Viral Potongan Video Seruan Makar Jatuhkan Prabowo oleh Pendiri SMRC Saiful Mujani, Benarkah?

“Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” kata Saiful.
Ainurrahman Hasrul Ekoin
Pendiri SMRC Saiful Mujani saat menyampaikan pandangan politik yang viral dan memicu polemik di media sosial.

Jakarta, Ekoin.co – Jagat politik digegerkan dengan pernyataan berupa ajakan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto dari pendiri SMRC, Saiful Mujani.

Potongan ajakan makar Saiful Mujani pertama kali diunggah akun @leveenia. Akun tersebut menyebut Saiful Mujani offside karena melontarkan narasi provokatif.

Akun ini menyayangkan bahasa provokator yang keluar dari mulut seorang profesor. Ditilik di video, Saiful Mujani tanpa tedeng aling-aling menyebut prosedur formal seperti pemakzulan tidak akan efektif menghadapi Prabowo.

“Alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful dikutip, Sabtu (4/4).

Saiful menyampaikan untuk memperbaiki kondisi saat ini, menjatuhkan presiden adalah satu-satunya jalan keluar.

“Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” kata Saiful.

Netizen kemudian menuding, pernyataan itu sebagai bentuk makar.

Usai viral dan heboh, SMRC angkat suara. Peneliti dan Manajer SMRC, Saidiman Ahmad, membela Saiful.

Saidiman menyebut, video pernyataan Saiful Mujani tersebut hanya potongan yang sengaja disebar untuk menggiring opini.

“Sebaiknya ditonton keseluruhan ceramah Prof. Saiful Mujani tersebut. Itu sebenarnya pidato politik biasa yang dilakukan oleh seorang akademisi yang kritis pada jalannya pemerintahan,” kata Saidiman.

Saidiman membantah keras jika Saiful disebut mengajak makar. Menurutnya, mengkritik pemerintah adalah hal yang sah.

“Nggak lah (bukan ajakan makar). Dalam tingkat tertentu, menjatuhkan pemerintah yang melanggar Konstitusi juga bisa dilakukan dalam sistem demokratis,” ujarnya Saidiman.

SMRC meyakini ada pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja memotong video tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights