Makassar, Ekoin.co – Basarnas resmi menghentikan operasi pencarian dan pertolongan atas kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan keputusan penghentian operasi setelah melalui pertimbangan menyeluruh terhadap hasil pencarian, proses evakuasi, serta evaluasi kondisi di lapangan. Menurutnya, seluruh tahapan utama dalam operasi SAR telah dilaksanakan secara maksimal.
Hingga hari terakhir pelaksanaan, tim SAR gabungan berhasil mengamankan 11 paket temuan korban, yang terdiri atas 10 kantong jenazah dan satu paket bagian tubuh.
Seluruh temuan tersebut telah dievakuasi dari lokasi kejadian dan diserahkan kepada Bidokkes Polda Sulawesi Selatan untuk menjalani proses identifikasi sesuai standar yang berlaku.
Tim SAR gabungan juga berhasil menemukan kotak perekam data penerbangan atau black box pada hari kelima pencarian. Saat ini, perangkat tersebut masih berada dalam penanganan Komite Nasional Keselamatan Transportasi guna kepentingan investigasi teknis penyebab kecelakaan.
Syafii menegaskan, Basarnas masih menunggu hasil resmi dari KNKT dan tim forensik terkait kecocokan jumlah korban yang ditemukan dengan data manifest penumpang.
Dia membuka kemungkinan operasi SAR kembali dilanjutkan apabila hasil identifikasi menunjukkan adanya ketidaksesuaian data. (*)





