EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Rapat Kemenag Siapkan Peta Jalan Pesantren Menuju Unggulan Dunia. Sumber dok kemenag.go.id

Rapat Kemenag Siapkan Peta Jalan Pesantren Menuju Unggulan Dunia. Sumber dok kemenag.go.id

Strategi Internasionalisasi Melalui Peta Jalan Pesantren Nasional

Kementerian Agama sedang mematangkan Peta Jalan Pesantren untuk memposisikan lembaga pendidikan Islam tradisional ini sebagai sistem pendidikan unggulan di tingkat global.

Agus DJ oleh Agus DJ
14 Februari 2026
Kategori EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Kementerian Agama saat ini tengah menunggu terbitnya regulasi resmi mengenai pembentukan Ditjen Pesantren yang menjadi tonggak baru dalam struktur birokrasi keagamaan Indonesia. Bersamaan dengan proses administratif tersebut, instansi terkait sedang gencar menyusun Peta Jalan Pesantren untuk memperkuat posisi lembaga ini sebagai sistem pendidikan Islam unggulan di kancah dunia. Langkah strategis ini bertujuan agar pesantren tidak hanya menjadi benteng tradisi, tetapi juga mampu memberikan pengaruh signifikan dalam dinamika peradaban global yang kian kompleks.

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan bahwa Keputusan Presiden terkait pembentukan direktorat jenderal baru tersebut sebenarnya telah mendapatkan lampu hijau dari Kepala Negara. Saat ini, pihaknya hanya perlu menunggu penyelesaian proses administratif hingga surat resmi benar-benar terbit untuk kemudian segera diimplementasikan. Kehadiran struktur baru ini diharapkan mampu mengoptimalkan koordinasi serta pelayanan negara terhadap puluhan ribu lembaga pendidikan berbasis kitab kuning tersebut di seluruh penjuru tanah air.

Dalam penyusunan Peta Jalan Pesantren ini, terdapat empat poin krusial yang menjadi perhatian utama pemerintah guna mencapai standar internasional. Kamaruddin Amin menggarisbawahi pentingnya revitalisasi karakter santri agar mereka lebih adaptif terhadap arus modernitas tanpa harus tercerabut dari akar tradisi keislaman yang kuat. Beliau menilai bahwa sistem pendidikan 24 jam yang diterapkan di lingkungan pesantren merupakan modal strategis yang sangat efektif dalam membentuk aspek intelektual serta pembinaan spiritual secara simultan.

Distingsi dan Kemandirian Ekonomi Pesantren

Fokus kedua dalam draf pengembangan ini berkaitan erat dengan pembangunan distingsi atau kekhasan lembaga serta keberpihakan pada sektor ekonomi. Kamaruddin Amin memberikan perbandingan dengan lembaga pendidikan Islam ternama dunia seperti Al-Azhar di Mesir yang memiliki daya jangkau luas karena keunikannya. Menurut beliau, kekuatan institusi global tersebut tidak semata-mata bersandar pada peringkat dunia, melainkan pada kemampuannya memberikan akses pendidikan yang murah bahkan gratis bagi pelajar internasional.

“Pesantren memiliki potensi untuk mencapai level tersebut. Kuncinya adalah membangun keunikan dan relevansi global,” sebut Kamaruddin Amin di Jakarta, Kamis (12/2/2026). Beliau meyakini bahwa dengan jaringan internasional yang kuat, pesantren di Indonesia dapat menjadi destinasi utama bagi penuntut ilmu dari berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, kurikulum yang ditawarkan harus tetap mempertahankan orisinalitas keilmuan pesantren sembari menjawab tantangan zaman yang terus berkembang dinamis.

Berita Menarik Pilihan

Aksi BNI Go Green Jaga Kebersihan Pantai Mertasari di Bali

Inovasi Personal Advisory BNI Emerald Center Central Park Jakarta

Ketiga, pemerintah ingin mendorong para santri agar berani membangun mimpi besar yang melampaui batas-batas tradisional selama ini. Modernisasi dalam konteks ini bukan berarti meninggalkan rasa hormat kepada kiai, melainkan memperluas cakrawala berpikir santri terhadap isu demokrasi dan ekonomi global. Santri masa depan perlu mendapatkan bekal literasi keuangan serta pemahaman investasi yang mumpuni agar mereka siap terjun dan berperan aktif dalam berbagai ekosistem industri modern saat ini.

