Gubernur Pramono Ajak UMKM Dukung Pelestarian Kuliner Betawi, Fokus pada Dodol Nyak Mai

Proses pembuatan dodol secara tradisional membutuhkan waktu sekitar delapan hingga sepuluh jam. Adonan yang terdiri dari tepung beras ketan, gula merah, santan kelapa, dan garam dimasak dalam kuali besar di atas api kayu bakar hingga menghasilkan tekstur lembut dan rasa manis khas Betawi.
Ridwansyah Hasrul Ekoin
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Bang Foke ikut mengaduk Dodol Nyak Mai, mendorong pelestarian kuliner Betawi sekaligus mendukung UMKM lokal.

Jakarta, Ekoin.co – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta Dinas UMKM untuk ikut mempromosikan kuliner khas Betawi agar bisa terus eksis.

Hal ini diungkapkan Pramono saat menghadiri acara Ngaduk Dodol Betawi di Dodol Nyak Mai, Jalan Moch Kahfi II, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono bersama Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo atau Bang Foke, ikut mengaduk dodol bersama para perajin.

Proses pembuatan dodol secara tradisional membutuhkan waktu sekitar delapan hingga sepuluh jam. Adonan yang terdiri dari tepung beras ketan, gula merah, santan kelapa, dan garam dimasak dalam kuali besar di atas api kayu bakar hingga menghasilkan tekstur lembut dan rasa manis khas Betawi.

Dodol Nyak Mai sendiri merupakan usaha turun-temurun yang berada di kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan. Usaha ini dirintis oleh Nyak Mai pada awal 1990-an dan kini diteruskan oleh generasi kedua, yakni Mpok Djuanih dan Bang Udin.

“Saya sudah pernah mencoba dodol Nyak Mai ini, memang luar biasa enak. Kenyalnya pas dan manisnya juga tidak berlebihan,” ujarnya.

Gubernur Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong pengembangan usaha kuliner tradisional seperti Dodol Nyak Mai. Dukungan tersebut termasuk melalui modernisasi peralatan produksi tanpa menghilangkan nilai tradisional yang menjadi ciri khasnya.

“Harapannya dilakukan modernisasi, tetapi jangan sampai yang tradisionalnya hilang. Justru di situlah kekhasan dan keunggulannya,” terangnya.

Pemprov DKI juga siap memberikan dukungan apabila diperlukan, termasuk bantuan peralatan produksi serta penguatan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Nanti saya minta Kepala Dinas UMKM untuk mempelajari ini dan menyiapkan dukungan yang diperlukan. Hal seperti ini memang perlu pemerintah daerah turun tangan agar para pelaku usaha menjadi lebih berdaya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono mendorong agar kuliner khas Betawi punya kemasan dan strategi pemasaran yang lebih menarik sehingga dapat menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Jakarta. Ia juga berencana menjadikan Dodol Nyak Mai sebagai salah satu sajian dalam berbagai acara resmi di Balai Kota.

“Kuliner Betawi sebenarnya banyak yang enak, tetapi belum dipasarkan dengan baik. Kita perlu membuat kemasan yang lebih menarik agar siapa pun yang datang ke Jakarta bisa mencoba dodol ini,” tuturnya.

Sebagai salah satu kuliner legendaris Betawi, Dodol Nyak Mai tidak hanya menjadi simbol kekayaan budaya, tetapi juga berperan dalam mendukung ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Jakarta. Melalui pelestarian tradisi ini, diharapkan warisan kuliner Betawi tetap dikenal dan dinikmati oleh generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights