasan kebijakan pemerintah. “Rasa keadilan juga menjadi penting untuk diutamakan dalam pengambilan keputusan, karena meningkatnya aktivitas ekonomi, Dan kohesi sosial baik langsung atau tidak langsung akan terdampak dari hal tersebut,” lanjut Fakhrul.

Jika pemerintah dapat memberikan respons yang tegas, terukur, dan menunjukkan keberpihakan pada rasa keadilan masyarakat, pasar akan kembali percaya dan stabilitas ekonomi akan pulih lebih cepat. Fakhrul menekankan, “Empati harus diutamakan dalam apapun komunikasi lembaga negara, baik untuk legislatif dan yudikatif,”.

Tags: demonstrasiekonomigejolak sosialkepercayaan masyarakatlapangan pekerjaanpasar keuanganPemerintahpengangguranRasa Amanstabilitas ekonomi
Post Sebelumnya

Usai Rumah Dijarah, Sri Mulyani Angkat Bicara

Post Selanjutnya

Gedung DPRD Sulsel Dibakar, Prabowo Angkat Bicara

Ray

Ray

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Gedung DPRD Sulsel Dibakar, Prabowo Angkat Bicara

Gedung DPRD Sulsel Dibakar, Prabowo Angkat Bicara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.