Jakarta, Ekoin.co – Bank Mandiri secara konsisten mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui pelaksanaan program Mandiri Sahabat Desa. Inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ini bertujuan untuk memberikan intervensi gizi serta perluasan akses air bersih di berbagai wilayah prioritas nasional. Hingga Jumat, 30 Januari 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 1.000 penerima manfaat dengan fokus utama pada keluarga yang memiliki risiko stunting cukup tinggi.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung selama enam bulan ini menyasar wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Papua, dan Yogyakarta. Perusahaan menyalurkan paket gizi seimbang bagi ibu hamil serta anak-anak usia di bawah dua tahun untuk memastikan tumbuh kembang yang optimal. Selain itu, pembangunan sumur bor menjadi solusi nyata bagi wilayah yang sering mengalami tantangan sanitasi akibat musim kemarau berkepanjangan dan sulitnya akses air.
Dampak positif dari kegiatan ini terlihat sangat jelas pada peningkatan kondisi fisik para penerima manfaat di lapangan. Seperti yang dilaporkan di Kabupaten Keerom, Papua, rata-rata berat badan ibu hamil mengalami kenaikan dari 55,61 kilogram menjadi 60,15 kilogram pada akhir periode intervensi. Statistik ini menunjukkan bahwa pemberian paket makanan bergizi secara rutin mampu memperbaiki kualitas kesehatan para ibu yang sedang mengandung di wilayah timur Indonesia tersebut.
Sementara itu, tren pertumbuhan fisik yang menggembirakan juga terjadi di provinsi Sulawesi Tengah bagi anak-anak usia di bawah dua tahun. Berat badan rata-rata anak meningkat dari 8,25 kilogram menjadi 9,38 kilogram, serta tinggi badan mereka bertambah dari 72,79 sentimeter menjadi 77,50 sentimeter. Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi antara sektor perbankan dan otoritas kesehatan mampu memberikan perubahan nyata bagi kualitas hidup masyarakat perdesaan.
Keberhasilan Mandiri Sahabat Desa di Yogyakarta dan NTT
Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, peningkatan berat badan anak balita tercatat secara konsisten, terutama di kawasan Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo. Selama periode Agustus hingga Oktober 2025, pemantauan ketat dilakukan untuk memastikan asupan nutrisi para peserta program tetap terjaga dengan baik. Melalui intervensi ini, Mandiri Sahabat Desa berhasil menekan potensi risiko gagal tumbuh pada anak-anak di wilayah yang menjadi fokus pembangunan sumber daya manusia tersebut.
Sedangkan di provinsi Nusa Tenggara Timur, perusahaan membangun sumur bor sebagai infrastruktur strategis di Desa Oenitas, Bea Ngencung, dan Wellabubur. Kehadiran sarana air bersih ini kini menjadi tulang punggung bagi keberlanjutan akses sanitasi yang sehat bagi warga lokal setiap harinya. Fasilitas tersebut sangat krusial dalam mendukung gaya hidup bersih guna mencegah munculnya berbagai penyakit yang dapat memperburuk kondisi kekurangan gizi kronis pada anak.
Atas segala komitmen dan kontribusi nyata tersebut, Bank Mandiri memperoleh apresiasi tinggi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Penghargaan ini diberikan atas partisipasi aktif perusahaan dalam mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING secara nasional. Riduan menjelaskan bahwa sinergi terintegrasi dengan pemerintah merupakan kunci utama untuk mendorong akselerasi penurunan angka stunting sesuai target pembangunan yang telah ditetapkan.
Pihak manajemen meyakini bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan kerja sama yang terstruktur antara korporasi, pemerintah, dan elemen masyarakat luas. Bank Mandiri berkomitmen penuh untuk selalu menghadirkan solusi berkelanjutan guna membangun generasi masa depan Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing global. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang luas bagi seluruh rakyat.
Sinergi Holistik Mandiri Sahabat Desa Bagi Pembangunan
Riduan menjelaskan lebih lanjut bahwa program Mandiri Sahabat Desa dirancang secara khusus untuk mengakselerasi pembangunan perdesaan secara lebih holistik. Aspek yang disentuh meliputi kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga agar desa memiliki daya tumbuh yang kompetitif. Fokus strategis pada penanganan stunting menyasar fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang merupakan masa paling krusial bagi masa depan seorang anak manusia.
Program ini juga sangat selaras dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat, termasuk mendukung kebijakan pemberian makan bergizi gratis bagi anak sekolah. Dalam implementasinya, perusahaan membagikan paket makanan mingguan yang terdiri dari beras premium, telur, sayuran segar, hingga protein hewani berkualitas tinggi. Dukungan relawan BKKBN sebagai pendamping keluarga sangat membantu dalam memastikan ketepatan sasaran serta efektivitas edukasi gizi bagi para penerima.