Internasionalisasi dan Validasi Data Strategis

Poin keempat yang menjadi agenda mendesak adalah upaya internasionalisasi pesantren melalui skema beasiswa bagi mahasiswa atau santri dari luar negeri. Dengan membuka diri terhadap pertukaran gagasan lintas negara, reputasi pesantren Indonesia akan semakin kokoh di mata masyarakat internasional secara luas. Hal ini diharapkan mampu menciptakan dialog peradaban yang lebih inklusif serta memperkenalkan model Islam moderat khas nusantara ke berbagai forum strategis di tingkat global.

Di sisi lain, Penasihat Ahli Menteri Agama Prof. Nur Syam mengingatkan bahwa perencanaan yang besar ini harus senantiasa berpijak pada data yang akurat. Beliau mengusulkan agar periode tahun 2026 hingga 2030 menjadi target jangka pendek yang realistis untuk menata seluruh infrastruktur pendukung. Menurutnya, tahun 2027 harus ditetapkan sebagai tahun penuntasan data nasional agar pemerintah tidak bergerak hanya berdasarkan asumsi semata dalam mengambil setiap kebijakan publik.

“Quick win kita adalah data. Tanpa itu, kita hanya bergerak dalam asumsi,” ujar Prof. Nur Syam di Jakarta, Kamis (12/2/2026). Beliau menekankan bahwa validasi data mengenai sumber daya manusia serta peta keilmuan adalah fondasi utama untuk membangun paradigma baru pesantren yang unggul. Tanpa adanya sinkronisasi data yang presisi, program pembangunan fasilitas maupun peningkatan mutu pengajar berisiko besar menjadi tidak tepat sasaran dan membuang anggaran negara.

Dalam sebuah diskusi mengenai perumusan arah besar ini, Penasihat Ahli Menag Alissa Wahid memimpin jalannya dialog transformasi secara mendalam. Beliau menekankan bahwa santri masa depan harus mampu bertransformasi menjadi penggerak atau muharrik yang aktif di tengah perubahan sosial masyarakat. Pesantren tidak boleh lagi terjebak dalam sikap defensif terhadap perkembangan teknologi maupun dinamika politik yang terjadi, melainkan harus berani berinovasi secara kreatif.

Alissa Wahid berpendapat bahwa imajinasi kolektif bangsa harus mengarah pada satu tujuan utama yaitu menjadikan pesantren sebagai sistem pendidikan Islam terbaik. Kesiapan beradaptasi menjadi kunci utama agar lembaga ini tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan umat di masa yang akan datang. Melalui koordinasi yang solid antar pemangku kepentingan, visi besar yang tertuang dalam perencanaan strategis ini optimis dapat terwujud sesuai dengan garis waktu yang telah ditentukan.

Pemerintah terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh baik dari sisi regulasi maupun pendanaan guna menjamin keberlanjutan program internasionalisasi ini. Sinergi antara kementerian, kiai, dan masyarakat merupakan energi utama dalam mendorong kemajuan pendidikan Islam di tanah air secara merata. Dengan adanya Peta Jalan Pesantren yang jelas, arah pengembangan lembaga ini kini menjadi lebih terukur dan memiliki target capaian yang sangat prestisius bagi masa depan bangsa.

Penyusunan peta jalan ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan Islam yang selama ini sering dianggap sebagai sistem alternatif semata. Sekarang, negara hadir untuk menempatkan pesantren pada posisi yang setara bahkan lebih unggul melalui penguatan struktur kelembagaan yang lebih mapan. Masyarakat luas diharapkan memberikan dukungan positif terhadap setiap langkah kebijakan yang diambil demi mencetak generasi pemimpin bangsa yang berintegritas dan berwawasan global.

Kesuksesan transformasi ini nantinya akan diukur dari sejauh mana lulusan pesantren mampu mengisi posisi strategis di berbagai bidang kehidupan. Tidak hanya mahir dalam ilmu agama, santri masa depan diharapkan mampu menjadi pakar ekonomi, teknologi, hingga diplomat yang handal di kancah internasional. Semangat pembaruan ini tetap dijaga agar tidak menghilangkan nilai-nilai luhur dan keberkahan yang selama ini menjadi ciri khas dari kehidupan di dalam lingkungan pesantren.

Regulasi mengenai Ditjen Pesantren diharapkan segera rampung agar implementasi teknis di lapangan dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit-belit. Kehadiran direktorat jenderal khusus ini akan menjadi sejarah baru dalam pengabdian Kementerian Agama bagi pengembangan pendidikan Islam nusantara yang berkelanjutan. Harapan besar kini tertumpu pada kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan cita-cita besar pesantren sebagai pusat keunggulan peradaban dunia di masa depan.

