Jakarta, Ekoin.co – Hidayat Humaid yang baru saja terpilih kembali sebagai Ketua Umum KONI DKI Jakarta periode 2026-2030 hadir memeriahkan agenda Ramadan di Pondok Kelapa, Jakarta Timur pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kehadiran tokoh olahraga nomor satu di ibu kota ini bertujuan untuk mendukung konsep inovatif bertajuk Masjid sebagai Zona Healing yang diinisiasi oleh warga RW 011 bersama Majelis Ta’mir Masjid Ar Ridho dan DKM Masjid Al Amin.
Gagasan mengenai zona pemulihan jiwa ini sengaja dihadirkan untuk menyambut bulan suci Ramadan 1447 H dengan menjadikan rumah ibadah sebagai ruang yang inklusif serta menenangkan. Melalui kolaborasi ini, warga diajak untuk tidak hanya menjalankan ritual ibadah formal, namun juga menjadikan masjid sebagai pusat kesehatan mental dan fisik di tengah kepenatan rutinitas masyarakat perkotaan yang sangat padat.
Ketua RW 011 Pondok Kelapa, Ardiansjah, menekankan bahwa masjid harus memiliki peran strategis dalam menyentuh kebutuhan spiritual sekaligus sosial masyarakat secara bersamaan dalam satu ruang. Pihaknya berupaya menciptakan lingkungan yang harmonis agar warga dapat menjemput ketenangan batin sekaligus mempererat tali silaturahmi antar tetangga melalui berbagai kegiatan positif yang telah dirancang sedemikian rupa untuk seluruh warga.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian publik dalam rangkaian ini adalah pelaksanaan Fun Run dan Fun Walk yang diikuti oleh ratusan warga dari berbagai latar belakang usia. Acara olahraga santai ini menjadi bukti nyata bahwa masjid dapat menjadi motor penggerak pola hidup sehat sekaligus sarana sosialisasi yang efektif bagi masyarakat di tingkat akar rumput pemukiman warga.
Kehadiran para tokoh penting ini memberikan suntikan semangat bagi warga untuk terus aktif berkontribusi dalam memajukan lingkungan tempat tinggal mereka melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara luas.
Target Prestasi KONI DKI Jakarta dari Akar Rumput
Hidayat Humaid dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan fisik seperti jalan sehat di lingkungan warga memiliki dampak yang sangat luas bagi pembangunan karakter dan kebugaran bangsa. Beliau melihat potensi besar dari kegiatan di tingkat RW ini sebagai tempat ditemukannya bibit-bibit atlet berprestasi yang dapat membela nama Jakarta di masa depan pada ajang nasional maupun tingkat internasional nantinya.
Sebagai sosok yang ditargetkan membawa Jakarta meraih juara umum pada PON 2028 oleh Gubernur Pramono Anung, Hidayat sangat mengapresiasi kemandirian warga dalam membudayakan olahraga rutin. Menurutnya, sinergi antara pembinaan prestasi dan kegiatan komunitas seperti ini merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan regenerasi atlet yang tangguh dan memiliki mentalitas pemenang yang sangat kuat.
Hidayat juga menambahkan bahwa selain aspek kesehatan, kegiatan ini mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui partisipasi pelaku UMKM di sekitar lokasi acara tersebut. Interaksi sosial yang hangat saat warga berolahraga bersama di sekitar masjid diyakini mampu memperkuat rasa kekeluargaan yang mungkin sempat renggang akibat kesibukan kerja sehari-hari bagi masyarakat kota Jakarta.
Implementasi sport science dan gaya hidup sehat yang dimulai dari level pemukiman dipandang sebagai langkah cerdas untuk mendukung visi besar olahraga Jakarta di masa depan. Hidayat berharap masjid-masjid lain di Jakarta dapat mencontoh langkah kolaborasi dua masjid di lingkungan RW 011, yakni Masjid Ar Ridho dan Masjid Al Amin yang berani melakukan inovasi program demi kepentingan masyarakat luas tanpa meninggalkan nilai-nilai religius yang utama.
Terpilihnya kembali Hidayat Humaid secara aklamasi memang membawa harapan baru bagi stabilitas dan kemajuan organisasi KONI DKI Jakarta secara menyeluruh. Dukungan yang diberikan kepada pengurus wilayah menunjukkan komitmen beliau untuk selalu dekat dengan basis massa serta memahami secara langsung dinamika sosial yang terjadi di lapangan setiap harinya.

Inovasi Pelayanan Umat Sebagai Zona Healing
Kolaborasi kedua Masjid Ar Ridho dan Masjid Al Amin, kini bertransformasi menjadi oase ketenangan yang memberikan kenyamanan lahir dan batin bagi siapa saja yang mengunjunginya selama bulan suci Ramadan nanti. Konsep zona healing ini diharapkan dapat mengurangi tingkat stres warga urban sekaligus meningkatkan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh ke depan dengan kondisi fisik yang prima.
Partisipasi aktif generasi muda seperti kelompok Milenial dan Gen Z dalam kegiatan Fun Run ini menjadi sinyal positif bahwa pendekatan yang modern dan santai sangat efektif untuk mengajak mereka kembali memakmurkan rumah ibadah dengan sukacita.
