EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Kerja Sama RI–Jepang Kian Erat, Fokus pada Smart Farming dan Ketahanan Pangan

Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (MAFF) Jepang Eto Taku saat melakukan pertemuan di Kantor Kementan RI Jakarta. Sumber foto pertanian.go.id

Kerja Sama RI–Jepang Kian Erat, Fokus pada Smart Farming dan Ketahanan Pangan

Indonesia dan Jepang memperkuat kerja sama pertanian melalui teknologi smart farming, pengembangan varietas unggul tahan iklim, dan perdagangan komoditas strategis, dengan Jepang mengagumi sistem tanam Indonesia yang mampu tiga kali panen dalam setahun.

Agus DJ oleh Agus DJ
1 Mei 2025
Kategori EKOBIS, INTERNASIONAL, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO— Indonesia dan Jepang resmi menjajaki kerja sama di bidang teknologi pertanian sebagai bagian dari upaya memitigasi dampak perubahan iklim global. Kesepakatan awal tersebut dibahas dalam pertemuan antara Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF) Eto Taku, yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertanian RI, Jakarta, pada Selasa.

Dalam jumpa pers usai pertemuan, Mentan Amran menekankan pentingnya kolaborasi teknologi untuk menjawab tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. “Saat ini yang terpenting adalah kerja sama teknologi untuk memitigasi risiko (perubahan) iklim,” ujarnya di hadapan wartawan.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana formal namun penuh kehangatan, mengingat kedua negara tengah menghadapi tantangan yang serupa di sektor pertanian. Mentan Amran menjelaskan bahwa suhu tinggi akibat perubahan iklim telah berdampak pada penurunan produktivitas pertanian di berbagai wilayah. Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut tidak hanya mengganggu hasil panen, tetapi juga turut menurunkan pendapatan petani.

“Kita menghadapi hal yang sama, suhu tinggi, luar biasa panas, sehingga produksinya turun dan kondisi petaninya diprediksi akan berkurang. Karena ada (perubahan) iklim, produktivitas rendah berpengaruh juga pada penghasilan,” tutur Amran.

Pujian terhadap keberhasilan Indonesia juga datang dari Menteri Eto Taku, yang secara terbuka mengungkapkan kekagumannya terhadap sistem pertanian Indonesia yang mampu melakukan panen padi hingga tiga kali dalam setahun. Ia membandingkan dengan kondisi di Jepang yang hanya memungkinkan dua kali panen di wilayah tertentu.

Berita Menarik Pilihan

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

“Kami sangat kagum Indonesia bisa tiga kali panen. Di Jepang, hanya beberapa daerah yang mampu dua kali panen,” ujar Menteri Eto Taku.

Sebagai perbandingan, Eto menjelaskan bahwa Jepang mengatasi keterbatasan panen dengan melakukan diversifikasi tanaman seperti gandum, jagung, atau kedelai secara bergantian. Ia melihat sistem tanam berkelanjutan di Indonesia sebagai potensi kerja sama yang perlu dikembangkan lebih lanjut melalui teknologi dan riset bersama.

Mentan Amran pun menanggapi dengan menyampaikan bahwa Indonesia berhasil menjaga produksi sepanjang tahun lalu berkat langkah-langkah mitigasi iklim yang efektif. Ia menyebutkan bahwa stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi sangat baik. “Saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog sebesar 3.300.000 ton, kemungkinan dalam 10-15 hari ke depan menjadi 4 juta ton beras, karena penyerapan per hari mencapai 50 ribu ton, angka ini tertinggi dalam 20 tahun terakhir,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Amran menyampaikan rencana Indonesia untuk membangun klaster pertanian berbasis teknologi tinggi bersama Jepang. Fokus utama kerja sama tersebut mencakup pengembangan varietas padi tahan kekeringan dan salinitas seperti Biosalin, serta padi gogo untuk lahan kering.

“Indonesia dan Jepang akan mendorong pengembangan teknologi mekanisasi dan sistem smart farming untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” jelas Mentan Amran.

Selain sektor teknologi, Indonesia dan Jepang juga membahas aspek perdagangan. Mentan menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi masuknya produk susu Jepang yang telah memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan. Sebaliknya, Indonesia menawarkan peningkatan ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) ke Jepang sebagai bagian dari hubungan dagang yang seimbang.

“Untuk itu akan dilakukan pembahasan dan pengkajian teknis lebih lanjut untuk menyelaraskan potensi kerja sama dan kelancaran arus perdagangan dengan Dirjen terkait kami,” kata Mentan Amran.

Menteri Eto Taku juga mengungkapkan bahwa Jepang saat ini tengah mengembangkan varietas tanaman baru melalui badan riset publik dan pemerintah. Tanaman tersebut dirancang tahan terhadap kondisi ekstrem seperti panas, angin kencang, dan badai, serta memiliki potensi hasil panen hingga 30 persen lebih tinggi. Ia berharap bahwa pengalaman dan inovasi dari kedua negara dapat saling melengkapi untuk membangun ketahanan pangan di kawasan Asia.

Pertemuan ini menjadi penanda komitmen kuat antara Indonesia dan Jepang dalam menghadapi krisis iklim global melalui kolaborasi riset, teknologi, dan perdagangan yang berkelanjutan. Kedua negara sepakat untuk menindaklanjuti pembahasan teknis pada level yang lebih rinci dalam waktu dekat.

Tags: BiosalinKementerian Pertanian RIkerja sama Indonesia-JepangMAFF JepangMenteri Andi Amran SulaimanMenteri Eto Takupadi gogoperubahan iklimsmart farming
Post Sebelumnya

Gedung Bundar Baru Jampidsus, Perkuat Citra Tegas dan Modern

Post Selanjutnya

BRI Catatkan Laba Rp13,80 Triliun di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

Post Selanjutnya
BRI Catatkan Laba Rp13,80 Triliun di Tengah Tekanan Ekonomi Global

BRI Catatkan Laba Rp13,80 Triliun di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.