EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Banjarmasin Larang Anak Ikut Padamkan Kebakaran

Banjarmasin Larang Anak Ikut Padamkan Kebakaran

Pemerintah Kota Banjarmasin melarang keterlibatan anak-anak dalam pemadaman kebakaran karena dianggap sangat membahayakan keselamatan jiwa mereka dan bertentangan dengan prinsip perlindungan anak.

Abah Mamat oleh Abah Mamat
10 Juni 2025
Kategori DAERAH, NASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

BANJARMASIN EKOIN.CO- Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah serius untuk mencegah keterlibatan anak-anak dalam aktivitas pemadaman kebakaran yang dinilai sangat membahayakan keselamatan mereka.

Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, pada Senin (9/6), menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan keras agar anak-anak tidak lagi ikut turun ke lokasi kebakaran.

“Ini kita lihat banyak anak-anak yang ikut berjibaku di lokasi musibah kebakaran, sangat berbahaya bagi keselamatan mereka,” kata Yamin saat ditemui di Balaikota.

Ia menekankan bahwa keberadaan anak-anak dalam situasi kebakaran bukan hanya melanggar prinsip perlindungan anak, tetapi juga sangat berisiko terhadap nyawa mereka.

Pemerintah Kota pun menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk mengintensifkan sosialisasi pencegahan dan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

Upaya Pencegahan Disusun Terstruktur

Langkah pencegahan ini termasuk pelarangan keterlibatan anak-anak, baik sebagai relawan maupun bagian dari komunitas pemadam kebakaran di lapangan.

“Baik sebagai anggota pemadam kebakaran apalagi ikut ke lapangan memadamkan api,” tegas Yamin.

Menurutnya, tugas pemadaman memiliki tingkat bahaya tinggi yang tidak seharusnya dihadapi oleh anak-anak yang secara fisik dan psikis belum matang.

“Anak-anak seharusnya berada dalam lingkungan yang aman dan terlindungi, bukan justru berada di garis depan risiko bencana,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun semangat gotong royong dan kepedulian sosial anak-anak patut diapresiasi, keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama.

Tindakan Edukatif Jadi Prioritas

Yamin meminta dinas terkait segera menyusun program pembinaan yang menyasar kelompok-kelompok relawan pemadam, termasuk orang tua dan anak-anak.

“Anak-anak kita harus diarahkan ke jalur yang benar,” ujarnya tegas.

Jika anak-anak memang menunjukkan minat dalam bidang kebencanaan, hal tersebut bisa diarahkan melalui pendidikan dan pelatih resmi saat mereka telah cukup usia.

“Kalau memang punya minat di bidang kebencanaan, itu bisa disalurkan dengan pelatihan yang sesuai saat usianya cukup,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa kota harus menjadi ruang yang aman untuk tumbuh kembang anak dan bukan tempat yang mengorbankan masa kecil mereka.

Kota Ramah Anak Jadi Target Pemerintah

Pemerintah Kota berkomitmen menjadikan Banjarmasin sebagai kota yang ramah anak, dengan ruang-ruang publik dan sosial yang aman untuk tumbuh dan belajar.

“Kota ini harus menjadi tempat aman untuk tumbuh dan berkembang,” ucap Yamin.

Ia juga meminta masyarakat agar tidak menganggap biasa anak-anak terlibat dalam kejadian darurat seperti kebakaran.

“Jangan biarkan rasa tanggung jawab yang terlalu dini malah menghilangkan hak mereka untuk belajar dan bermain,” pesannya.

Yamin juga mengajak semua pihak untuk membangun budaya perlindungan anak, dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga.

Dukungan dan Kolaborasi Masyarakat Diharapkan

Partisipasi komunitas, termasuk relawan pemadam kebakaran, dianggap penting untuk menyukseskan program ini secara menyeluruh.

Wali Kota pun menyebut bahwa peran orang tua dalam pengawasan anak sangat vital untuk memastikan anak tidak terlibat dalam risiko tinggi.

“Biarkan mereka tumbuh di lingkungan yang aman, belajar dengan tenang, dan berkontribusi di masa depan sesuai dengan kemampuannya,” katanya.

Pernyataan ini mencerminkan arah baru kebijakan yang lebih menekankan perlindungan anak dalam penanggulangan bencana.

Pemerintah juga berencana menyusun regulasi yang memperjelas batas usia dalam partisipasi kegiatan relawan kebakaran.

Fakta Jumlah Relawan Jadi Sorotan

Seperti diketahui, Kota Banjarmasin memiliki lebih dari 500 kelompok pemadam kebakaran yang sebagian besar berasal dari swadaya masyarakat.

Banyak dari anggotanya adalah pemuda, bahkan anak-anak di bawah umur yang secara aktif ikut dalam setiap insiden kebakaran.

Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan dianggap bagian dari budaya solidaritas lokal.

Namun, pemerintah menilai bahwa praktik ini tidak lagi sesuai dengan standar keselamatan modern dan perlindungan anak.

Karena itu, penataan ulang organisasi pemadam swadaya pun menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

Evaluasi Terhadap Sistem Relawan

Wali Kota Yamin menekankan bahwa kebijakan ini bukan untuk mengekang semangat masyarakat, melainkan menjaga keseimbangan antara partisipasi dan keselamatan.

Ia juga mengatakan bahwa edukasi harus bersifat terus-menerus agar pemahaman masyarakat terhadap risiko semakin meningkat.

“Semangat mereka patut kita hargai, tapi anak-anak bukan petugas,” kata Yamin.

Masyarakat pun diimbau melapor bila menemukan anak-anak ikut serta dalam aktivitas pemadaman kebakaran.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi keterlibatan anak-anak dalam insiden serupa di masa depan.

Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat

Selain dinas pemadam, pemerintah juga akan menggandeng Dinas Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Koordinasi antarinstansi ini bertujuan menyusun pendekatan lintas sektor untuk menjaga hak-hak anak.

Kegiatan edukatif direncanakan melibatkan sekolah, komunitas, hingga lembaga keagamaan di tingkat kelurahan.

“Anak-anak tidak boleh dibiarkan tanpa pengawasan,” ujar salah satu pejabat Dinas Pendidikan.

Peran tokoh masyarakat dan agama pun dinilai penting untuk mendukung perubahan paradigma ini.

Sosialisasi Langsung ke Komunitas

Pemerintah Kota akan menggelar roadshow sosialisasi ke berbagai posko pemadam swadaya.

Target utamanya adalah komunitas pemadam yang berada di perkampungan padat penduduk dan memiliki keterlibatan tinggi anak-anak.

Penyuluhan juga dilakukan dengan metode visual dan interaktif agar pesan lebih mudah diterima oleh anak-anak.

“Edukasi yang menarik akan lebih efektif mencegah mereka ikut ke lapangan,” ujar petugas Dinas Pemadam.

Seluruh materi sosialisasi akan disesuaikan dengan usia sasaran, termasuk penggunaan bahasa sederhana dan ilustrasi visual.(*)

Berlangganan gratis WANEWS EKOIN lewat saluran WhatsUp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: anak-anakBanjarmasinedukasi kebencanaanKebakarankota ramah anakpemadam kebakaranpemadam swadayaperlindungan anakrisiko kebakaransosialisasi pemadamWali Kota Yamin
Post Sebelumnya

Larangan Pembakaran Lahan Ditegaskan BPBD Penajam

Post Selanjutnya

Head to Head Timnas Indonesia vs Jepang

Abah Mamat

Abah Mamat

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Head to Head Timnas Indonesia vs Jepang

Head to Head Timnas Indonesia vs Jepang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.