EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Sistem Tumpang Tindih Masih Andalan Pemakaman Jakarta

Sistem Tumpang Tindih Masih Andalan Pemakaman Jakarta

Jakarta kekurangan lahan makam dengan kebutuhan harian mencapai 100–110 jenazah per hari, sementara ketersediaan lahan sangat terbatas. DPRD dan Distamhut DKI mendorong percepatan pembebasan lahan, optimalisasi aset pemerintah, dan perbaikan sistem pendataan untuk menghindari praktik ilegal.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
14 Juni 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Jakarta tengah menghadapi krisis lahan makam yang semakin akut, menimbulkan berbagai persoalan dalam pengelolaan pemakaman umum di ibu kota.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengungkapkan bahwa kebutuhan lahan makam terus meningkat sementara ketersediaan sangat terbatas.

Yuke menegaskan bahwa Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) perlu segera menghitung dan merencanakan penambahan lahan makam untuk beberapa tahun ke depan .

Ia menyatakan, “Kondisi sekarang, kita memang kekurangan lahan makam. Butuh lahan makam yang mencukupi di wilayah Jakarta,” dan meminta kajian mendalam mengenai rasio lahan yang dibutuhkan dibandingkan yang tersedia .

Politisi PDI‑Perjuangan ini juga mengimbau agar beban wilayah Jakarta yang sudah padat diatasi terlebih dahulu, sebelum melihat opsi di pinggiran atau luar kota.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

DPRD DKI menyarankan agar Distamhut segera membuat perencanaan strategis yang matang untuk menambah lahan makam di lima wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu .

Selain itu, Direktur Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, Djafar Muchlisin, pernah menyebut bahwa sekitar 110 jenazah setiap hari membutuhkan lahan makam seluas 880 meter persegi di Jakarta .

Dengan angka tersebut, dalam setahun dibutuhkan sekitar 360 ribu meter persegi atau 36 hektare lahan makam, sementara ketersediaan lahan sangat terbatas.

Saat ini, terdapat 96 hingga 84 Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang tersebar di Jakarta, namun banyak di antaranya tidak membuka petak makam baru karena kekurangan lahan .

Beberapa TPU, seperti Duri Kepa di Jakarta Barat, bahkan telah menghentikan pembukaan makam baru, menerapkan sistem tumpang tindih sejak 2020.

System tumpang tindih ini artinya satu petak kuburan digunakan untuk beberapa jenazah, umumnya pasangan suami‑istri atau keluarga dekat .

Sekretaris Komisi D DPRD, Syarif, menyebut bahwa warga kerap mengeluh kesulitan mencari makam karena sebagian besar TPU sudah penuh .

Effendi Sianturi, Kasatpel TPU Pondok Kelapa, menjelaskan bahwa TPU tersebut hanya memiliki sekitar 30.000 petak makam, terbagi antara pemakaman Islam dan Kristen.

Per hari, TPU Pondok Kelapa rata‑rata menerima belasan jenazah, meskipun lahan makin terbatas .

Dari data Pemprov DKI, rata‑rata 100 jenazah dimakamkan setiap hari, sehingga dibutuhkan lahan seluas 20,075 hektare per tahun .

Namun, hanya tersedia sekitar 31,3 hektare lahan siap pakai untuk makam sejauh ini .

Padahal luas total lahan makam DKI mencapai hampir 600 hektare, tetapi hanya sebagian kecil yang siap digunakan .

Menurut Nandar Sunandar, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, lahan siap pakai sebesar 31,3 hektare hanya mampu menampung sekitar 6.000 liang lahat.

Di sisi lain, sebagian besar aset lahan milik Pemprov DKI belum dimanfaatkan secara optimal untuk pemakaman .

Justin Adrian, anggota Komisi D DPRD, menyatakan banyak lahan kosong yang bisa dialokasikan sebagai TPU baru jika digunakan dengan efisien .

Namun, realisasi pembebasan lahan di lapangan terhambat kendala administratif seperti kepemilikan sertifikat dan sengketa lahan .

Sebagai contoh, Djafar Muchlisin menyebut bahwa hanya Rp 10 miliar dari anggaran Rp 390 miliar terserap karena menunggu usulan warga dan proses sertifikasi lahan .

Sementara Iman Satria dari Komisi B DPRD DKI mengusulkan penggunaan surat girik agar pembebasan lahan tidak tertunda karena sertifikat .

Permasalahan ini menyebabkan sejumlah TPU strategis seperti Menteng Pulo dan Tanah Kusir cepat penuh sementara TPU pinggiran belum optimal digunakan .

Kebijakan pembebasan lahan makam baru menuai banyak hambatan, mulai dari biaya, sengketa kepemilikan, hingga regulasi lingkungan dan dukungan masyarakat .

Menurut laporan, distamhut tidak mampu membuka TPU baru dengan mudah karena harus memenuhi persyaratan lingkungan dan izin dari warga sekitar .

Akibatnya, pemerintahan lebih memilih memperluas TPU yang sudah ada dibandingkan mendirikan TPU baru .

Masih dari Djafar Muchlisin, pembebasan lahan strategis membutuhkan skema pendanaan yang jelas, mengingat anggaran serapannya masih rendah .

Sedangkan praktek jual beli makam ilegal muncul akibat data belum akurat dan pengawasan yang lemah di lapangan .

Djafar menyatakan, pihaknya memperbaiki sistem pendataan dan memberi sanksi tegas terhadap oknum yang terlibat, termasuk pemecatan .

Lahan makam terbatas tidak hanya masalah administratif, tetapi juga menimbulkan friksi sosial saat warga berebut petak makam .

Di beberapa TPU, sistem tumpang tindih menyebabkan jenazah dikuburkan di satu petak dengan anggota keluarga yang sama atau didampingi pasangan .

Namun, sistem ini jika tidak diawasi dengan baik bisa menyalahi ajaran agama dan memicu keberatan dari berbagai pihak.

Kompas mencatat, meski luas makam bertambah sedikit antara 2015 dan 2018 (dari 5,85 juta m² ke 6,07 juta m²), pertumbuhannya hanya sekitar 3,5 % .

Menurut data tersebut, pertambahan lahan belum memadai mengingat terus meningkatnya kebutuhan harian makam .

Salah satu penghambatnya adalah banyaknya aset RTH atau lahan tidur yang belum difungsikan untuk makam, padahal potensinya besar .

Justin Adrian mendorong Distamhut memprioritaskan penggunaan lahan milik Pemprov yang kurang berfungsi dan mendukung rencana strategis pemakaman.

Pemprov DKI melalui Distamhut juga sedang merancang tujuh hingga sembilan lokasi TPU baru sebagai langkah penambahan real lasan makam .

Namun, sebagian lokasi pemakaman baru itu sudah hampir penuh atau tidak memenuhi standar lahan strategis .

Secara keseluruhan, lahan makam di Jakarta saat ini hanya cukup untuk dua tahun ke depan, terutama jika diprioritaskan di lokasi strategis .

Persoalan makin pelik karena lahan makam strategis lebih dipilih warga, sehingga TPU pinggiran tetap minim peminat meski masih memiliki ruang.

Sementara itu, keluhan warga biasanya disampaikan langsung kepada DPRD karena kesulitan saat pemakaman dan rebutan petak makam .

Distamhut DKI menegaskan akan terus melakukan optimasi lahan, mulai dari sistem tumpang tindih hingga regulasi pembagian TPU berdasarkan jenis agama .

Namun, strategi ini bersifat darurat; solusi jangka panjang meliputi pembebasan lahan baru, sertifikasi tanah wakaf, dan perencanaan tata kota terpadu .

Pemprov DKI juga perlu memperkuat koordinasi lintas instansi, termasuk BPN, DLH, dan warga setempat untuk mempermudah proses transparan dan akuntabel .

Dengan demikian, sistem pemakaman bisa berjalan berkelanjutan dan warga tidak lagi menghadapi kesulitan saat keluarga meninggal dunia.


Pada kondisi saat ini, koordinasi antar-instansi perlu diperkuat agar penambahan dan optimalisasi lahan makam berjalan lancar.

Distamhut harus menyusun rencana pembebasan lahan yang komprehensif, melibatkan masyarakat dan mengakomodasi aspek sosial‑agama.

Percepatan sertifikasi lahan, termasuk tanah girik, bisa menjadi solusi untuk memudahkan perluasan TPU tanpa menunggu panjang.

Pengawasan terhadap praktik jual beli ilegal dan sistem tumpang tindih harus terus diperketat, dengan sanksi tegas bagi pelanggar.

Pemanfaatan aset lahan milik pemerintah, terutama lahan RTH kosong, bisa menjadi langkah strategis jangka panjang.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: aset RTHDistamhutDPRD DKIJakartakrisis makamlahan makampembebasan lahansertifikasi girikTPUtumpang tindih
Post Sebelumnya

Jake Paul vs Chavez Jr: Duel Juni Panas

Post Selanjutnya

Pesawat Air India Jatuh, 274 Orang Tewas

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Pesawat Air India Jatuh, 274 Orang Tewas

Pesawat Air India Jatuh, 274 Orang Tewas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.