EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS KEUANGAN
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami tekanan dan mendekati level Rp17.000 per dolar, dipicu sentimen global dan arus modal keluar dari pasar negara berkembang.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami tekanan dan mendekati level Rp17.000 per dolar, dipicu sentimen global dan arus modal keluar dari pasar negara berkembang.

Rupiah Melemah! Ketidakpastian Tarif AS Bikin Pasar Gelisah

Rupiah melemah ke Rp16.278 per dolar AS di tengah ketidakpastian kebijakan tarif AS, sementara pasar menunggu kebijakan The Fed berikutnya.

Syihana oleh Syihana
18 Februari 2025
Kategori KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ekoin.co – Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan di tengah kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif perdagangan yang dicanangkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Ketidakpastian mengenai langkah selanjutnya dari kebijakan tersebut membuat investor cenderung berhati-hati.

Menurut pengamat mata uang, Ibrahim Assuabi, pelemahan rupiah terjadi akibat ketidakpastian yang terus berlanjut terkait kebijakan tarif perdagangan AS. Sentimen ini membuat pasar cenderung gelisah dan mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Ketidakpastian yang berkelanjutan atas rencana Trump untuk tarif perdagangan, bahkan ketika Presiden AS mengisyaratkan bahwa tarif timbal baliknya pada mitra dagang AS baru akan dikenakan pada bulan April,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, Uni Eropa dikabarkan sedang mempertimbangkan pengendalian impor terhadap sejumlah produk dari AS. Langkah ini dipandang sebagai bentuk respons yang bisa meningkatkan ketegangan perdagangan antara kedua belah pihak.

Pekan lalu, Donald Trump disebut telah memberlakukan tarif 25 persen terhadap seluruh impor baja dan aluminium. Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya tindakan balasan dari negara-negara lain, yang dapat memperburuk situasi perdagangan global.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

Di sisi lain, pasar juga mencermati kebijakan suku bunga di AS yang tetap tinggi dalam waktu yang cukup lama. Hal ini menjadi perhatian utama karena berpengaruh terhadap aliran modal dan nilai tukar mata uang di berbagai negara.

“Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan pada hari Selasa bahwa meskipun ia tidak melihat tarif Trump menyebabkan lonjakan besar dalam inflasi, ia masih mendukung untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil untuk waktu yang lebih lama. Komentar Waller muncul setelah data minggu lalu menunjukkan inflasi AS tumbuh lebih dari yang diharapkan pada bulan Januari,” tutur dia, dilansir dari laman Antara.

Minggu ini, investor akan menantikan hasil rapat The Fed dari Januari 2025 untuk memahami bagaimana para pembuat kebijakan mempertimbangkan risiko perang tarif yang lebih luas seiring dengan kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump.

Pada pembukaan perdagangan Selasa (18/02/2025) di Jakarta, nilai tukar rupiah melemah sebesar 50 poin atau 0,13 persen, menjadi Rp16.278 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.228 per dolar AS.

Selain itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan ke level Rp16.275 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.208 per dolar AS.

Tags: Bank IndonesiaFederal Reserveimpor baja dan aluminiuminflasi ASJISDORkebijakan tarif perdagangannilai tukar rupiahpelemahan rupiahsuku bunga AS
Post Sebelumnya

Definisi Danantara: Badan Pengelola Investasi Baru yang Akan Dibentuk

Post Selanjutnya

Liga 2 Memanas Pertandingan Persela vs Persijap Kacau karena Kerusuhan

Syihana

Syihana

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Pump and Dump Saham DADA: Modus Rumor Global di Balik Aksi Exit Strategy Pengendali

Pump and Dump Saham DADA: Modus Rumor Global di Balik Aksi Exit Strategy Pengendali

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Aksi jual berlanjut pada 8–9 Januari 2026, ketika KPII kembali melepas 1,6 miliar saham di kisaran harga Rp63 per saham, menghasilkan tambahan dana sekitar Rp100,80...

Post Selanjutnya
Liga 2 Memanas Pertandingan Persela vs Persijap Kacau karena Kerusuhan

Liga 2 Memanas Pertandingan Persela vs Persijap Kacau karena Kerusuhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.