EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Fakta Miris MBG: Ayam Sudah 4 Hari Tidak Layak di Kosumsi

Fakta Miris MBG: Ayam Sudah 4 Hari Tidak Layak di Kosumsi

Ribuan pelajar di Bandung Barat keracunan setelah menyantap hidangan program MBG. BGN akui kelalaian SOP dan berjanji lakukan evaluasi menyeluruh.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
27 September 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung EKOIN.CO – Ratusan pelajar di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini mencuat karena ditemukan fakta bahwa bahan baku ayam untuk menu MBG tidak fresh. Ayam tersebut dibeli sejak Sabtu, namun baru dimasak pada Rabu. Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas, dengan jumlah korban yang mencapai ribuan orang. Ikuti berita terbaru di WA Channel EKOIN.

Fakta ayam tidak fresh dalam menu MBG

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menilai kejadian di Bandung Barat sebagai hal yang di luar nalar. Ia mengungkapkan keterkejutannya terhadap praktik penyimpanan bahan baku yang dilakukan dapur MBG setempat.

“Saya juga tidak mentolerir bahan baku yang dipakai bila tidak fresh. Karena kejadian di Bandung ini sungguh di luar nalar,” kata Nanik di Gedung BGN, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Menurutnya, ayam yang disajikan untuk siswa dibeli sejak Sabtu, lalu disimpan di freezer dalam jumlah besar, hingga akhirnya baru dimasak pada Rabu. “Kalau di rumah dua ekor ayam tidak masalah. Tapi kalau 350 ayam, freezer mana yang kuat menyimpan?” ujarnya menegaskan.

Praktik penyimpanan seperti itu, jelas Nanik, sangat berisiko menurunkan kualitas bahan pangan. Kondisi tersebut memperbesar kemungkinan timbulnya insiden keamanan pangan, seperti yang terjadi di Cipongkor dan Cihampelas.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Lonjakan jumlah korban keracunan MBG

Data Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat hingga Kamis (25/9/2025) total korban keracunan mencapai 1.333 orang. Korban berasal dari tiga klaster berbeda, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipari, Cihampelas, dan beberapa dapur di Cipongkor.

Kasus pertama di Cipari terjadi pada 22–23 September dengan 393 korban. Di Cihampelas, keracunan dialami 192 orang, termasuk siswa dari SMKN 1 Cihampelas, MA Al Mukhtariyah, MTs Al Mukhtariyah, serta SDN 1 Cihampelas.

Gelombang keracunan berikutnya berasal dari dapur berbeda di Cipongkor dengan total 201 korban. Sehari berselang, jumlah korban kembali melonjak hingga 730 orang. Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, menyebut mayoritas korban mengalami gejala mual, pusing, hingga sesak napas setelah menyantap hidangan MBG.

Tragisnya, korban termuda yang tercatat adalah Amalia Husna Khodijah, seorang anak perempuan berusia 5 tahun, yang ikut terdampak usai menyantap makanan program tersebut.

BGN akui kelalaian SOP dan bertanggung jawab penuh

Dalam keterangan resminya, Nanik menegaskan bahwa BGN bertanggung jawab penuh atas insiden keracunan massal ini. Ia memastikan semua biaya pengobatan anak-anak maupun orang tua yang terdampak akan ditanggung.

“Kami bertanggung jawab penuh atas hal yang terjadi. Terhadap anak, orang tua yang ikut makan, kami akan membiayai semuanya,” ujarnya.

Hasil evaluasi internal menunjukkan sekitar 80 persen kasus keamanan pangan terjadi karena pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh mitra dan tim pelaksana di lapangan. Namun, Nanik menekankan bahwa kesalahan tetap berada di BGN.

“Kesalahan ini tidak bisa kami limpahkan kepada mereka. Ini tanggung jawab kami sepenuhnya,” tegasnya.

Nanik juga menjelaskan tidak semua insiden terjadi karena makanan beracun. Ada beberapa kasus akibat alergi atau faktor lain. Namun, ia memastikan pelanggaran SOP tidak akan lagi ditoleransi dalam pelaksanaan MBG.

Permintaan maaf BGN dan evaluasi menyeluruh

Dengan nada emosional, Nanik menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang menimpa ribuan pelajar di Bandung Barat. Ia mengaku sedih melihat anak-anak harus digotong ke puskesmas akibat keracunan.

“Dari hati saya yang terdalam, saya mohon maaf atas nama BGN. Saya seorang ibu, melihat anak-anak seperti itu sungguh membuat hati saya hancur,” katanya dengan suara bergetar.

Ia menegaskan semangat utama program MBG bukan hanya membagikan makanan gratis, tetapi memastikan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia agar tumbuh menjadi generasi emas.

BGN, lanjutnya, tidak akan menutupi kesalahan dan berkomitmen melakukan evaluasi total. “Satu nyawa saja sudah tanggung jawab kami. Kami akan memperbaikinya secara menyeluruh,” pungkasnya.

Kasus keracunan massal di Bandung Barat membuka mata publik akan lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program MBG. Fakta penggunaan bahan baku ayam tidak fresh memperburuk citra program yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi.

Jumlah korban yang mencapai lebih dari seribu orang menunjukkan dampak serius dari kelalaian SOP di lapangan. Hal ini menegaskan bahwa keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam setiap program gizi nasional.

Pernyataan tanggung jawab penuh dari BGN memberi sinyal adanya perbaikan, namun kepercayaan publik perlu dipulihkan dengan langkah nyata. Evaluasi menyeluruh wajib dilakukan agar insiden serupa tidak kembali terulang.

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya pengawasan berlapis dalam rantai distribusi makanan, mulai dari dapur hingga penyajian di sekolah. Tanpa pengawasan ketat, risiko keamanan pangan akan tetap menghantui.

Pada akhirnya, tujuan besar MBG untuk mencetak generasi emas Indonesia hanya bisa tercapai jika kualitas, keamanan, dan kepatuhan terhadap SOP benar-benar dijaga secara konsisten. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Bandung BaratBGNgizkeracunanmakananMBG
Post Sebelumnya

Kemenko PMK Raih Predikat WTP ke-16 Kali Berturut-turut: Kemenko PMK Komitmen Wujudkan Tata Kelola Keuangan yang Transparan dan Akuntabel*

Post Selanjutnya

Ramdani Hidayat Pimpin Brimob Polri

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Ramdani Hidayat Pimpin Brimob Polri

Ramdani Hidayat Pimpin Brimob Polri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.