Jakarta, Ekoin.co – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor energi, telekomunikasi, serta komoditas.
Perhatian pelaku pasar meningkat setelah sejumlah riset sekuritas menyebutkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan dalam sesi perdagangan hari ini.
Berdasarkan riset pasar yang dirilis sebelum pembukaan perdagangan, IHSG diperkirakan melanjutkan tren kenaikan dan berpeluang menguji rentang level 8.328 hingga 8.527.
Proyeksi tersebut disampaikan oleh analis pasar modal yang menilai pergerakan indeks masih berada dalam fase penguatan jangka pendek, meskipun potensi koreksi tetap perlu dicermati oleh pelaku pasar.
Dalam laporan risetnya, MNC Sekuritas menyebutkan pergerakan IHSG masih memiliki ruang penguatan, namun investor diminta memperhatikan area koreksi pada kisaran 7.896 hingga 8.010.
“IHSG masih berpeluang menguat dengan target area 8.328–8.527, namun tetap perlu mencermati area koreksi di 7.896–8.010,” tulis MNC Sekuritas dalam riset harian yang dirilis Kamis (5/2).
Seiring dengan proyeksi tersebut, sejumlah saham masuk dalam radar pengamatan analis. Emiten sektor energi dan telekomunikasi menjadi perhatian utama karena dinilai memiliki potensi pergerakan aktif pada perdagangan harian.
Beberapa saham yang disebut antara lain PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dari sektor energi serta PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dari sektor infrastruktur telekomunikasi.
Selain kedua emiten tersebut, saham sektor tambang dan komoditas lain juga dilaporkan kembali diminati oleh pelaku pasar.
Emiten yang termasuk dalam portofolio reksa dana saham unggulan, seperti ANTM, BRMS, INCO, HRUM, dan MBMA, turut menjadi bagian dari daftar saham yang dipantau investor pada perdagangan beberapa hari kemarin.
Pergerakan ini melibatkan berbagai pelaku pasar, mulai dari investor domestik dan asing, analis sekuritas, hingga manajer investasi yang mengelola dana kelolaan berbasis saham.
Aktivitas mereka tercermin dari meningkatnya perhatian terhadap saham berbasis komoditas dan infrastruktur yang dinilai memiliki ketahanan terhadap dinamika pasar global.
Sentimen positif juga diperkuat oleh data kinerja produk investasi berbasis saham pada perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan laporan pasar, sejumlah reksa dana saham mencatat kinerja harian hingga 6,58 persen ketika IHSG menguat 2,52 persen pada perdagangan 4 Februari 2026. Data tersebut menunjukkan adanya arus dana yang masuk ke saham sektor energi dan tambang dalam beberapa hari terakhir.
Pelaku pasar menilai pergeseran minat investor ke saham berbasis aset riil menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika perdagangan. Pergeseran tersebut terlihat dari meningkatnya minat pada saham energi, pertambangan, serta infrastruktur yang dianggap memiliki fundamental berbasis komoditas.
Dampak langsung dari kondisi tersebut terlihat pada daftar pantauan perdagangan harian yang menempatkan saham energi dan telekomunikasi sebagai sektor yang paling banyak diperhatikan.
Selain itu, saham terkait mineral dan baterai juga kembali masuk dalam portofolio investasi aktif sejumlah manajer investasi.
Kondisi ini terjadi di tengah dinamika pasar global yang masih bergerak fluktuatif. Meski demikian, fokus investor di pasar domestik tetap tertuju pada peluang jangka pendek yang muncul dari proyeksi penguatan indeks serta kinerja positif sektor komoditas.
Secara keseluruhan, perdagangan saham Indonesia pada 5 Februari 2026 diwarnai oleh meningkatnya perhatian terhadap saham energi, telekomunikasi, dan komoditas.
Proyeksi penguatan IHSG serta kinerja produk investasi berbasis saham menjadi faktor yang mendorong aktivitas perdagangan pada sesi hari ini. (*)





