Maliki Islamic Hospital Siap Dibangun di Kota Batu Malang

Maliki Islamic Hospital dan Lumbung Coin Eco-resort berkembang bersama di kawasan kampus 3 UIN Malang, Kota Batu, untuk memperkuat pendidikan, kesehatan, dan ekosistem digital di Malang Raya.
Maliki Islamic Hospital diproyeksikan menjadi rumah sakit pendidikan bertaraf internasional di Kota Batu. Sumber dok uin-malang.ac.id

Kota Batu Ekoin.co – Maliki Islamic Hospital yang tengah dipersiapkan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai membentuk ekosistem pendidikan dan kesehatan baru di kawasan Kampus 3 UIN Malang, Tlekung, Kota Batu. Pengembangan rumah sakit pendidikan itu berjalan beriringan dengan hadirnya kawasan hunian dan pembelajaran digital Lumbung Coin Eco-resort yang berada di sekitar area kampus.

Rumah sakit pendidikan yang dirancang dengan nama Maliki Islamic Hospital tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan sekaligus penguatan pendidikan kedokteran bertaraf internasional di wilayah Malang Raya. Kehadirannya juga diharapkan memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Batu dan sekitarnya.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Malang, Zainal Habib, mengatakan konsep pembangunan rumah sakit telah dipersiapkan secara bertahap oleh pihak kampus.

“Kami ingin membangun rumah sakit yang memiliki standar pelayanan baik dan dapat dimanfaatkan secara luas, bukan hanya untuk kepentingan akademik,” kata Zainal.

Menurut dia, Maliki Islamic Hospital nantinya mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan dalam satu sistem modern yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Saat ini, pihak kampus masih menunggu arahan lanjutan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait tahapan pembangunan.

Meski demikian, proses pemetaan kebutuhan, kajian teknis, dan penyusunan konsep layanan terus dilakukan secara intensif. Pihak kampus menargetkan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit dapat dimulai pada 2027.

Kegiatan pre-launching proyek Lumbung Coin Eco-resort, pengembang menyiapkan bootcamp digital untuk mencetak talenta yang siap bersaing di tingkat global. Sumber foto istimewa
Kegiatan pre-launching proyek Lumbung Coin Eco-resort, pengembang menyiapkan bootcamp digital untuk mencetak talenta yang siap bersaing di tingkat global. Sumber foto istimewa

Kawasan Pendidikan dan Ekosistem Digital

Perkembangan Kampus 3 UIN Malang juga menarik perhatian Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR saat berkunjung ke kawasan kampus pada Jumat, 22 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, pembahasan mengenai pengembangan rumah sakit pendidikan menjadi salah satu fokus utama.

Benjamin mengaku terkejut melihat perkembangan kawasan pendidikan baru di Kota Batu yang berlangsung begitu cepat dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya cukup kaget melihat perkembangan kampus ini. Sebagai warga asli Batu, saya melihat perubahan Kampus 3 UIN Maliki Malang sangat luar biasa dalam waktu yang relatif cepat,” ujarnya.

Kunjungan itu sekaligus menjadi sinyal positif terhadap pengembangan Maliki Islamic Hospital yang diproyeksikan menjadi rumah sakit pendidikan bertaraf internasional. Pengembangan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sektor pendidikan kesehatan di Jawa Timur.

Selain pengembangan rumah sakit pendidikan, kawasan sekitar Kampus 3 UIN Malang juga mulai berkembang sebuah kawasan hunian terintegrasi untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif dan industri digital. Di area Tlekung, Kota Batu, tengah dikembangkan proyek Lumbung Coin Eco-resort yang mengusung konsep hunian komunal modern berbasis living dan learning.

Direktur Utama Lumbung Coin Eco-resort, Rosantika, mengatakan kawasan tersebut tidak hanya dirancang sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat pelatihan dan pengembangan talenta digital.

“Nantinya kami membangun bootcamp di Lumbung Coin untuk menciptakan talenta-talenta di bidang digital yang siap bersaing di ekosistem digital lokal maupun global,” kata Rosantika dalam keterangannya, Senin (13/04/2026).

Menurut dia, program bootcamp tersebut diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas di bidang digital sekaligus mendukung program pemerintah dalam menciptakan 19 juta lapangan kerja baru.

Rosantika menjelaskan, kawasan Lumbung Coin Eco-resort dirancang sebagai ekosistem transformatif yang menyatukan hunian komunal modern dengan pusat pelatihan praktis berbasis industri. Konsep tersebut diarahkan untuk mencetak talenta unggul di era ekonomi digital yang terus berkembang.

Udara Pegunungan dan Konsep Living Learning

Lumbung Coin Eco-resort dibangun di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut. Lingkungan yang memiliki udara segar dan jauh dari hiruk-pikuk kawasan industri komersial dinilai memberikan kenyamanan sekaligus keuntungan psikologis bagi penghuninya.

Kawasan tersebut dirancang menciptakan keseimbangan antara living dan learning dalam satu lingkungan terintegrasi. Tidak hanya menjadi tempat tinggal, area itu juga diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi, pengembangan ide, dan pembentukan komunitas digital kreatif.

Konsep tersebut diharapkan mampu memecahkan batas antara ruang kelas dan ruang sosialisasi. Ide-ide kreatif hingga pengembangan startup tidak hanya lahir dari ruang pelatihan formal, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari dalam lingkungan komunal yang produktif.

Lokasinya yang berada tepat di samping kawasan Kampus 3 UIN Malang dinilai strategis karena terhubung langsung dengan pengembangan pusat pendidikan baru di Malang Raya. Selain mendukung kebutuhan hunian keluarga mahasiswa dan tenaga pendidik, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi ruang tumbuh industri kreatif digital.

Kawasan Tlekung, Kota Batu, selama ini dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Jawa Timur. Wilayah pegunungan tersebut memiliki berbagai destinasi wisata alam, edukasi, hingga hiburan yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kondisi tersebut dinilai mendukung pengembangan kawasan pendidikan, kesehatan, dan hunian modern karena berada di lingkungan yang terus berkembang dan memiliki konektivitas ekonomi kreatif yang kuat.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Maliki Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., mengatakan pengembangan fasilitas pendidikan dan kesehatan menjadi bagian dari upaya kampus membangun lingkungan akademik yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Kehadiran Pak Wamen bersama jajaran direktur memberikan optimisme baru bagi kami. Dukungan seperti ini tentu menjadi dorongan penting untuk pengembangan kampus ke depan,” ujarnya.

Dalam kegiatan “Jumat Sehat Jumat Menanam” di kawasan Kampus 3 UIN Malang, pihak kampus juga menegaskan komitmennya membangun budaya hidup sehat dan kepedulian lingkungan. Agenda tersebut diikuti sivitas akademika, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan tamu undangan dari berbagai instansi.

Pengembangan Maliki Islamic Hospital dan Lumbung Coin Eco-resort diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, dan industri digital di Malang Raya. Kehadiran kedua proyek tersebut juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan kawasan pendidikan baru di Kota Batu.

Ke depan, kawasan Tlekung diharapkan berkembang menjadi pusat pendidikan modern yang terintegrasi dengan layanan kesehatan, hunian produktif, serta pengembangan talenta digital. Dengan dukungan berbagai pihak, kawasan tersebut berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di Jawa Timur.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights