Jakarta, Ekoin.co – Pemerintah secara resmi menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus mempercepat langkah reformasi guna memperkuat integritas pasar modal Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers bersama jajaran menteri serta pimpinan otoritas jasa keuangan di Jakarta pada Selasa, 3 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan soliditas antarlembaga dalam mengawal iklim investasi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global.
Kehadiran Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Sekretaris Negara, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi memperkuat pesan mengenai koordinasi kebijakan yang terintegrasi. Selain itu, hadir pula Kepala Badan Pengaturan BUMN bersama perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Fokus utama dalam diskusi tersebut adalah memastikan bahwa setiap instrumen keuangan di tanah air beroperasi dengan transparansi tinggi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam keterangannya menyebutkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap berada pada posisi yang sangat kuat. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tercatat sebesar 5,04% dan diproyeksikan akan mengalami peningkatan lebih lanjut pada kuartal IV. Indikator makro ini memberikan fondasi yang kokoh bagi upaya penguatan integritas pasar modal agar terus dipercaya oleh para pemodal.
Laju inflasi pada bulan Desember 2025 yang berada di angka 2,92% dipastikan tetap berada dalam sasaran APBN yaitu 2,5% dengan deviasi satu persen. Sementara itu, ketahanan eksternal negara tetap terjaga dengan cadangan devisa mencapai USD156,5 miliar atau setara dengan 6,2 bulan impor. Defisit fiskal juga dilaporkan tetap aman karena berada di bawah angka 3% dari produk domestik bruto.
Sektor perbankan turut menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 9,6% serta Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 13,83%. Rasio kecukupan modal atau CAR berada pada level 25,87% yang menandakan perbankan memiliki bantalan kuat terhadap risiko. Selain itu, rasio utang pemerintah terhadap PDB saat ini masih berada di bawah angka 40%.

Langkah Strategis Reformasi Pasar Modal
Presiden memberikan arahan khusus mengenai penguatan transparansi pasar melalui reformasi struktural yang nyata dan terukur. Salah satu langkah yang diambil adalah mempercepat proses demutualisasi bursa agar operasionalnya semakin profesional dan akuntabel. Pemerintah juga berencana meningkatkan likuiditas pasar dengan menaikkan batas minimum free float menjadi 15% sesuai dengan standar global yang berlaku.
Selain itu, pengaturan mengenai beneficial ownership atau pemilik manfaat akhir akan semakin diperketat oleh pihak berwenang. Hal ini bertujuan untuk memastikan keterbukaan informasi mengenai afiliasi pemegang saham sehingga tidak ada kepemilikan yang tersembunyi. Langkah ini dianggap krusial dalam membangun integritas pasar modal yang lebih bersih dari praktik-praktik curang di masa depan.
Pemerintah secara tegas menyatakan tidak akan mentolerir segala bentuk praktik manipulasi harga saham yang dapat merugikan investor ritel. Bursa Efek Indonesia bersama aparat penegak hukum akan melakukan tindakan tegas terhadap setiap pihak yang terbukti melanggar peraturan bursa maupun POJK. Dukungan penuh diberikan kepada proses penegakan hukum agar berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di sektor jasa keuangan.
Bursa Efek Indonesia juga telah memastikan bahwa operasional perdagangan tetap berjalan normal meski terjadi mekanisme transisi kepemimpinan. Penunjukan pejabat direktur utama dilakukan sesuai dengan tata kelola internal perusahaan untuk menjaga kesinambungan bisnis. BEI berkomitmen untuk mempercepat pemenuhan ekspektasi penyedia indeks global demi menarik lebih banyak aliran modal asing masuk ke pasar domestik.
Pengawasan Ketat dan Perlindungan Investor
Otoritas Jasa Keuangan menyampaikan bahwa pengunduran diri tiga anggota Dewan Komisioner telah ditindaklanjuti secara prosedural. Penunjukan pejabat sementara segera dilakukan guna memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan dalam pengawasan sektor keuangan. OJK menegaskan bahwa agenda reformasi akan tetap berlanjut mencakup peningkatan kualitas emiten yang melantai di bursa secara berkala.
Peningkatan literasi dan pelindungan bagi investor ritel menjadi prioritas utama bagi regulator dalam beberapa waktu ke depan. OJK akan memperdalam likuiditas pasar sekaligus memperketat pengawasan terhadap market conduct agar perilaku pasar tetap terjaga. Pengawasan ini juga menyasar pihak-pihak yang memiliki potensi besar dalam memengaruhi pergerakan harga secara tidak wajar di bursa saham.
Konferensi pers ini ditutup dengan penegasan bahwa pemerintah bersama regulator berdiri teguh dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional. Visi besarnya adalah menciptakan iklim investasi yang transparan, adil, serta berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan kepercayaan pasar terhadap integritas pasar modal Indonesia akan semakin meningkat secara signifikan.
Langkah-langkah preventif dan kuratif yang disiapkan diharapkan mampu memitigasi risiko yang mungkin muncul dari ketidakpastian global. Kejelasan hukum dan ketegasan sanksi menjadi kunci utama dalam menjaga marwah pasar modal sebagai motor penggerak ekonomi. Pemerintah mengajak seluruh pelaku pasar untuk tunduk pada aturan demi kebaikan ekosistem investasi nasional dalam jangka panjang.
Implementasi kebijakan ini akan dipantau secara ketat oleh kementerian terkait bersama lembaga pengawas independen lainnya. Evaluasi rutin terhadap efektivitas reformasi struktural akan terus dilakukan guna menyesuaikan dengan kebutuhan pasar yang dinamis. Integritas merupakan harga mati bagi pemerintah dalam mengelola sektor jasa keuangan yang menjadi tulang punggung perekonomian rakyat.
Melalui koordinasi yang erat antara Menteri Keuangan dan jajaran menteri lainnya, optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia tetap terjaga. Keterbukaan informasi dan penegakan aturan menjadi landasan bagi terciptanya pasar yang kompetitif di kancah internasional. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan bijak dalam berinvestasi seiring dengan penguatan sistem pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah.
Kondisi ekonomi Indonesia yang menunjukkan tren positif merupakan hasil dari kerja keras seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas makro. Keberhasilan menjaga inflasi dan cadangan devisa menjadi bukti bahwa pengelolaan fiskal dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Ke depan, penguatan integritas pasar modal akan terus menjadi agenda prioritas guna mendukung transformasi ekonomi yang lebih inklusif.
Fundamental ekonomi yang kokoh memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan reformasi tanpa mengganggu stabilitas nasional yang sudah ada. Sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal terbukti mampu meredam gejolak yang berasal dari faktor eksternal maupun internal. Fokus pada transparansi kepemilikan saham akan menutup celah bagi praktik mafia pasar yang merugikan banyak pihak.
Oleh karena itu, penegakan hukum di sektor keuangan tidak boleh kendur sedikitpun agar kepercayaan publik tetap terjaga dengan baik. Semua pihak diharapkan mendukung langkah berani pemerintah dalam membersihkan pasar modal dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Keberlanjutan investasi hanya bisa dicapai jika semua pelaku pasar menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme.
Upaya kolektif ini merupakan bagian dari visi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat investasi yang diperhitungkan di kawasan Asia. Dengan sistem yang lebih transparan, daya saing pasar modal domestik akan meningkat secara otomatis di mata dunia. Langkah ini bukan sekadar rencana, melainkan tindakan nyata yang sedang dijalankan demi masa depan ekonomi bangsa yang lebih cerah.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





