IHSG Ditutup Anjlok 1,03 Persen ke 6.083, Sektor Energi dan Infrastruktur Tertekan
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Kamis (8/10/2026), terkoreksi 1,03 persen ke level 6.083,68. Tekanan jual yang merata di hampir seluruh sektor mewarnai perdagangan hari ini, dengan sektor infrastruktur dan energi menjadi penekan utama indeks. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif IHSG yang sudah terkoreksi dalam beberapa pekan terakhir.
Pembukaan Menguat Lalu Berbalik Arah
IHSG sebenarnya dibuka menguat pada awal sesi perdagangan, didorong sentimen positif dari data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September yang masih berada di zona optimistis di level 118,1. Namun optimisme tersebut tidak bertahan lama karena aksi jual investor asing mendominasi sepanjang sesi kedua.
Investor asing tercatat melakukan net sell atau jual bersih yang cukup besar, mengindikasikan kekhawatiran terhadap prospek pasar modal Indonesia di tengah ketidakpastian global. Pelemahan rupiah yang masih bertengger di kisaran Rp17.890 per dolar AS turut menambah tekanan terhadap sentimen pasar.
Saham BSWD Jadi Sorotan: 99,95 Persen Dikuasai Segelintir Investor
Di tengah pelemahan pasar, saham PT Bank of India Indonesia (BSWD) menjadi sorotan setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) dan KSEI mengumumkan bahwa 99,95 persen saham bank tersebut dikuasai oleh segelintir investor. Status High Shareholding Concentration ini memunculkan kekhawatiran tentang likuiditas dan potensi manipulasi harga saham.
BEI menegaskan akan terus memantau saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dan siap mengambil langkah pengawasan jika diperlukan.
Merger 4 BUMN Karya Rampung November
Berita korporasi yang juga turut memengaruhi sentimen pasar adalah pengumuman BPI Danantara bahwa merger empat BUMN Karya, termasuk PT Waskita Karya Tbk dan PT Wijaya Karya Tbk, ditargetkan rampung pada November 2026. Danantara mengungkapkan bahwa Waskita dan WIKA masih memerlukan restrukturisasi tambahan sebelum proses penggabungan bisa diselesaikan.
Selain merger BUMN Karya, Danantara juga akan meresmikan penggabungan 23 entitas kawasan industri menjadi PT Kawasan Industri Indonesia pada 5 November 2026. Konsolidasi besar-besaran ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan BUMN yang lebih efisien dan berdaya saing global.
Prospek Pasar: Investor Perlu Waspada
Analis pasar modal memproyeksikan IHSG masih berpotensi tertekan dalam jangka pendek seiring berlanjutnya sentimen global yang kurang kondusif. Risalah rapat FOMC yang menunjukkan sikap hawkish The Federal Reserve menjadi faktor eksternal yang membebani pasar modal negara berkembang, termasuk Indonesia.
Namun dari sisi fundamental, konsumsi domestik yang masih solid dan program investasi pemerintah senilai Rp13.000 triliun menjadi penopang yang diharapkan mampu menahan koreksi lebih dalam. Investor disarankan untuk selektif dan fokus pada saham-saham berkapitalisasi besar dengan fundamental kuat selama periode volatilitas ini berlangsung.





















Tinggalkan Balasan