Prabowo dan El-Sisi Dorong Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Mesir, Bentuk Dana Investasi Bersama
Ekoin.co – Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi sepakat mendorong pembentukan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara Indonesia dan Mesir. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan bilateral pada Minggu (11/10/2026), yang juga menyepakati pembentukan dana investasi bersama untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.
CEPA Indonesia-Mesir Targetkan Perdagangan US$10 Miliar
Kedua kepala negara menyampaikan komitmen untuk mempercepat negosiasi CEPA yang telah diinisiasi sejak awal 2026. Perjanjian ini ditargetkan dapat meningkatkan volume perdagangan bilateral dari posisi saat ini sekitar US$3,2 miliar menjadi US$10 miliar dalam lima tahun ke depan.
Indonesia dan Mesir memiliki potensi ekonomi yang saling melengkapi. Mesir adalah gerbang Indonesia ke pasar Afrika dan Timur Tengah, sementara Indonesia adalah pintu masuk Mesir ke kawasan ASEAN, ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama.
CEPA diharapkan mencakup penghapusan atau pengurangan tarif perdagangan untuk produk-produk unggulan kedua negara, liberalisasi sektor jasa, perlindungan investasi, serta kerja sama di bidang ekonomi digital. Indonesia berpotensi meningkatkan ekspor minyak kelapa sawit, produk tekstil, otomotif, dan elektronik ke Mesir.
Dana Investasi Bersama Senilai US$1 Miliar
Selain CEPA, kedua presiden juga menyambut baik pembentukan dana investasi bersama (joint investment fund) senilai US$1 miliar yang akan dikelola oleh Indonesia Investment Authority (INA) dan Sovereign Fund of Egypt (TSFE). Dana ini akan difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, energi terbarukan, pariwisata, dan industri halal.
Presiden el-Sisi menyatakan bahwa Mesir sangat tertarik dengan pengalaman Indonesia dalam pengembangan industri halal dan ekonomi syariah. Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia dengan ekosistem ekonomi halal yang sangat maju, dan Mesir ingin belajar dan bekerja sama dalam mengembangkan sektor ini.
Kerja Sama Kelautan dan Perikanan
Dalam pertemuan yang sama, kedua negara juga menandatangani nota kesepahaman di bidang kelautan dan perikanan. Indonesia dan Mesir bersepakat untuk menjalin kerja sama dalam pemberantasan penangkapan ikan ilegal (IUU fishing), pengembangan akuakultur, serta pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia menyampaikan bahwa kerja sama ini sangat strategis mengingat kedua negara memiliki wilayah perairan yang luas dan menghadapi tantangan serupa dalam menjaga kedaulatan maritim. Penangkapan ikan ilegal merugikan Indonesia hingga Rp50 triliun per tahun.
Hubungan Diplomatik 78 Tahun
Indonesia dan Mesir memiliki hubungan diplomatik yang telah terjalin selama 78 tahun sejak 1947. Mesir merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Mesir kali ini menjadi momentum untuk merevitalisasi hubungan bilateral agar mencakup dimensi ekonomi yang lebih kuat.
Implikasi bagi Ekonomi Indonesia
Penguatan kerja sama ekonomi dengan Mesir sejalan dengan strategi diversifikasi pasar ekspor Indonesia yang selama ini terlalu bergantung pada pasar tradisional seperti Tiongkok, AS, dan Jepang. Mesir dengan populasi lebih dari 110 juta jiwa dan posisi strategis di persimpangan Afrika, Asia, dan Eropa menawarkan peluang pasar yang sangat besar.
Dengan adanya CEPA dan dana investasi bersama, para pelaku usaha Indonesia diharapkan dapat lebih mudah mengakses pasar Mesir dan kawasan sekitarnya. Hal ini juga berpotensi membuka peluang bagi UMKM Indonesia yang ingin memperluas jangkauan ekspor ke Afrika Utara dan Timur Tengah.




















Tinggalkan Balasan