Sinergi antara pengurus RW, DKM masjid, dan tokoh masyarakat menjadi pondasi utama yang membuat program kolaborasi ini berjalan dengan sangat lancar dan penuh kondisi kondusif. Keberhasilan acara ini menunjukkan bahwa dengan komunikasi yang baik, setiap elemen masyarakat dapat bergerak searah dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik, sehat, dan penuh dengan nilai keberkahan bagi semua.
Persiapan matang yang telah dilakukan oleh panitia diharapkan dapat terus berlanjut menjadi program rutin yang tidak hanya muncul saat momen menyambut bulan Ramadan saja setiap tahunnya. Transformasi masjid menjadi pusat peradaban yang inklusif di wilayah Pondok Kelapa ini menjadi kado istimewa bagi warga Jakarta Timur yang mendambakan ruang publik yang ramah dan menyejukkan hati.
Harapan besar kini tertumpu pada pengurus baru KONI DKI Jakarta di bawah Hidayat Humaid agar terus memberikan dukungan pada kegiatan olahraga berbasis komunitas warga seperti ini. Dengan adanya dukungan dari level provinsi, semangat warga untuk berolahraga akan semakin tinggi dan cita-cita meraih juara umum PON 2028 dapat diwujudkan dengan iringan doa dari seluruh pelosok Jakarta.
Konsep masjid sebagai tempat penyembuhan bagi warga merupakan langkah visioner untuk menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan yang rentan terhadap stres dan tekanan hidup yang tinggi. Melalui berbagai kegiatan inklusif seperti olahraga bersama dan interaksi sosial, masjid terbukti mampu menjadi oase ketenangan yang menyatukan berbagai elemen masyarakat tanpa adanya sekat. Kolaborasi yang apik di Pondok Kelapa ini memberikan perspektif baru bahwa kemakmuran sebuah rumah ibadah dapat diukur dari sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh lingkungan sekitar secara nyata.
Pemerintah dan tokoh masyarakat sangat mendukung keberlanjutan program semacam ini karena dampak positifnya yang mencakup berbagai aspek mulai dari kesehatan fisik hingga ketahanan ekonomi lokal. Kehadiran figur publik memberikan legitimasi bahwa pemberdayaan masyarakat dari level terkecil seperti tingkat RW adalah fondasi utama dalam pembangunan daerah secara berkelanjutan. Keterlibatan aktif generasi muda juga menjadi kunci sukses agar nilai-nilai kebaikan di dalam masjid tetap relevan dengan perkembangan zaman yang terus berubah. Keberhasilan ini diharapkan dapat memicu semangat bagi wilayah lain di Jakarta untuk terus berinovasi dalam mengelola ruang ibadah secara kreatif dan dinamis.
Rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H di RW 011 Pondok Kelapa telah membuktikan bahwa harmoni sosial dapat tercipta melalui inisiatif yang sederhana namun dilakukan secara konsisten oleh pengurus. Fokus pada keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi menjadikan program ini sangat menarik dan akhirnya diterima secara luas oleh warga setempat di Jakarta Timur. Keberadaan masjid sebagai pusat aktivitas sosial menunjukkan fungsi aslinya sebagai pemersatu umat dalam segala aspek kehidupan yang dijalani setiap hari. Semangat kebersamaan yang telah terpupuk melalui ajang Fun Run ini menjadi modal kuat dalam menyambut bulan suci dengan penuh kegembiraan dan kesehatan.
Integrasi antara kegiatan fisik dan peningkatan spiritualitas warga adalah formula tepat untuk membangun ketahanan masyarakat yang tangguh secara lahir dan batin di tengah hiruk pikuk kota. Dengan menjadikan masjid sebagai destinasi utama untuk mendapatkan ketenangan, warga akan merasa lebih memiliki dan bertanggung jawab terhadap lingkungan tempat mereka tinggal sehari-hari. Hal ini juga membantu menciptakan suasana lingkungan yang lebih aman dan kondusif karena adanya ikatan persaudaraan yang erat antar tetangga yang saling mengenal. Program ini adalah manifestasi nyata dari upaya memakmurkan masjid dengan cara yang modern namun tetap tidak meninggalkan nilai-nilai luhur keagamaan.
Sebagai penutup, inisiatif menjadikan masjid sebagai zona healing adalah terobosan yang sangat relevan untuk meningkatkan kualitas hidup warga di tengah padatnya kehidupan kota Jakarta yang melelahkan. Keberhasilan kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa sinergi yang tulus antar pengurus wilayah dan rumah ibadah dapat melahirkan solusi konkret bagi permasalahan sosial masyarakat urban. Semoga semangat yang telah terbangun di wilayah Pondok Kelapa ini dapat terjaga konsistensinya hingga masa mendatang untuk generasi berikutnya. Mari jadikan Ramadan kali ini sebagai momentum untuk kembali ke masjid dan menemukan kedamaian sejati di dalamnya demi masa depan yang lebih baik.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





