BSI Dubai Tumbuh 80 Persen, BSI Siapkan Cabang Jeddah

BSI Dubai mencatat pertumbuhan aset 80% YoY hingga April 2026, didukung pembiayaan korporasi dan layanan perdagangan internasional.
BSI Dubai Tumbuh Pesat di Timur Tengah. Sumber dok www.bankbsi.co.id

Jakarta Ekoin.co – BSI Dubai menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis internasional PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk hingga April 2026. Di tengah kinerja perusahaan yang terus meningkat, Kantor Cabang Layanan Luar Negeri BSI di Dubai, Uni Emirat Arab, mencatat pertumbuhan aset sebesar 80 persen secara tahunan atau year on year (YoY), didukung oleh pembiayaan korporasi dan layanan perdagangan internasional.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Secara keseluruhan, Bank Syariah Indonesia terus memperkuat pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Hingga April 2026, perseroan membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp382 triliun atau tumbuh 17,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi pembiayaan, BSI mencatat pertumbuhan sebesar 15,59 persen secara tahunan hingga mencapai Rp332 triliun. Kinerja tersebut turut menopang peningkatan aset perusahaan yang mencapai Rp452 triliun atau tumbuh 12,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut tidak hanya ditopang oleh dana murah dan kualitas pembiayaan yang terjaga, tetapi juga berasal dari pengembangan bisnis internasional yang semakin diperkuat oleh perseroan dalam beberapa tahun terakhir.

BSI mulai memperluas jangkauan internasional sejak membuka Kantor Cabang Layanan Luar Negeri di Dubai pada 2022. Kehadiran kantor tersebut menjadi langkah awal perusahaan untuk memasuki pasar global, khususnya kawasan Timur Tengah yang memiliki potensi bisnis besar bagi industri keuangan syariah.

Direktur Treasury & International Banking BSI, Firman Nugraha, mengatakan peluang bisnis di kawasan Uni Emirat Arab dan Timur Tengah masih sangat terbuka bagi pengembangan layanan perbankan syariah.

“Melihat potensi bisnis yang masih sangat besar di pasar UAE dan Timur Tengah, kami optimis pertumbuhan bisnis Kantor Cabang Layanan Luar Negeri BSI Dubai dapat terus tumbuh positif di tahun ini”, ujarnya.

BSI Dubai Dorong Layanan Keuangan Internasional

Firman menjelaskan bahwa Timur Tengah saat ini menjadi salah satu jalur internasional yang strategis. Banyak perusahaan Indonesia maupun perusahaan global memiliki kantor perwakilan di Dubai sehingga menciptakan kebutuhan terhadap layanan keuangan yang mendukung aktivitas bisnis lintas negara.

“Terlebih saat ini Timur Tengah menjadi jalur international hub. banyak perusahaan-perusahaan Indonesia (Indonesian Related) dan internasional yang memiliki perwakilan di Dubai sehingga hadirnya BSI di Dubai diharapkan dapat menjadi jembatan untuk layanan keuangan dan memperkuat kerjasama ekspor-impor dengan berbagai perusahaan di Indonesia”, pungkasnya.

Hingga April 2026, pertumbuhan aset BSI Dubai mencapai 80 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh pembiayaan korporasi yang menjadi salah satu fokus utama layanan kantor cabang luar negeri tersebut.

Selain pembiayaan, BSI Dubai juga menyediakan berbagai layanan perbankan internasional seperti treasury, trade finance, dan documentary collection. Fasilitas tersebut ditujukan bagi eksportir maupun importir yang melakukan transaksi perdagangan antara Uni Emirat Arab dan Indonesia.

Melalui layanan tersebut, BSI berupaya memperkuat konektivitas bisnis antara pelaku usaha nasional dengan mitra dagang di kawasan Timur Tengah. Langkah ini sekaligus mendukung pengembangan perdagangan internasional yang melibatkan perusahaan Indonesia.

BSI Siapkan Cabang Baru di Jeddah

Di tengah pertumbuhan bisnis internasional, BSI juga tengah mempersiapkan pembukaan kantor cabang baru di Arab Saudi. Lokasi yang dipilih berada di Kota Jeddah, salah satu pusat aktivitas ekonomi dan pintu masuk utama bagi jemaah haji dan umrah.

Rencana pembukaan cabang tersebut bertujuan memperkuat pengembangan ekosistem halal, termasuk layanan yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar karena hubungan erat antara Indonesia dan Arab Saudi dalam sektor keagamaan.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Setiap tahun, Indonesia mengirim sekitar 203 ribu jemaah haji ke Arab Saudi dan sekitar 170 ribu di antaranya atau 83 persen merupakan nasabah yang berasal dari BSI.

Sementara itu, berdasarkan data Siskopatuh tahun 2025, jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai 1,6 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 84 persen menggunakan layanan yang terkait dengan BSI.

Firman menegaskan bahwa kehadiran BSI di pasar internasional merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas layanan keuangan syariah sekaligus memperkuat hubungan bisnis Indonesia dengan kawasan Timur Tengah.

“BSI hadir di pangsa pasar Internasional untuk menjadi mitra strategis yang akan membuka jalan bagi penetrasi layanan syariah di Timur Tengah. Baik B2B maupun B2C dan jembatan yang menghubungkan pelaku usaha nasional dengan rantai pasok global” tutupnya.

Pengembangan jaringan internasional dapat menjadi langkah penting dalam memperluas akses layanan keuangan syariah bagi masyarakat dan pelaku usaha Indonesia yang memiliki aktivitas lintas negara.

Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak di kawasan Timur Tengah dapat memperkuat hubungan ekonomi yang telah terjalin antara Indonesia dan negara-negara mitra di kawasan tersebut.

Pemanfaatan layanan perdagangan internasional juga dapat mendukung peningkatan aktivitas ekspor dan impor yang melibatkan pelaku usaha nasional.

Ekosistem halal yang terus berkembang memberikan peluang bagi lembaga keuangan syariah untuk menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat.

Kehadiran jaringan internasional yang semakin luas diharapkan mampu mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi syariah global.

Sebagai kesimpulan, BSI Dubai mencatat pertumbuhan aset sebesar 80 persen hingga April 2026 dan menjadi salah satu pendorong utama ekspansi internasional Bank Syariah Indonesia.

Kinerja tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga, pembiayaan, dan aset perusahaan yang mencatat kenaikan dua digit secara tahunan.

BSI juga terus memperluas layanan internasional melalui fasilitas pembiayaan korporasi, treasury, trade finance, dan documentary collection.

Di sisi lain, perseroan tengah mempersiapkan pembukaan kantor cabang di Jeddah untuk memperkuat pengembangan ekosistem halal serta layanan haji dan umrah.

Melalui strategi ekspansi tersebut, BSI berupaya memperluas penetrasi layanan keuangan syariah sekaligus memperkuat konektivitas bisnis Indonesia dengan kawasan Timur Tengah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights