Tangerang, Ekoin.co – Sirene peringatan di Bendung Air 10 Sungai Cisadane, Tangerang, berbunyi, dan menetapkan siaga 3. Sejumlah warga untuk waspada dan bersiap-siap jika terjadi banjir menggenangi rumah dan jalanan.
Kondisi Sungai Cisadane di wilayah Tangerang kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya laporan warga terkait sampah, pendangkalan, dan potensi banjir, terutama menjelang musim hujan.
Sungai ini merupakan jalur utama aliran air yang melintasi Kota dan Kabupaten Tangerang serta memiliki fungsi strategis bagi kebutuhan masyarakat.
Sejumlah titik di sepanjang Sungai Cisadane dilaporkan mengalami penumpukan sampah rumah tangga, perubahan warna air, dan sedimentasi yang mengurangi kapasitas tampung sungai.
Kondisi tersebut ditemukan di beberapa segmen Sungai Cisadane yang melintasi kawasan permukiman padat di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.
Pemantauan intensif dilakukan dalam beberapa waktu terakhir dan terus ditingkatkan menjelang puncak musim hujan.
Pemerintah Kota Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang, instansi teknis terkait, serta komunitas masyarakat di bantaran sungai.
Sungai Cisadane berfungsi sebagai sumber air baku, sistem drainase alami, penyangga ekosistem, dan penopang aktivitas ekonomi warga. Gangguan pada aliran sungai berpotensi meningkatkan risiko banjir dan pencemaran lingkungan.
Pemerintah daerah melakukan normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi, pembersihan sampah, penataan bantaran, serta pengawasan terhadap pembuangan limbah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang menyatakan bahwa upaya penanganan dilakukan secara berkelanjutan dan terkoordinasi lintas instansi.
“Pemantauan kondisi Sungai Cisadane terus dilakukan. Kami fokus pada pembersihan sampah, pengendalian pencemaran, dan edukasi masyarakat agar fungsi sungai tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Selain langkah teknis, pemerintah juga menggencarkan sosialisasi kepada warga untuk tidak membuang sampah ke sungai serta menjaga daerah resapan air di sekitar bantaran.
Sementara itu, sejumlah komunitas lingkungan dilaporkan aktif melakukan aksi bersih sungai dan kampanye pengurangan sampah plastik sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga Sungai Cisadane.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat mengingat Sungai Cisadane melintasi lebih dari satu wilayah administrasi, sehingga penanganannya membutuhkan kerja sama lintas daerah. (*)





