Jakarta, Ekoin.co – Suasana salat tarawih perdana di Masjid Istiqlal sempat diwarnai insiden kebakaran kecil di ruang server pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 20.40 WIB.
Meski asap sempat memenuhi ruangan teknis tersebut, kegiatan ibadah di ruang utama tetap berjalan khusyuk karena lokasi kejadian terpisah dari area jamaah.
Petugas keamanan masjid segera melaporkan kejadian itu ke unit pemadam kebakaran. Tim yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan cepat menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Petugas damkar, Muhammad Ramdan, menjelaskan bahwa saat tim masuk ke ruang server, kondisi sudah dipenuhi asap pekat.
Petugas harus menggunakan perlengkapan pernapasan mandiri untuk memastikan keselamatan saat proses pemadaman.
Menurutnya, titik api yang tersisa berada di bagian bawah perangkat dengan ukuran relatif kecil dan berhasil dipadamkan dalam hitungan menit. Kepulan asap kemudian dikeluarkan agar ruangan kembali aman.
Sementara itu, petugas Gulkarmat Jakarta Pusat, Agus, menyebut sumber kebakaran diduga berasal dari area panel dan baterai UPS yang berfungsi sebagai cadangan daya listrik. Namun penyebab pasti masih dalam tahap penyelidikan.
Petugas memastikan api tidak merambat ke ruangan lain. Sistem pengawasan seperti CCTV tetap berfungsi normal dan tidak mengalami kerusakan.
Laporan kebakaran diterima pukul 20.40 WIB. Sebanyak empat unit mobil pemadam dikerahkan dan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.45 WIB.
Setelah ventilasi dilakukan, kondisi dinyatakan aman dan aktivitas masjid kembali berjalan seperti biasa.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya sistem pengamanan teknis di fasilitas publik, terutama saat aktivitas ibadah meningkat selama Ramadan.