Selain fokus pada kesehatan, kegiatan ini turut menghadirkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan bagi keluarga di perdesaan sebagai bagian dari literasi finansial. Penguatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu target sampingan agar masyarakat desa bisa lebih mandiri dalam mengelola sumber daya yang mereka miliki. Dengan integrasi ini, perusahaan berharap dapat menciptakan ekosistem desa yang lebih sejahtera dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.
Kerja sama yang erat dengan BKKBN rencananya akan terus diperluas untuk menjangkau wilayah rawan stunting lainnya di seluruh penjuru tanah air. Komitmen ini membuktikan bahwa perusahaan berupaya menciptakan nilai tambah jangka panjang yang tidak hanya terbatas pada layanan perbankan konvensional semata. Sinergi lintas lembaga menjadi pondasi kuat bagi terciptanya masyarakat yang lebih produktif dan memiliki tingkat kesehatan yang merata dari Sabang hingga Merauke.
Manajemen menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan untuk program sosial ini merupakan investasi berharga bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Pemanfaatan data dan pemantauan secara granular memastikan setiap bantuan memberikan dampak yang terukur bagi perbaikan indeks pembangunan manusia di desa. Ke depan, inovasi dalam pelaksanaan program sosial akan terus ditingkatkan demi menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis.
Melalui keberhasilan ini, diharapkan semakin banyak pihak swasta yang terinspirasi untuk melakukan langkah serupa dalam menangani isu-isu sosial yang mendasar. Pembangunan desa yang mandiri akan menjadi pilar stabilitas ekonomi nasional yang mampu bertahan dari guncangan global di masa mendatang. Kehadiran perusahaan di tengah masyarakat melalui aksi nyata menjadi bukti bahwa empati dan profesionalisme dapat berjalan beriringan demi kebaikan bersama seluruh warga.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Pemerintah daerah sebaiknya terus memantau pemeliharaan sarana air bersih yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan oleh warga dalam jangka waktu lama. Masyarakat diimbau untuk tetap konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta memanfaatkan paket gizi yang diberikan secara maksimal bagi anak-anak. Edukasi mengenai pentingnya asupan nutrisi pada fase awal kehidupan perlu terus disosialisasikan hingga ke tingkat rukun tetangga di setiap wilayah perdesaan.
Pihak swasta dan perbankan lainnya diharapkan dapat memperluas kolaborasi serupa guna mencakup lebih banyak desa tertinggal yang belum terjangkau oleh program bantuan gizi. Pemantauan berat badan balita secara rutin di posyandu harus tetap menjadi prioritas utama bagi para orang tua demi mendeteksi gejala stunting sejak dini. Pemanfaatan teknologi digital dalam pelaporan kesehatan warga desa bisa menjadi langkah inovatif untuk mempercepat respons penanganan masalah kesehatan di lapangan.
Kesimpulannya adalah keberhasilan program ini menunjukkan bahwa intervensi yang terencana dan tepat sasaran mampu memperbaiki indikator kesehatan masyarakat secara signifikan dalam waktu singkat. Sinergi antara korporasi dan lembaga pemerintah seperti BKKBN terbukti efektif dalam mengatasi permasalahan kompleks seperti kekurangan gizi kronis pada anak. Pembangunan infrastruktur air bersih di daerah kering menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas sanitasi yang mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Integrasi antara pemenuhan gizi dan literasi keuangan memberikan pondasi yang kokoh bagi terciptanya keluarga desa yang lebih mandiri dan sejahtera secara ekonomi. Apresiasi yang diterima oleh pihak perbankan mencerminkan kepercayaan publik atas keseriusan dalam menjalankan tanggung jawab sosial yang berdampak nyata bagi bangsa. Transformasi desa menuju kemandirian akan menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk mencetak generasi emas yang unggul dan kompetitif di tingkat dunia.
Peningkatan berat badan ibu hamil dan anak-anak merupakan indikator awal dari kesuksesan jangka panjang dalam memutus rantai kemiskinan dan keterbelakangan di wilayah pelosok. Konsistensi dalam menjalankan kebijakan sosial yang berbasis pada kebutuhan riil warga akan selalu mendapatkan tempat di hati masyarakat luas. Semoga inisiatif ini terus berlanjut dan menginspirasi terciptanya lebih banyak program kemanusiaan yang mampu membawa perubahan positif bagi seluruh rakyat Indonesia secara berkelanjutan.(*)





