London, Ekoin.co — Arsenal memastikan satu tempat di partai final Piala Liga Inggris 2025-2026 setelah menundukkan Chelsea dengan skor 1-0 pada leg kedua semifinal. Pertandingan Arsenal vs Chelsea berlangsung di Stadion Emirates, London, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut membuat Arsenal unggul agregat 4-2 atas rival sekotanya dan berhak melaju ke laga puncak.
Gol penentu kemenangan Arsenal dicetak Kai Havertz pada menit ke-90+7. Penyerang tuan rumah memanfaatkan umpan silang Declan Rice dalam situasi serangan balik cepat di penghujung laga. Berdasarkan catatan resmi pertandingan, gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang 90 menit lebih waktu tambahan.
Kemenangan ini menegaskan dominasi Arsenal atas Chelsea dalam tiga pertemuan terakhir di semua ajang. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 dan Arsenal meraih kemenangan 3-2 saat bertandang ke Stamford Bridge. Dengan hasil leg kedua semifinal ini, Arsenal mengamankan tiket final Piala Liga Inggris musim 2025-2026.
Sejak awal pertandingan, Chelsea tampil agresif untuk mengejar defisit agregat. Tim tamu langsung menekan lini pertahanan Arsenal dengan mengandalkan kecepatan dan duel fisik di lini depan. Peluang pertama Chelsea tercipta pada menit ketujuh melalui sepakan kaki kiri Liam Delap, namun bola masih melebar dari sasaran.
Arsenal merespons tekanan tersebut dengan serangan balik cepat. Piero Hincapie mencoba peruntungannya lewat tembakan jarak jauh, tetapi upaya itu masih dapat digagalkan kiper Chelsea, Robert Sanchez.
Chelsea kembali mengancam lewat Trevoh Chalobah, meski tendangannya tidak mengarah tepat ke gawang yang dikawal Kepa Arrizabalaga.
Memasuki pertengahan babak pertama, Arsenal mendapatkan dua peluang beruntun. Gabriel Martinelli dan Viktor Gyokeres melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti pada menit ke-34 dan 35, namun kedua peluang tersebut mampu diblok barisan pertahanan Chelsea.
Hingga akhir babak pertama, kedua tim gagal mencetak gol. Sepakan jarak jauh Enzo Fernandez jelang turun minum juga masih dapat diamankan Kepa. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.
Pada babak kedua, Chelsea kembali mengambil inisiatif serangan. Joao Pedro dan Liam Delap beberapa kali mencoba menembus pertahanan Arsenal, tetapi belum membuahkan hasil. Tendangan keras Jorrel Hato pada menit ke-55 juga masih dapat diblok pemain belakang tuan rumah.
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, melakukan perubahan dengan memasukkan Cole Palmer dan Estevao pada menit ke-60 untuk menambah daya gedor. Pergantian ini meningkatkan intensitas serangan Chelsea, termasuk peluang dari Marc Cucurella yang melepaskan tembakan keras, namun bola melambung di atas mistar gawang Arsenal.
Sepuluh menit terakhir pertandingan diwarnai tekanan bertubi-tubi dari Chelsea. Meski demikian, pertahanan Arsenal tetap solid hingga akhirnya mampu memanfaatkan kelengahan lawan. Pada menit ke-90+7, Arsenal melancarkan serangan balik cepat yang diakhiri dengan gol Kai Havertz.
Menurut laporan resmi pertandingan Piala Liga Inggris, Arsenal mencatatkan keunggulan agregat 4-2 dan berhak melaju ke final. Pada partai puncak, Arsenal akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara Manchester City dan Newcastle United yang dijadwalkan bertanding pada Kamis (5/2/2026) dini hari WIB.
Arsenal menurunkan formasi 4-3-3 dengan Kepa Arrizabalaga di bawah mistar, sementara Chelsea bermain menggunakan skema 3-5-2. Laga ini dipimpin wasit dan berlangsung dalam tensi tinggi khas derby London hingga peluit panjang dibunyikan. (*)





