Polisi Selidiki Rekaman CCTV Ledakan Pasar Cimanggis

Redaksi Ekoin Admin EKOIN.CO BENI
Ledakan Pasar Cimanggis di Tangerang Selatan masih diselidiki polisi. Lebih dari 18 CCTV dan decoder disita untuk mengungkap penyebab ledakan.(foto:istimewa)

Ekoin.co – Ledakan Pasar Cimanggis di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, masih menjadi fokus penyelidikan kepolisian. Untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang menewaskan dua orang dan melukai sejumlah korban tersebut, tim penyidik Polda Metro Jaya kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis. Dalam pemeriksaan kedua ini, polisi mengamankan lebih dari 18 kamera Closed Circuit Television (CCTV) beserta decoder utama dari gudang penyimpanan buah yang menjadi lokasi ledakan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Imron Ermawan mengatakan, penyitaan perangkat CCTV menjadi salah satu langkah penting untuk menelusuri rangkaian kejadian sebelum ledakan berlangsung. Polisi ingin memastikan apakah peristiwa tersebut terjadi akibat kelalaian, kecelakaan, atau justru terdapat unsur kesengajaan.

“Hari ini olah TKP yang kedua, kami mengumpulkan beberapa CCTV di beberapa sudut termasuk di lokasi. Sudah lebih dari 18 (CCTV) ya, termasuk decoder-nya,” kata Imron kepada Wartawan di lokasi, Kamis.

Selanjutnya, penyidik akan memeriksa seluruh rekaman yang tersimpan dalam perangkat decoder tersebut. Polisi melibatkan tim ahli digital forensik untuk menganalisis rekaman dari berbagai sudut kamera. Melalui pemeriksaan itu, penyidik berharap dapat memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kondisi gudang sebelum insiden terjadi.

Imron menegaskan, pemeriksaan rekaman CCTV bertujuan mengetahui aktivitas yang berlangsung di dalam area gudang sebelum ledakan. Hasil analisis nantinya menjadi salah satu bahan untuk menentukan arah penyelidikan dan mengungkap kemungkinan penyebab peristiwa tersebut. “Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu, apakah sesuatu hal yang disengaja atau tidak disengaja,” tegas Imron.

Polisi Periksa CCTV dan Keterangan Saksi

Selain mengumpulkan bukti elektronik, kepolisian juga terus mendalami keterangan sejumlah saksi yang berkaitan dengan aktivitas gudang penyimpanan buah tersebut. Pemeriksaan berlangsung di Polres Tangerang Selatan dengan melibatkan beberapa orang yang mengetahui kegiatan operasional tempat kejadian.

Salah satu pihak yang menjadi perhatian penyidik adalah pengelola gudang. Keterangan pengelola dinilai penting untuk membantu menjelaskan aktivitas di lokasi, termasuk penggunaan ruangan penyimpanan dan proses pematangan buah sebelum ledakan terjadi.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap pemilik toko buah masih tertunda. Imron menjelaskan bahwa pemilik toko juga menjadi salah satu korban dalam insiden tersebut. Kondisi itu membuat penyidik belum dapat melakukan pemeriksaan sebagaimana terhadap saksi lainnya.

“Pemilik toko lagi proses (penyelidikan), karena ada yang meninggal,” ujar Imron.

Di tengah proses penyelidikan, Imron juga memberikan klarifikasi mengenai informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan hubungan antara stok buah di gudang tersebut dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menegaskan bahwa kegiatan di ruko yang mengalami ledakan merupakan aktivitas perdagangan komersial biasa. Menurutnya, usaha tersebut menjalankan kegiatan jual beli buah dan tidak berkaitan dengan program pemerintah tersebut.

“Bukan (untuk MBG). Belum tahu itu. Intinya kan dia jualan, ya. Jadi mohon maaf, untuk MBG nya tidak terkait. Ini ibaratnya kan bisnisnya dia jualan,” tutur Imron.

Keterangan tersebut sekaligus meluruskan informasi yang menghubungkan persediaan buah di gudang dengan kebutuhan program MBG. Kepolisian meminta masyarakat memahami bahwa berdasarkan penjelasan penyidik, kegiatan usaha di lokasi merupakan bisnis perdagangan buah.

Pusat Ledakan Mengarah ke Ruangan Pematangan Pisang

Sebelum olah TKP kedua, tim gabungan kepolisian telah melakukan pemetaan terhadap area yang diduga menjadi titik awal ledakan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui bagian bangunan yang mengalami tekanan paling besar serta mengidentifikasi lokasi sumber ledakan.

Dari hasil pemeriksaan terbaru, penyidik mulai mengerucutkan lokasi pusat ledakan ke sebuah ruangan khusus pematangan buah atau ripening room. Ruangan tersebut digunakan untuk proses pematangan buah pisang sebelum dipasarkan.

Kepala Bidang Balistik dan Metrologi Forensik (Kabidbalmetfor) Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri AKBP Zakaria Sembiring menjelaskan bahwa hasil olah TKP kedua memberikan petunjuk lebih jelas mengenai titik pusat ledakan.

“Temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa pusat ledakannya berada di dalam suatu ruangan, yaitu ruangan refine untuk mematangkan buah pisang,” kata Zakaria saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Kamis.

Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting dalam rangkaian penyelidikan. Meski demikian, penentuan penyebab pasti ledakan masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk analisis rekaman CCTV, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan forensik terhadap lokasi kejadian.

Hingga tahap penyelidikan ini, kepolisian masih berupaya menyatukan seluruh bukti yang telah dikumpulkan. Pemeriksaan perangkat elektronik diharapkan dapat memperlihatkan aktivitas sebelum ledakan, sedangkan hasil olah TKP membantu memastikan titik awal peristiwa.

Dengan demikian, penyebab insiden di gudang penyimpanan buah Pasar Cimanggis belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan lokasi pusat ledakan. Polisi masih harus mencocokkan berbagai temuan untuk mengetahui apakah peristiwa tersebut berkaitan dengan kecelakaan, kelalaian, atau faktor lainnya.

Masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan informasi dari kepolisian dan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian berdasarkan kabar yang belum terverifikasi. Kejelasan hasil penyelidikan diperlukan agar informasi mengenai insiden yang menimbulkan korban jiwa tersebut dapat disampaikan secara akurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights