EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
IHSG Naik Tipis ke 7.176,59 Pagi Ini

IHSG Naik Tipis ke 7.176,59 Pagi Ini

IHSG dibuka menguat ke level 7.176,59 didorong saham perbankan dan energi. Investor menanti keputusan RDG BI pekan ini terkait suku bunga.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
16 Juni 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi, 16 Juni 2025, dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,15 persen ke level 7.176,59. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen pasar yang masih dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global dan antisipasi menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Pasar Modal Rebound Meski Tekanan Global Masih Ada

Selain IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga menunjukkan kenaikan sebesar 0,11 persen ke level 802,68. Menurut pantauan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sektor saham energi, perbankan, dan infrastruktur menjadi pendorong utama dalam penguatan pasar pada pembukaan pagi ini.

Investor Menanti Keputusan RDG BI

Para pelaku pasar saat ini memusatkan perhatian pada RDG Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. RDG BI akan menentukan arah suku bunga acuan yang menjadi indikator utama dalam pengambilan keputusan investasi dan kebijakan moneter. Konsensus pasar memperkirakan bahwa BI akan mempertahankan suku bunga acuan di angka 6,25 persen.

Analis: Sentimen Global Masih Menjadi Faktor Kunci

Kepala Riset PT Samuel Sekuritas, Suria Dharma, menjelaskan bahwa penguatan IHSG pagi ini cukup mengejutkan mengingat volatilitas global masih tinggi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian kebijakan moneter global. “Namun, pasar Indonesia terbukti cukup resilien. Sentimen domestik yang cukup solid menopang pergerakan indeks,” ujarnya, dikutip dari CNBC Indonesia.

Saham-Saham Pendorong Kenaikan

Beberapa saham dengan kapitalisasi besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tercatat mengalami kenaikan tipis dan menjadi penopang indeks. Di sektor energi, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga mencatatkan kenaikan.

Asing Catatkan Net Buy

Investor asing tercatat melakukan net buy dalam perdagangan sesi pertama hari ini dengan nilai mencapai sekitar Rp 150 miliar. Aksi beli investor asing tersebut memberikan optimisme bahwa pasar modal Indonesia tetap menarik di tengah tekanan global.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Sektor-sektor yang Menguat

Sektor keuangan dan infrastruktur menjadi sektor yang paling menonjol pada awal perdagangan. Keduanya masing-masing mengalami kenaikan indeks sektoral sebesar 0,36 persen dan 0,28 persen.

Bursa Regional Cenderung Variatif

Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks Nikkei di Jepang menguat tipis, sedangkan Hang Seng di Hong Kong dan Kospi Korea Selatan terpantau bergerak negatif akibat sentimen ketegangan global.

Rupiah dan Obligasi

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka stabil di kisaran Rp 15.585 per USD. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun juga masih berada di level moderat, sekitar 6,95 persen, mencerminkan minat pasar terhadap surat utang negara yang masih cukup tinggi.

Proyeksi Ekonomi Tetap Moderat

Bank Indonesia sebelumnya menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional untuk tahun 2025 diperkirakan masih berada dalam kisaran 4,7 hingga 5,3 persen. BI juga menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan nilai tukar, terutama menjelang semester kedua tahun ini.

Strategi Investor untuk Pekan Ini

Analis menyarankan agar investor tetap selektif dalam memilih saham, terutama yang memiliki fundamental kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Saham sektor perbankan, telekomunikasi, dan energi dinilai masih menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian global.

Konsolidasi Masih Mewarnai Perdagangan

Perdagangan indeks hari ini diperkirakan masih akan bergerak dalam pola konsolidasi. Volume dan nilai transaksi diprediksi moderat, dengan kecenderungan pelaku pasar menahan diri sambil menunggu kepastian dari RDG BI dan kondisi geopolitik dunia.

Para investor disarankan memantau hasil RDG Bank Indonesia minggu ini untuk mengetahui arah kebijakan suku bunga yang bisa berdampak langsung pada pasar modal.
Volatilitas global masih akan menjadi tantangan jangka pendek, namun potensi pertumbuhan domestik tetap menjanjikan.
Sektor-sektor defensif seperti perbankan, konsumer, dan infrastruktur masih layak dipertimbangkan untuk portofolio jangka menengah.
Investor asing yang mencatat net buy dapat menjadi indikasi positif terhadap kepercayaan pasar pada stabilitas ekonomi Indonesia.
Pelaku pasar diharapkan terus memperbarui informasi dan menyesuaikan strategi investasi dengan perkembangan ekonomi makro.
(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: Bank IndonesiaBEIekonomi IndonesiaIHSGindeks sektoral.LQ45net buy asingpasar modalRDG BIrupiah stabilsaham energisaham perbankansuku bunga
Post Sebelumnya

Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Luwu Timur Pagi Ini

Post Selanjutnya

Yono Bakrie Resmi Menikah, Kenang Nasihat Terakhir Gustiwiw

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Yono Bakrie dan Vini Caroline berpose di mobil pengantin usai menikah di Samarinda

Yono Bakrie Resmi Menikah, Kenang Nasihat Terakhir Gustiwiw

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.