EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Respons Toyota Terhadap Pengembangan Mobil Nasional

Respons Toyota Terhadap Pengembangan Mobil Nasional

Toyota membuka peluang kolaborasi untuk mewujudkan mobil nasional Indonesia, sementara Polytron dan pabrikan lain juga menyatakan kesiapan mereka, dengan dukungan penuh dari pemerintah.

Ray oleh Ray
20 Maret 2025
Kategori EKONOMI, INDUSTRI, OTOMOTIF
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Ekoin.co . Fenomena mobil nasional hasil kolaborasi antara pabrikan otomotif global dan pemerintah Indonesia semakin mendapat perhatian. Toyota, melalui Bob Azam, Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), menyatakan kesediaannya untuk berkolaborasi jika ada kesempatan lebih jauh dalam merealisasikan proyek tersebut. “Kami kan ada kolaborasi Toyota-Daihatsu. Di India ada kolaborasi Toyota-Suzuki. Di China dengan BYD dan GAC, kami juga ada kolaborasi dengan Renault,” kata Bob di Jakarta beberapa waktu lalu.

Bob menjelaskan bahwa Toyota dan Daihatsu telah lama berkolaborasi dalam menciptakan mobil dengan harga terjangkau. “Kolaborasinya juga macam-macam, ada yang di desain, engine, ada juga kolaborasi dengan Subaru untuk 4wheel drive-nya. Jadi kolaborasi sah-sah saja di mana aja,” ujarnya. Saat ini, Toyota telah memasok komponen penting seperti sasis dan mesin untuk mobil Maung buatan BUMN Pindad, meskipun bentuk kerjasama ini masih sebatas ‘beli putus’. “Ya kami dukung mobil nasional. Tapi intinya sama-sama berjuang lah ya untuk negara,” tambah Bob.

Lebih lanjut, Bob menekankan bahwa kerjasama dengan BUMN atau pabrikan lain memerlukan riset panjang. Ia juga menyoroti pentingnya tidak menutup diri dari kerjasama global meskipun proyek ini mengusung embel-embel nasional. “Nanti coba petain lah ya bareng-bareng. Intinya, apa yang kami bisa perbuat, kami perbuat. Tapi jangan lupa, kami jangan hanya kerja sama untuk dalam negeri tapi juga kerja sama global,” ucapnya. Bob mencontohkan bagaimana kerjasama regional dan global dapat saling menguntungkan, seperti produksi komponen yang diekspor antar negara. dilansir cnnindonesia.com .

Di sisi lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa beberapa pabrikan telah menyampaikan konsep mobil nasional. “Mobil nasional sekarang sedang kita bahas bersama pabrikan, bahkan tadi ada sebuah pabrikan yang sudah menyampaikan kepada saya, mereka punya konsep membangun mobil nasional,” kata Agus di Jakarta, Kamis (13/2). Salah satu merek yang tertarik adalah Polytron, anak usaha grup Djarum yang dikenal sebagai produsen elektronik. “Polytron juga tadi salah satunya yang mengatakan kepada saya bahwa mereka siap untuk membangun mobil nasional,” tambah Agus.

Dukungan pemerintah dan keterbukaan pabrikan seperti Toyota dan Polytron menjadi langkah positif dalam mewujudkan mobil nasional Indonesia. Proyek ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Tags: Agus Gumiwang KartasasmitaBob AzamBUMN PindadDaihatsuekspor komponengrup Djarumkolaborasi globalMaungmobil nasionalpasar globalpemerintah IndonesiaPolytronrisetTMMINToyota
Post Sebelumnya

Tips Penting Sebelum Check-In dan Check-Out Hotel, Jangan Sampai Terlewat!

Post Selanjutnya

Belanda vs Spanyol: Duel Sengit di De Kuip untuk Tiket Semifinal UEFA Nations League

Ray

Ray

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Post Selanjutnya
Belanda vs Spanyol: Duel Sengit di De Kuip untuk Tiket Semifinal UEFA Nations League

Belanda vs Spanyol: Duel Sengit di De Kuip untuk Tiket Semifinal UEFA Nations League

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.