Rosan: Indonesia Butuh Investasi Rp13.000 Triliun untuk Tumbuh 8 Persen
Investasi Indonesia perlu ditingkatkan secara masif hingga Rp13.000 triliun untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani dalam pernyataan terbaru yang menjadi sorotan pelaku bisnis.
Target Ambisius Pertumbuhan Ekonomi
Rosan menjelaskan bahwa angka Rp13.000 triliun merupakan kebutuhan investasi kumulatif yang diperlukan untuk mendorong ekonomi Indonesia tumbuh di atas rata-rata. Target pertumbuhan 8 persen merupakan visi Presiden Prabowo Subianto yang membutuhkan transformasi struktural secara menyeluruh.
Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak di kisaran 5 persen. Untuk melompat ke 8 persen, diperlukan peningkatan investasi yang signifikan baik dari dalam maupun luar negeri, terutama di sektor hilirisasi, infrastruktur, dan industri manufaktur.
Strategi Menarik Investasi
Pemerintah mengandalkan beberapa strategi utama untuk mencapai target investasi tersebut. Pertama, percepatan hilirisasi sumber daya alam yang selama ini menjadi keunggulan komparatif Indonesia. Kedua, penyederhanaan regulasi dan perizinan investasi melalui reformasi birokrasi.
Ketiga, pengembangan kawasan ekonomi khusus dan zona industri baru di luar Jawa untuk memeratakan pertumbuhan. Rosan juga menekankan pentingnya kepastian hukum bagi investor asing agar Indonesia semakin kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN.
Hambatan Investasi Swasta
Di sisi lain, Wakil Menteri Koordinator Perekonomian Dradjad Wibowo mengakui masih adanya bottleneck atau hambatan yang dihadapi sektor swasta dalam berinvestasi. Pemerintah berkomitmen untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut agar iklim investasi semakin kondusif dan target ambisius pertumbuhan 8 persen dapat tercapai.
Pelaku usaha berharap pemerintah tidak hanya fokus pada angka investasi besar, tetapi juga memperhatikan ekosistem UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Informasi peluang investasi dapat diakses melalui Kementerian Investasi.










Tinggalkan Balasan