Pemerintah sebaiknya segera melakukan sosialisasi masif mengenai peta jalan ini kepada seluruh pengelola pondok pesantren agar tercipta pemahaman yang seragam di daerah. Pelibatan tokoh masyarakat dan kiai sepuh dalam setiap tahapan pengambilan keputusan sangat krusial untuk menjaga kepercayaan serta dukungan dari basis akar rumput. Selain itu, sistem pendataan digital harus segera diintegrasikan untuk mempermudah monitoring perkembangan setiap pesantren secara real-time dan transparan.

Peningkatan kompetensi pengajar dalam hal literasi digital dan bahasa asing perlu menjadi prioritas pendamping dalam program internasionalisasi agar santri lebih siap bersaing. Fasilitas pendukung seperti laboratorium bahasa dan pusat inovasi teknologi sebaiknya mulai dibangun di pesantren-pesantren yang menjadi proyek percontohan nasional. Kerja sama dengan universitas ternama luar negeri juga dapat diperluas untuk mempercepat transfer pengetahuan dan pengakuan kredit akademik bagi para santri berprestasi.

Kesimpulan dari inisiatif ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat serius dalam menempatkan pesantren sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia unggul di masa depan. Melalui Peta Jalan Pesantren, arah pendidikan Islam di Indonesia kini memiliki panduan yang komprehensif untuk menghadapi tantangan global tahun 2045. Pembentukan Ditjen Pesantren merupakan bukti nyata keberpihakan negara dalam memperkuat identitas serta kedaulatan intelektual Islam moderat yang berbasis pada tradisi pesantren.

Transformasi ini tidak akan mengubah esensi spiritualitas santri, namun justru melengkapinya dengan kemampuan profesional yang dibutuhkan oleh dunia modern saat ini. Keberanian untuk melakukan internasionalisasi menunjukkan rasa percaya diri bangsa atas kualitas pendidikan Islam yang dimiliki sejak ratusan tahun silam. Dengan dukungan data yang akurat dan perencanaan strategis, cita-cita menjadikan pesantren sebagai kiblat pendidikan Islam dunia bukan lagi sekadar impian semata.

Ke depan, koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah menjadi kunci utama agar setiap program yang dirancang dapat memberikan manfaat langsung bagi para santri. Konsistensi dalam menjalankan tahapan-tahapan yang tertuang dalam peta jalan akan menentukan keberhasilan jangka panjang dari agenda besar kementerian ini. Indonesia siap membuktikan pada dunia bahwa tradisi pesantren adalah solusi pendidikan masa depan yang harmonis antara ilmu pengetahuan dan kemuliaan akhlak.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: Ditjen Pesantreninternasionalisasi pesantren.Kamaruddin AminKementerian Agamapendidikan IslamPeta Jalan Pesantren
Post Sebelumnya

Indonesia Economic Outlook 2026 Soroti Pengelolaan Kekayaan Negara

Post Selanjutnya

BNI Raih Best New Card Acquisition JCB Indonesia Awards 2026

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

BNI Go Green Edukasi Masyarakat Kelola Sampah di Bali, Sumber dok bni.co.id

Aksi BNI Go Green Jaga Kebersihan Pantai Mertasari di Bali

oleh Agus DJ
14 Februari 2026
0

Denpasar, Ekoin.co - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian alam tidak cukup hanya...

BNI Hadirkan Layanan Premium di Emerald Center Central Park, Sumber dok bni.co.id

Inovasi Personal Advisory BNI Emerald Center Central Park Jakarta

oleh Agus DJ
14 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI secara resmi memperkuat strategi pengembangan layanan wealth management melalui...

Kesuksesan BNI Borong Penghargaan Prestisius JCB Indonesia Awards 2026. Sumber dok bni.co.id

BNI Raih Best New Card Acquisition JCB Indonesia Awards 2026

oleh Agus DJ
14 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sukses meraih pencapaian gemilang dengan menyabet tiga penghargaan sekaligus...

Presiden Prabowo Tegaskan Berantas Korupsi di Indonesia Economic Outlook 2026. Sumber dok kemenag.go.id

Indonesia Economic Outlook 2026 Soroti Pengelolaan Kekayaan Negara

oleh Agus DJ
14 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri agenda Indonesia Economic Outlook 2026 yang berlangsung di Wisma Danantara Indonesia....

Post Selanjutnya
Kesuksesan BNI Borong Penghargaan Prestisius JCB Indonesia Awards 2026. Sumber dok bni.co.id

BNI Raih Best New Card Acquisition JCB Indonesia Awards 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.