EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
CreatIFF 2025 Tekankan Inovasi dalam Pembiayaan Pembangunan

Sumber dok. pu.go.id

CreatIFF 2025 Tekankan Inovasi dalam Pembiayaan Pembangunan

Kementerian PU melalui CreatIFF 2025 menegaskan pentingnya pembiayaan kreatif, dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menutup kesenjangan pendanaan infrastruktur nasional.

Agus DJ oleh Agus DJ
5 Juni 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, INFRASTRUKTUR, KEUANGAN, NASIONAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum (DJPI) kembali menggelar acara tahunan Creative Infrastructure Financing (CreatIFF) 2025 di Jakarta pada Selasa, 3 Juni 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Menjawab Tantangan Pembiayaan Kreatif di Tengah Optimalisasi Anggaran”.

Acara tersebut digelar di tengah dorongan pemerintah untuk menemukan terobosan pembiayaan baru di sektor infrastruktur nasional. Tujuannya adalah menutup kesenjangan pembiayaan dan menjaga kesinambungan proyek-proyek pembangunan prioritas.

Dalam sambutannya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pentingnya ekosistem pembiayaan yang inklusif dan akuntabel untuk menggaet partisipasi sektor swasta. Ia menekankan perlunya inovasi skema pembiayaan guna memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Kita perlu membangun ekosistem pembiayaan infrastruktur yang inklusif, kondusif, transparan, dan akuntabel untuk menarik minat investasi swasta, baik domestik maupun internasional, serta stakeholders terkait lainnya untuk bergandengan tangan bersama membangun infrastruktur melalui kolaborasi pembiayaan,” ujar Menteri Dody di hadapan para peserta.

Menurutnya, pembiayaan kreatif bukan hanya opsi, melainkan kebutuhan mendesak dalam menghadapi keterbatasan fiskal dan tuntutan percepatan pembangunan nasional.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Upaya Konkret Kementerian PU

Kementerian PU melalui DJPI telah melakukan berbagai terobosan dalam lima tahun terakhir, khususnya lewat skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Skema ini dianggap sebagai salah satu bentuk pembiayaan yang paling potensial.

Selama periode tersebut, DJPI telah memfasilitasi 15 perjanjian KPBU lintas sektor. Beberapa di antaranya telah memasuki tahap konstruksi, menunjukkan keseriusan dan kapabilitas pemerintah dalam mendorong keterlibatan swasta.

“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan peran swasta pada pembangunan infrastruktur,” terang Menteri Dody.

Ia menyebutkan bahwa dari total kebutuhan pembiayaan infrastruktur nasional periode 2020-2024 sebesar Rp2.058 triliun, sebanyak Rp440,4 triliun atau 21,4 persen telah terpenuhi melalui skema KPBU dan penugasan.

Proyeksi kebutuhan pembiayaan untuk periode RPJMN 2025-2029 bahkan mencapai Rp1.905,3 triliun. Dalam simulasi awal, masih terdapat funding gap sebesar Rp753,11 triliun.

Kolaborasi Lebih Luas Ditekankan

Menjawab tantangan tersebut, Kementerian PU membuka ruang bagi berbagai skema pembiayaan lain seperti blended finance, sekuritisasi aset, dan kemitraan swasta lainnya. Kegiatan CreatIFF 2025 menjadi forum untuk menjembatani ide-ide tersebut.

“Keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen bangsa. Melalui CreatIFF 2025 ini, saya mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan sinergi, dan terus berinovasi, mencari terobosan, dan bekerja sama dalam mencari sumber-sumber pembiayaan alternatif yang berkelanjutan,” ujar Menteri Dody saat menutup sambutannya.

Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti, Sekretaris Jenderal Mohammad Zainal Fatah, serta Dirjen DJPI Rachman Arief Dienaputra turut hadir dalam pertemuan tersebut. Ketiganya menyampaikan dukungan penuh terhadap pembiayaan kreatif berkelanjutan.

Selain pejabat pemerintah, acara juga diisi oleh para narasumber dari lintas sektor yang memberikan pandangan strategis dalam pembiayaan infrastruktur.

Mereka adalah Director of Investment BPI Danantara Indonesia Hernando, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar, serta Wakil Ketua Umum KADIN Dhony Rahajoe.

Kegiatan CreatIFF 2025 mempertegas arah baru kebijakan pembiayaan infrastruktur yang menekankan sinergi, inovasi, dan kolaborasi. Pemerintah melalui Kementerian PU tak hanya menyiapkan kerangka kebijakan, tetapi juga membuka ruang diskusi yang konkret.

Keterbatasan fiskal menjadi realita yang tidak dapat diabaikan. Karena itu, perluasan partisipasi sektor swasta melalui skema KPBU dan instrumen kreatif lainnya menjadi kunci keberlanjutan pembangunan nasional.

Kedepannya, dibutuhkan komitmen bersama antar lembaga, pelaku usaha, serta dukungan regulasi agar proses pembiayaan alternatif ini dapat berjalan secara efisien dan bertanggung jawab.(*)

Tags: blended financeCreatIFF 2025Danantara IndonesiaDJPIDody Hanggodofunding gapinvestasi berkelanjutanJasa MargaKADINKementerian PUkolaborasi investasiKPBUpembangunan infrastrukturpembiayaan alternatifpembiayaan kreatifRPJMN 2025–2029sektor swasta
Post Sebelumnya

Nama Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso Disebut-sebut Dalam Perkara Perintangan Penyidikan Sejumlah Kasus Korupsi 

Post Selanjutnya

Resolusi Gencatan Gaza Kandas oleh Veto AS

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Resolusi Gencatan Gaza Kandas oleh Veto AS

Resolusi Gencatan Gaza Kandas oleh Veto AS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.