Jakarta, Ekoin.co – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengingatkan bahwa ketimpangan sosial dan kemiskinan masih menjadi pekerjaan besar dalam arah pembangunan ibu kota.
Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga 2045.
Menurut Yuke, tantangan menuju 2027 bukan sekadar menjaga pertumbuhan kota, tetapi memastikan manfaat pembangunan benar-benar terasa merata.
Fokus itu, kata dia, harus diterjemahkan dalam target yang konkret di dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Ia menekankan sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci, terutama pada sektor infrastruktur perkotaan, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Meski capaian pembangunan Jakarta dinilai menunjukkan tren positif, persoalan kesenjangan sosial dan antargenerasi disebut masih cukup tajam.
Yuke juga menyoroti faktor fiskal daerah yang belum sepenuhnya stabil. Karena itu, pemerintah diminta menetapkan skala prioritas secara realistis agar program strategis tidak membebani anggaran.
Selain pembangunan fisik, sektor layanan dasar harus tetap menjadi perhatian utama.
Komisi D DPRD DKI, lanjutnya, siap mengawal dan mendukung agenda pembangunan agar target pengurangan ketimpangan dan kemiskinan dapat dicapai secara terukur.





