Bogor, Ekoin.co – Keberadaan Produsen Bahan Acuan (PBA) dalam negeri dinilai krusial untuk menjamin akurasi hasil uji laboratorium di sektor industri, terutama pangan, kesehatan, dan lingkungan. Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA) Bogor menjadi lembaga pertama di Indonesia yang terakreditasi internasional sebagai PBA khusus komoditas agro, mendukung efisiensi dan daya saing industri nasional.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Andi Rizaldi, menekankan peran strategis bahan acuan sebagai standar pembanding hasil uji laboratorium. “Bahan acuan ibarat ‘patokan’ dalam pengujian laboratorium. Bila tidak ada standar yang pasti, hasil uji bisa berbeda-beda antar laboratorium,” ujarnya di Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Menurut Andi, bahan acuan produksi dalam negeri mengurangi ketergantungan impor yang mahal dan memakan waktu. “Hal ini menekan biaya produksi, mempercepat proses uji, serta meningkatkan efisiensi operasional pelaku usaha,” tambahnya. Dampaknya dirasakan mulai dari industri besar hingga UMKM dan ekspor-impor yang membutuhkan hasil uji terverifikasi.
Kepala BBSPJIA Bogor, Yuni Herlina Harahap, menjelaskan bahwa akreditasi internasional lembaganya memperkuat mutu produk agroindustri. “Dengan meraih akreditasi ini, kami berkomitmen menyediakan bahan acuan andal dan terjangkau agar industri lebih kompetitif di pasar global,” jelas Yuni.
BBSPJIA Bogor kini memproduksi bahan acuan untuk uji kadar abu dan protein pada susu bubuk dan biskuit. Akreditasi yang berlaku hingga 18 Desember 2029 ini menjadi bagian dari roadmap penguatan standardisasi nasional, sekaligus mendukung ketahanan pangan.( Warta Indonesia )





