EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Kejagung Soroti Banyaknya Pemenang Tender di Bawah 80% HPS

Kejagung Soroti Banyaknya Pemenang Tender di Bawah 80% HPS

Kejati Sumut menyoroti banyak pemenang tender di bawah 80 persen HPS. Kolaborasi KPPU dan Kejaksaan diharapkan memperkuat transparansi tender.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
6 September 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Medan,EKOIN.CO- Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menyoroti fenomena banyaknya pemenang tender proyek pemerintah yang berada di bawah 80 persen dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Isu tender ini dinilai dapat berimbas pada kualitas pekerjaan hingga proyek terancam tidak tuntas.

👉 Ikuti berita pilihan EKOIN di WA Channel

Kepala Kejati Sumut, Harli Siregar, menyampaikan keprihatinannya atas pola pemenang tender murah yang justru dapat merugikan masyarakat. “Banyak tender yang pemenangnya berada di bawah 80% dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS),” ujarnya, Jumat (5/9).

Fenomena tersebut dianggap menciderai prinsip pengadaan yang seharusnya dilakukan secara transparan, sehat, dan kompetitif. Menurut Harli, kualitas proyek akan terancam jika hanya mengejar harga termurah tanpa memperhatikan kemampuan teknis pemenang tender.

Tender dan Transparansi

Harli menilai pengawasan dalam proses tender harus diperkuat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Kejaksaan Tinggi Sumut dengan Kanwil I Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) agar tidak ada praktik curang yang merugikan publik.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

“Kerja sama itu dapat menjaga iklim usaha sehat sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah,” tambah Harli.

Dari sisi KPPU, Kepala Kanwil I, Ridho Pamungkas, menegaskan sektor pengadaan pemerintah memang menjadi lahan rawan praktik persaingan tidak sehat. Kolaborasi dengan kejaksaan disebutnya akan memberi efek preventif terhadap potensi pelanggaran.

Kolaborasi untuk Kualitas

Kerja sama antara KPPU dan Kejaksaan Agung sejatinya sudah dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) sejak Februari 2024. Kesepakatan itu mencakup koordinasi penanganan perkara, pelatihan bersama, hingga penguatan pengawasan di tingkat daerah.

Ridho berharap, tindak lanjut kerja sama dengan Kejati Sumut dapat menghasilkan proses tender yang lebih sehat dan transparan. “Transparansi dalam setiap proses tender adalah aspek yang sangat penting,” tegasnya.

Menurutnya, hanya dengan transparansi dan kompetensi pemenang tender, masyarakat bisa memperoleh manfaat nyata dari proyek pembangunan.

Selain menjaga persaingan sehat, langkah ini diharapkan dapat memperkecil potensi terjadinya proyek mangkrak yang selama ini kerap menjadi masalah di daerah.

Kejati Sumut bersama KPPU optimistis, pengawasan ketat dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mendukung terciptanya pembangunan yang berkelanjutan.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: HPSkejaksaanKPPUSumuttendertransparansi
Post Sebelumnya

Kerugian Scam Tembus 4,8 Triliun Rupiah OJK Langsung Bertindak

Post Selanjutnya

KPK Cari Solusi Utang Mobil Habibie

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
KPK Cari Solusi Utang Mobil Habibie

KPK Cari Solusi Utang Mobil Habibie

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.