Perintah Prabowo Bersih-bersih Internal TNI, Kabais Pilih Mundur
Jakarta, Ekoin.co – Buntut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus libat anggota Badan Intelijen Strategis TNI bikin marah Presiden Prabowo Subianto. Satu perintah tegas, Presiden meminta siapapun yang terlibat harus bertanggung jawab.
Di tengah proses penyidikan, tiba-tiba Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen Yudi Abrimantyo memilih mengundurkan diri.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban TNI setelah kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus yang melibatkan anggota Bais TNI.
“Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais. Terima kasih,” ujar Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, dikutip Kamis (26/3).
Aulia menyampaikan hari ini TNI telah melaksanakan rapat bersama dengan Kementerian Pertahanan. Dalam rapat tersebut, Aulia mengatakan TNI bersama Kemhan membahas mengenai revitalisasi internal TNI.
Selain itu, Aulia menyebut rapat bersama itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Rapat itu, kata dia, menyimpulkan agar TNI menindak tegas setiap prajurit yang melakukan pelanggaran.
“Tentara Nasional Indonesia menegaskan komitmennya dengan menindak tegas setiap pelanggaran hukum dan disiplin yang dilakukan oleh prajurit TNI,” kata Aulia.
Dikerahui, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempatnya diketahui merupakan anggota Denma Bais TNI dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).
“Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma Bais TNI, bukan dari satuan mana-mana, tapi dari Denma Bais TNI,” kata Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto.
Sayangnya hingga kini belum terungkap motif penyerangan anggota Bais TNI terghadap Andrie Yunus. (*)























Tinggalkan Balasan