Jakarta, EKoin.co – Pengurus Besar Tinju Indonesia resmi menutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju 2026 yang berlangsung di PPOP Ragunan, Jakarta, pada 12–15 Februari.
Ajang ini diposisikan sebagai momentum kebangkitan tinju nasional sekaligus jalur pencarian talenta muda menuju level internasional, termasuk Olimpiade.
Ketua Umum PERBATI, Ray Zulham Farras Nugraha, menegaskan pemilihan Ragunan bukan tanpa alasan. Kompleks ini dikenal sebagai tempat pembinaan atlet elite yang telah melahirkan banyak prestasi.
Ia berharap dari arena tersebut muncul petinju yang mampu mengikuti jejak legenda seperti Albert Papilaya dan La Paene Masara di panggung Olimpiade.
Dari sisi teknis, Komisi Teknik PERBATI menjaring 49 petinju potensial hasil evaluasi selama turnamen. Mereka terdiri dari 17 atlet kategori U-19, 17 atlet U-23, dan 15 atlet Elite.
Para peraih emas otomatis masuk program pemusatan latihan nasional, bergabung dengan petinju senior seperti Maikhel Roberrd Muskita dan Uswatun Hasanah, yang sebelumnya tampil di level regional Asia Tenggara.
Sekretaris Jenderal PERBATI, Hengky Silatang, menjelaskan kalender internasional 2026 menjadi target utama pembinaan.
Atlet muda diproyeksikan tampil di Asian Boxing Championship U-19 dan U-23 di Jakarta, sementara kelas Elite dipersiapkan untuk perburuan medali di Asian Games 2026.
Dominasi daerah masih terlihat kuat. Kontingen DKI Jakarta keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 16 emas, tujuh perak, dan dua perunggu.
Petinju tuan rumah, Asri Udin, dinobatkan sebagai atlet terbaik turnamen — mempertegas posisi Ragunan sebagai pusat lahirnya bakat tinju nasional.
Kejurnas tahun ini menandai langkah strategis PERBATI dalam membangun regenerasi berkelanjutan.
Fokusnya bukan hanya kemenangan jangka pendek, melainkan membentuk jalur prestasi yang mampu membawa tinju Indonesia kembali bersaing di panggung Asia hingga Olimpiade.





