EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Wastra Nusantara Jadi Solusi Fesyen Berkelanjutan, Kemenperin Gandeng Dekranas

Kain tenun, Sumber dok. kemenperin.go.id

Wastra Nusantara Jadi Solusi Fesyen Berkelanjutan, Kemenperin Gandeng Dekranas

Kemenperin dan Dekranas menekankan pentingnya pengembangan industri wastra sebagai bagian dari gerakan fesyen berkelanjutan melalui webinar nasional bertajuk “Cinta Wastra Nusantara”, dengan harapan wastra tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga solusi ekologis dalam menghadapi tantangan industri fast fashion.

Agus DJ oleh Agus DJ
21 April 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, INDUSTRI, KEUANGAN, UMKM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Industri Wastra Nusantara dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang dalam arus tren fesyen global, khususnya dalam konsep slow fashion yang menekankan keberlanjutan dan keadilan dalam proses produksinya. Potensi ini menjadi salah satu sorotan utama dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada Senin (21/4).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menjelaskan bahwa wastra seperti batik, tenun, dan songket tidak hanya menjadi warisan budaya, namun juga solusi terhadap dampak negatif industri fast fashion yang masih mendominasi pasar global.

“Wastra Nusantara hadir bukan hanya sebagai produk budaya, melainkan juga sebagai solusi. Proses pembuatannya yang sarat nilai kearifan lokal, penggunaan bahan alami, serta filosofi yang terkandung di dalamnya menjadikan wastra sangat sejalan dengan konsep slow fashion, yakni fesyen yang menekankan kualitas, keberlanjutan, dan keadilan bagi setiap pihak,” ujar Reni.

Sebagai upaya nyata mendorong implementasi konsep berkelanjutan, Direktorat Jenderal IKMA bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menyelenggarakan webinar bertema “Cinta Wastra Nusantara: Peran IKM Wastra dalam Fesyen Berkelanjutan” pada 16 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Road to HUT Dekranas ke-45 yang telah diluncurkan pada 11 Maret 2025.

Dalam sambutannya, Reni menambahkan bahwa perhatian khusus diberikan kepada industri wastra karena erat kaitannya dengan nilai-nilai ekologis yang kini menjadi fokus konsumen global. Ia juga menyoroti bagaimana pola konsumsi masyarakat berubah akibat kemudahan digital dan maraknya produksi massal.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

“Kesadaran konsumen terhadap pentingnya perubahan gaya hidup dalam mendorong keberlanjutan lingkungan dan kondisi alam, mengarahkan pada tren slow fashion yang bertolak belakang dengan fast fashion,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menekankan bahwa konsep slow fashion menjadi alternatif penting untuk menciptakan industri fesyen yang beretika dan ramah lingkungan.

“Prinsip ini tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan dengan mengurangi limbah dan konsumsi energi, tetapi juga membantu memastikan bahwa para pekerja di sektor mode mendapatkan upah yang layak dan kondisi kerja yang adil,” kata Budi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa wastra Indonesia sudah memenuhi syarat untuk masuk dalam jalur slow fashion karena memiliki karakteristik produksi yang teliti, memakan waktu, serta menggunakan bahan baku alami. Hal tersebut menjadikan wastra sebagai simbol keunikan dan kualitas tinggi.

“Wastra, sebagai produk mode tradisional Indonesia, memiliki karakteristik yang sangat sesuai dengan prinsip slow fashion. Proses pembuatan wastra yang perlu ketelitian dan memakan waktu lama menjadikannya simbol kualitas dan keunikan yang mendukung keberlanjutan,” imbuhnya.

Selain proses produksi yang etis, pelaku industri diimbau untuk mulai mengedukasi konsumen akan pentingnya keberlanjutan dalam fesyen. Hal ini dapat dilakukan melalui pemanfaatan bahan organik, daur ulang, serta pengelolaan limbah produksi secara optimal.

“Untuk memperkuat ekosistem industri fesyen berkelanjutan yang ramah lingkungan, perajin juga dapat ikut serta mengedukasi konsumen tentang pentingnya konsep tersebut,” ucap Budi.

Sementara itu, Samuel Wattimena, desainer sekaligus anggota Komisi VII DPR yang turut hadir sebagai narasumber dalam webinar, menyoroti pentingnya mendorong wastra ke panggung dunia dengan mengangkat identitas lokal melalui jalur fesyen yang berkelanjutan.

“Ini tentu akan memperkuat identitas lokal dalam panggung mode dunia. Sebab, industri wastra tradisional terbukti membuka kesempatan lapangan kerja bagi perajin lokal, meningkatkan ekspor nasional, dan mendorong perekonomian daerah,” tegas Samuel.

Ia juga mengimbau agar kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan Dekranas diperkuat untuk mendukung pengembangan kapasitas perajin, akses bahan ramah lingkungan, serta promosi produk secara luas.

Tags: batikDekranasfast fashionfesyen berkelanjutanIKMindustri kecil dan menengahkeberlanjutan lingkunganKementerian PerindustrianSamuel Wattimenaslow fashionsongkettenunwastra Nusantara
Post Sebelumnya

LPEI dan Saudi Exim Bank Tandatangani MoU Dorong Ekspor Bilateral

Post Selanjutnya

BPJPH Temukan 9 Produk Pangan Mengandung Babi, 7 di Antaranya Bersertifikat Halal

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
BPJPH Temukan 9 Produk Pangan Mengandung Babi, 7 di Antaranya Bersertifikat Halal

BPJPH Temukan 9 Produk Pangan Mengandung Babi, 7 di Antaranya Bersertifikat Halal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.